Kasus Korupsi
Sempat Buron, Wali Kota Blitar Serahkan Diri ke KPK Ketua KPK Agus Rahardjo memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

MerahPutih.Com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengungkapkan, bahwa Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar yang sempat menjadi buronan KPK telah menyerahkan diri.

Saat ini, tersangka kasus dugaan suap terkait izin proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar itu tengah diperiksa penyidik lembaga antirasuah.

"Betul sudah menyerahkan diri. Sedang diperiksa didampingi penasehat hukumnya," kata Agus saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jumat (8/6).

Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar
Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar (Foto: mpr.go.id)

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar itu menyerahkan diri ke KPK sekitar pukul 18.30 WIB.

"Wali Kota Blitar telah datang ke KPK. Kami hargai penyerahan diri tersebut," ucap Febri.

Sementara untuk Bupati Tulungagung Syahri Mulyo sampai malam ini belum menyerahkan diri ke KPK. Untuk itu, KPK meminta calon Bupati Tulungagung periode 2018-2023 itu untuk bersikap kooperatif.

"Sikap koperatif ini tentu akan baik bagi yang bersangkutan dan akan memperlancar proses hukum," tutur Febri.

Meskipun kedua politisi PDIP itu telah berstatus tersangka, namun Syahri dan Samanhudi tak ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar tim penindakan KPK pada Rabu (6/6) lalu.

Penggeledahan di Kantor Wali Kota Blitar
Penyidik KPK masuk ke dalam mobil seusai melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar, di Blitar, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Irfan Anshori)

Syahri dan Samanhudi ditetapkan sebagai tersangka suap dalam dua perkara yang berbeda. Selain mereka berdua, KPK juga menetapkan tersangka dari pihak swasta Susilo Prabowo, Bambang Purnomo dan Agung Prayitno serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung Sutrisno.

Syahri diduga menerima suap dari Susilo melalui Agung sebesar Rp1 miliar terkait proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Diduga suap tersebut merupakan pemberian ke-3. Sebelumnya, Bupati Tulungagung diduga telah menerima pemberian pertama sebesar Rp500 juta dan pemberian kedua sebesar Rp 1 miliar. Susilo diketahui merupakan salah satu kontraktor yang kerap memenangkan proyek proyek di Pemkab Tulungagung sejak 2014 hingga 2018.

Sedangkan Samanhudi diduga menerima suap sebesar Rp 1.5 miliar dari Susilo melalui Bambang terkait izin proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak senilai Rp23 miliar.

Fee tersebut diduga bagian dari 8% yang menjadi bagian untuk Walikota dari total fee 10% yang disepakati. Sedangkan 2%nya akan dibagi-bagikan kepada dinas.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Ini Jumlah Harta Kekayaan Dua Kader PDIP yang Jadi Buronan KPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Muhammadiyah Minta Pandemi COVID-19 Tak Dijadikan Komoditas Politik
Indonesia
Muhammadiyah Minta Pandemi COVID-19 Tak Dijadikan Komoditas Politik

Para menteri seharusnya tidak membuat kebijakan kontroversial dan tidak terkait langsung dengan hajat hidup masyarakat

Satgas Garuda UNIFIL Turun Langsung Evakuasi Korban Bom Dahsyat di Beirut
Indonesia
Satgas Garuda UNIFIL Turun Langsung Evakuasi Korban Bom Dahsyat di Beirut

Anggota Satgas Hospital Level 2 telah berangkat dari Naquora untuk membantu penanganan akibat ledakan tersebut.

Pengamat Intelijen Minta Pemerintah Waspadai Dua Reaksi Buntut Pembubaran FPI
Indonesia
Pengamat Intelijen Minta Pemerintah Waspadai Dua Reaksi Buntut Pembubaran FPI

Dialog harus dikedepankan sebelum adanya tindakan hukum atau aksi lainnya

Polisi Kembali Panggil Pengacara Djoko Tjandra Jumat
Indonesia
Polisi Kembali Panggil Pengacara Djoko Tjandra Jumat

Dalam perkara tersebut, Anita Kolopaking dipersangkakan telah melanggar Pasal 263 Ayat 2 KUHP

Istri Saefullah Minta Warga tidak Kirim Karangan Bunga ke Rumah Duka
Indonesia
Istri Saefullah Minta Warga tidak Kirim Karangan Bunga ke Rumah Duka

"Keluarga berpesan tidak perlu mengirim karangan bunga ke rumah duka," kata Anies

Desak Tarik Commitment Fee Formula E, Ketua Komisi E: Keputusan Ada di Anies
Indonesia
Desak Tarik Commitment Fee Formula E, Ketua Komisi E: Keputusan Ada di Anies

Perhetalan mobil balap berenergi listrik itu dilaksanakan pada 6 Juni lalu.

[HOAKS atau FAKTA]: Kadrun Ingin Buat Gurun di Indonesia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kadrun Ingin Buat Gurun di Indonesia

Akun Ijoel Tjaniago membagikan ulang sebuah foto dari Forum Aliantoni dalam sebuah grup Facebook bernama media anti hoax Bengkulu.

BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Senin Malam hingga Selasa Dini Hari
Indonesia
BMKG Sebut Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Senin Malam hingga Selasa Dini Hari

Untuk suhu rata-rata selama hujan mengguyur Jakarta diperkirakan berada di kisaran 24-29 derajat Celcius dengan kelembapan di antara 75-100 persen.

Eks Hakim MK: Putusan DKPP Tidak Bisa Jadi Objek Gugatan di PTUN
Indonesia
Eks Hakim MK: Putusan DKPP Tidak Bisa Jadi Objek Gugatan di PTUN

Kubu Evi Novida Ginting Manik menghadirkan saksi ahli mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) I Dewa Gede Palaguna dan saksi fakta Ketua KPU Arief Budiman.

Sedang Diperiksa Polisi, Gula Darah Hadi Pranoto Tiba-Tiba Meninggi
Indonesia
Sedang Diperiksa Polisi, Gula Darah Hadi Pranoto Tiba-Tiba Meninggi

Hadi diperiksa pada Rabu (23/9) dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB