Senapan AK-47 Mengungguli M16 Mikhail Kalashnikov sedang memegang senjata buatannya AK 47. (AP Photo, Vladimir Vyatkin)

DEKADE 60’an, memanasnya kontestasi Blok Barat dan Blok Timur merembet ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Kompetisi kedua blok ini nampak dari segala sektor, termasuk sektor perdagangan senjata. Dua produk senjata serbu AR-15 (Amerika) dan AK-47 (Russia) berebut tempat di kesatuan tempur beberapa negara Asia Tenggara.

Dalam tubuh kesatuan RPKAD (Resimen Para Komando AD), senapan AR-15 mulai dipakai pada Konfrontasi Malaysia, 1962-1963. Mereka memakai senapan serbu Armalite/Colt AR-15 kaliber 5,56 milimeter. Senapan buatan Amerika Serikat ini dikenal lebih ringan, ketepatan tembakan lebih akurat dan jarak tembak lebih unggul.

Namun, saat diperkenalkan, AR-15 masih dalam tahap ujicoba. Jadi, peleton 1 RPKAD pimpinan Sintong Pandjaitan saat Operasi Merapi akhir tahun 1965, menggunakan senapan pada tahap ujicoba.

Senapan serbu Armalite AR-15 dengan magasin berisi 20 peluru berkaliber 5,56 milimeter merupakan seri pertama dari keluarga senapan serbu Armalite Colt/M16. Pada tahun 1962, Departemen Pertahanan AS bagian Pengembangan Riset dan Proyek, mengirim 1.000 pucuk AR-15 saat palagan perang Vietnam dan digunakan pasukan Ranger 340 Vietnam Selatan, untuk kemudian dievaluasi.

Dalam perkembangannya, AR-15 disempurnakan menjadi Armalite Colt/M16, lalu pada 1968 naik kelas menjadi M16AI.

Kala itu, ketangguhan AR-15 masih belum teruji, bahkan masih sering mengalami kemacetan. Hal ini berkebalikan dari kompetitornya, AK-47 rancangan Mikhail Kalashnikov, dengan keunggulan tinggi meski memiliki aspek senjata sangat sederhana, serta telah teruji di berbagai medan tempur berbagai belahan dunia.

“Senapan serbu AK-47 telah menjadi senjata standar terpercaya dan menjadi senjata favorit bagi prajurit RPKAD,” tulis Hendro Subroto dalam Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando.

Bahkan, lanjut Hendro, dalam medan Perang Vietnam banyak anggota US Green Berret justru memilih AK-47 ketimbang M16AI sebagai senapan serbu. (*) Achmad Sentot


Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho