Senator DKI Desak Anies Segera Putuskan Nasib Diskotek Colosseum Anggota DPD RI Fahira Idris (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Senator asal DKI Jakarta Fahira Idris ikut mengomentari pemberian penghargaan Adikarya Wisata 2019 kepada diskotek Colosseum Jakarta dianggap cacat.

Fahira Idris meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mengevaluasi izin diskotek tersebut karena pada 9 September 2019 lalu Bandan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI menemukan narkoba.

Baca Juga

Seusai Diberi Penghargaan, Izin Diskotek Colosseum Segera Dicabut

BNNP DKI mengamankan 34 pengunjung Colosseum dan 1001 hotel yang kedapatan positif mengonsumsi narkoba usai dilakukan tes urin. 19 orang di antaranya laki-laki dan 15 orang perempuan.

Evaluasi ini merupakan langkah yang harus ditempuh untuk menindaklanjut rekomendasi BNNP DKI Jakarta. Sebab BNNP sudah mengeluarkan surat rekomendasi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI terkait penemukan narkotika itu

“Saya harap Pemprov DKI segera putuskan nasib diskotek ini. Jika nanti memang direkomendasikan oleh BNNP DKI Jakarta untuk ditutup, ya segera ditutup," ujar Fahira melalui keterangan tertulisnya, Rabu (18/12)

Colloseum Jakarta. (Foto: instagram.com/colosseumjkt)
Colloseum Jakarta. (Foto: instagram.com/colosseumjkt)

Menurut dia, pemberian award ini dianggap mengabaikan rekomendasi BNPP DKI dan lalai menjalankan perintah gubernur yang dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata terkait sanksi administratif terhadap pelanggaran narkotika, prostitusi dan perjudian.

Baca Juga

PDIP: Anies Harus Bertanggung Jawab Bukan Cuci Tangan soal Diskotek Colosseum

Pasal 54 Ayat 1 Pergub ini tegas menyatakan bahwa setiap manajemen perusahaan pariwisata yang terbukti melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan dan pemakaian narkotika dan/atau zat psikotropika lainnya di lokasi tempat usaha pariwisata dalam satu manajemen dilakukan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) secara langsung.

Fahira menegaskan, penutupan Alexis tahun lalu harusnya menjadi pengingat untuk semua jajaran Pemprov DKI bahwa Gubernur Anies tidak mau kompromi sedikit pun terhadap pelanggaran yang dilakukan tempat hiburan malam.

“Bagi saya pemberian award kepada Diskotek Colosseum bentuk pembengkangan terhadap komitmen Gubernur Anies menertibkan tempat hiburan malam yang bermasalah. Pak Anies juga perlu kembali menegaskan komitmennya agar ke depan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI yelah mencabut penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk Diskotek Colosseum karena BNN Provinsi DKI Jakarta pernah menemukan narkoba di tempat hiburan tersebut pada September lalu.

Baca Juga

PA 212 Puji Anies Cabut Penghargaan untuk Colosseum

Sekertaris Daerah (Sekda) Saefullah menuturkan saat ini Disparbud DKI bersama BNNP sedang mengevaluasi temuan narkoba di Colosseum, yang nanti akan diputuskan bagaimana nasib diskotek itu.

"Kalau berdasarkan fakta yang terjadi, saya sampaikan, ada teguran, pernyataan, (tapi) belum cukup syarat untuk melakukan penutupan. Nanti kita tunggu evaluasi bersama Dinas Parbud dan BNNP dalam waktu tidak terlalu lama," kata Saefullah. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pesawat Tempur Israel Serang Militer Suriah dan Pasukan Al Quds Iran
Indonesia
Pesawat Tempur Israel Serang Militer Suriah dan Pasukan Al Quds Iran

Israel melancarkan serangan udara terhadap militer Suriah dan pasukan Al Quds Iran, di Suriah pada Rabu (18/11).

 Pemprov DKI Segel 190 Perusahaan Pelanggar PSBB
Indonesia
Pemprov DKI Segel 190 Perusahaan Pelanggar PSBB

Perusahaan yang ditutup tersebat di lima wilayah Jakarta. 32 perusahaan ada di Jakarta Pusat, 47 di Jakarta Barat, 37 di Jakarta Utara, 25 di Jakarta Timur dan 49 di Jakarta Selatan.

Puluhan Tombak dan Senjata Tajam Disita, John Kei Masih Diperiksa Polisi
Indonesia
Puluhan Tombak dan Senjata Tajam Disita, John Kei Masih Diperiksa Polisi

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, perekam video mengatakan banyak orang memakai topeng berkumpul dan memecahkan kaca mobil di kawasan Green Lake City.

KPK Dalami Munculnya Nama BG hingga Pramono Anung dalam Sidang Nurhadi
Indonesia
KPK Dalami Munculnya Nama BG hingga Pramono Anung dalam Sidang Nurhadi

KPK memastikan bakal mendalami munculnya nama-nama besar dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi mantan Sekretaris MA Nurhadi.

Pandemi COVID-19 Meluas, Kapolri Minta Bhabikamtibmas Bersiaga
Indonesia
Pandemi COVID-19 Meluas, Kapolri Minta Bhabikamtibmas Bersiaga

Dalam surat telegram bernomor ST/1336/IV/OPS.2/2020, Kapolri memerintahkan optimalisasi peran Bhabinkamtibmas dan pengaktifan siskamling.

Romo Benny Minta Masyarakat Taat Kaidah Moral New Normal
Indonesia
Romo Benny Minta Masyarakat Taat Kaidah Moral New Normal

Kenormalan baru memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan aktivitas

[HOAKS atau FAKTA]: Gantikan Ma'ruf Amin, Prabowo Bakal Jadi Wapres Dampingi Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gantikan Ma'ruf Amin, Prabowo Bakal Jadi Wapres Dampingi Jokowi

Setelah mendengarkan seluruh isi video, diketahui bahwa video tersebut merupakan pembacaan dua artikel yang berasal dari gelora.co dan cnnindonesia.com.

Komisi D Minta SKPD Pemprov DKI Contoh Surabaya Tangani Banjir
Indonesia
Komisi D Minta SKPD Pemprov DKI Contoh Surabaya Tangani Banjir

Seluruh SKPD yang ada di Jakarta harus sinergi kerja agar peristiwa banjir bisa teratasi.

Warga DKI Diperingatkan Kembali dari Liburan sebelum Tanggal 1 November
Indonesia
Warga DKI Diperingatkan Kembali dari Liburan sebelum Tanggal 1 November

Dishub Provinsi DKI Jakarta memprediksi puncak arus balik liburan panjang akan terjadi pada Minggu 1 November 2020.

PJAA: Perluasan Ancol Agar Warga Jakarta tak ke Luar Negeri
Indonesia
PJAA: Perluasan Ancol Agar Warga Jakarta tak ke Luar Negeri

Menurut Teuku, dengan perluasan Ancol dan bertambah wahana tentu akan berdampak pada semakin besarnya pengunjung yang akan datang ke lokasi tersebut.