berita-singlepost-banner-1
Semua Orang Bisa Jadi Pembawa Virus Corona, Masyarakat Diingatkan Pentingnya Jaga Jarak Warga melakukan rapid test COVID-19) di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (24/3). ANTARA/HO Pokja Jaksel/am.
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengingatkan dalam pencegahan penyebaran virus corona, hal terpenting adalah menjaga jarak.

Yurianto menilai, setiap orang bisa saja menjadi pembawa virus meski dari daerah yang minim kasus.

Baca Juga:

1.371 Kerumunan Massa Dibubarkan TNI-Polri Sejak Kapolri Keluarkan Maklumat

"Apakah orang itu dari daerah yang banyak kasus, ini bukan masalahnya. Jadi tidak ada garansi, meski dari daerah yang tidak dari daerah banyak COVID-19, tidak bawa virus ini," ucap Yurianto kepada wartawan di kantor BNPB, Jakarta, Kamis (26/3).

Menurutnya, tidak semua yang terjangkit COVID-19 terlihat sakit. Oleh karena itu, demi mencegah penyebaran, ia kembali menyarankan agar tetap berada di rumah jika tak ada hal mendesak.

"Dalam konteks jaga jarak inilah lalu muncul berbagai kebijakan yaitu bekerja, belajar, ibadah di rumah, hindari kerumunan, tidak salaman sementara. Ini adalah upaya paling efektif dan semua masyarakat mampu lakukan itu," tegasnya.

Aparat gabungan TNI dan Polisi menggelar patroli untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19) di kawasan Jakarta. (Foto: MP/Kanugrahan)
Aparat gabungan TNI dan Polisi menggelar patroli untuk mencegah penularan virus corona (COVID-19) di kawasan Jakarta. (Foto: MP/Kanugrahan)

Ia mengingatkan, droplet atau percikan ludah saat orang sedang bersin atau batuk bisa menyebar radius 1,5 meter.

"Jadi jarak (tetap) 1,5 meter atau 2 meter inilah yang harus kita jaga," ucapnya.

Dia mengingatkan menjaga jarak tidak harus dengan orang yang berasal dari daerah yang banyak kasus corona. Sebab, tidak ada jaminan orang selain daerah banyak kasus itu bersih.

"Apakah orang itu berasal dari daerah yang banyak ditemukan kasus misalnya dari Jakarta atau yang lain, bukan ini masalahnya, artinya tidak ada satu garansi meskipun tidak berasal dari daerah yang banyak terjangkit COVID-19 tidak membawa virus ini. Ini jadi dasar kita jaga jarak," tuturnya.

Baca Juga:

Anies: 50 Tenaga Medis DKI Terinfeksi Corona, 2 Meninggal

Pemerintah pun mengeluarkan kebijakan bagi warga untuk tetap di rumah sementara.

"Di dalam konteks menjaga jarak inilah yang kemudian muncul berbagai macam kebijakan di antaranya adalah bekerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah, adalah upaya untuk menjaga jarak," ujar Yurianto.

Pemerintah juga mengingatkan warga agar tak beraktivitas di kerumunan. Warga pun diminta saling mengingatkan soal jaga jarak dan tak berkerumun.

"Hindari kerumunan, kemudian tidak melakukan salaman tangan sementara, ini adalah upaya-upaya paling efektif dan saya yakini semua masyarakat mampu melakukan itu. Permasalahannya adalah bagaimana kita saling mengingatkan," ucap Yurianto.

Hingga Kamis (26/3) ini, jumlah kasus positif mencapai 893 kasus, dengan jumlah kasus meninggal naik tajam menjadi 78 orang. Sementara itu, pasien yang sembuh saat ini sebanyak 35 orang. (Knu)

Baca Juga:

Pasar Tanah Abang Ditutup Kecuali Pedagang Bahan Pangan Blok G


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6