Sempat Ditunda, Nobel Kesusastraan Diberikan ke Peter Handke dan Olga Tokarczuk Peter Handke. (Foto: nobelprize.org)

MerahPutih.com - Hadiah Nobel Kesusastraan pada 2019 diberikan ke novelis, penyair serta penulis drama asal Austria, Peter Handke. Sementara hadiah nobel 2018 diberikan ke penulis dan aktivis asal Polandia, Olga Tokarczuk. Demikian pernyataan dari Akademi Swedia, seperti dikutip Antara, Kamis (10/10).

Akademi Swedia, lembaga yang memberikan hadiah Nobel, dalam pernyataan tertulis mengatakan Handke mendapatkan penghargaan tertinggi dunia bidang kesusastraan karena karya-karyanya dibuat dengan gaya penulisan orisinil yang mengeksplorasi batas-batas pengalaman manusia secara utuh.

Baca Juga:

Fahri Hamzah Nilai BJ Habibie Layak Dapatkan Nobel

Walaupun demikian, banyak filosof dan sastrawan dunia yang mengkritik pemberian hadiah nobel untuk Handke karena pandangan politiknya yang berpihak pada penjahat perang asal Serbia, Slobodan Milosevi.

Tokoh kemanusiaan dan kesusastraan India yang pernah meraih penghargaan Nobel Sastra tahun 1931, Rabindranath Tagore ((Wikipedia))
Tokoh kemanusiaan dan kesusastraan India yang pernah meraih penghargaan Nobel Sastra tahun 1931, Rabindranath Tagore (ANTARA/Wikipedia)

Sementara itu, Nobel Kesustraan pada 2018 diberikan ke Tokarczuk berkat novel "Flights" yang berisi, "narasi imajinatif dengan pengetahuan ensiklopedia luas dan penuh gairah serta melampaui batas-batas kehidupan," kata Akademi Swedia.

Masing-masing penerima Nobel pun menerima hadiah uang senilai sembilan juta Krona Swedia (setara dengan Rp12,9 miliar).

Penghargaan Nobel Kesusastraan 2018 sempat tertunda selama satu tahun akibat skandal seks yang diduga dilakukan oleh budayawan serta fotografer terkenal Swedia, Jean-Claude Arnault.

Arnault merupakan suami dari penulis dan anggota Akademi Swedia, Katarina Frostenson.

Baca Juga:

PDIP Dukung Upaya UGM Perjuangkan NU dan Muhammadiyah Terima Nobel Perdamaian

Koran Swedia, Dagens Nyheter, pada November 2017, menyiarkan artikel berisi pengakuan 18 perempuan yang mengaku sebagai korban pelecehan seksual dari Arnault selama kurun waktu 20 tahun. Kekerasan seksual itu diduga terjadi di Prancis dan Swedia, termasuk di antaranya di beberapa properti milik Akademi Swedia.

Penyelidikan Dagens Nyhter pun berlanjut yang ditunjukkan lewat tulisan berisi dugaan Arnault pernah membocorkan nama penerima hadiah nobel ke kelompok tertentu.

Suasana pengumuman Nobel Kesusastraan di Akademi Swedia. (Foto: nobelprize.org)
Suasana pengumuman Nobel Kesusastraan di Akademi Swedia. (Foto: nobelprize.org)

Skandal itu membuat internal Akademi Swedia memanas, bahkan tiga dari 18 anggota akademi mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Akademi Swedia yang tidak memecat Frostenson.

Walaupun demikian, Frostenson akhirnya mengundurkan diri dari anggota akademi.

Akibat skandal itu, Akademi Swedia memutuskan tidak mengumumkan penerima Nobel Kesusastraan pada 2018, dan hanya mengumumkan calon penerima untuk anugerah pada 2019. (*)

Baca Juga:

Sempat Hilang, Peraih Nobel Kimia Ei-Ichi Negishi Ditemukan Dekat Rumahnya


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH