Semua Fasilitas Bandara Ngurah Rai Aman Pasca-Gempa Bali Petugas memeriksa tiket penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (29/11). (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

Merahputih.com - PT Angkasa Pura I memastikan operasional Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar berjalan normal. Hal itu menyusul adanya gempa berkekuatan 6.0 skala Richter di 83 kilometer yang mengguncang Barat Daya Nusa Dua-Bali Selasa (16/7) pagi.

“Alhamdulillah operasional Bandara Bali berjalan normal,” ujar Manajer Humas PT Angkasa Pura I (Persero) Awaluddin, Selasa (16/7).

Baca Juga: BPBD: Semua Kecamatan di Jember Rasakan Gempa

Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, Bandara Ngurah Rai sendiri telah dilakukan pengecekan lebih terhadap fasilitas sisi udara dan fasilitas sisi darat serta fasilitas pelayanan navigasi penerbangan Airnav. Hasilnya, semua dalam kondisi normal dan dapat melayani.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Pada Selasa (16/7) pukul 07.18.35 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara diguncang gempabumi tektonik.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Troyono menjelaskan hasil analisis yang menunjukkan informasi episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 kilometer arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali pada kedalaman 104 kilometer.

Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, jember, lumajang II- III MMI.

Bandara Ngurah Rai, Bali
Bandara Ngurah Rai, Bali (Foto: Twitter @AP_Airports)

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” jelas dia.

Baca Juga: Gempa Bali Dipicu Lempeng Indo-Australia, Terasa Sampai Lombok & Jember

Hingga pukul 07.50 WIB, sebagaimana dikutip Antara, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH