Inspirasi
Semangat Pantang Mundur dari 4 Survivor ini, Mana Jagoanmu? Beberapa tokoh yang bisa kamu jadikan panutan. (Foto: screenshot)

MEMASUKI Desember, tak terasa 31 hari lagi 2020 akan berakhir. Ada banyak cerita dan perjuangan yang besar di masa pandemi COVID-19 bagi semua sektor. Selain mengajarkan kita bahwa kesehatan itu penting, 2020 juga menjadi tahun yang menguji seberapa besar semangat kita dalam mengejar mimpi.

November 2020, tim Merah Putih telah membuat beberapa artikel mengenai tokoh-tokoh yang punya jiwa survive baik di masa pandemi atau pada kondisi normal. Berikut empat pionir yang bisa kamu jadikan acuan untuk tetap mengejar mimpi.

Baca juga:

Hidup untuk Musik, Ide Berani Beda Wendi Putranto Lahirkan M Bloc Space

1. Kiki Aulia – Synchronize Fest

Semangat Pantang Mundur dari 4 Survivor ini, Mana Jagoanmu?
Kiki Aulia jeli melihat peluang di masa pandemi COVID-19. (Foto: Instagram/kikiauliaucup)

Di balik kesuksesan dan nama besar Synchronize Fest, ada nama Kiki Aulia. Pria yang akrab disapa Ucup ini sukses mewujudkan ide berani baru dan jeli dalam melihat peluang dari apa yang dibutuhkan dalam sebuah festival musik.

Namun, perjalanan sukses Ucup tak pendek. Jauh sebelum menjadi program director untuk Synchronize Fest, Ucup mengawali perjalanannya di label musik independen DeMajors di 2008. Dari sanalah karier Ucup di industri musik dimulai. Bukan sebagai musisi, melainkan seorang manajer dan event manager.

Dunia musik bukanlah hal baru bagi Ucup. Sebelumnya, ia pernah tergabung dalam tim kurator untuk Soundrenaline 2018 dan masih banyak festival musik lainnya. Kontribusi Ucup di Synchronize Fest sejak 2017 pun membuatnya terus aktif di dunia musik.

Ketika pandemi melanda di 2020, tidak ada yang tahu kapan krisis akan berakhir. Industri musik, khususnya pergelaran musik harus berhenti. Konser virtual jadi substitusinya. Meski begitu, Ucup memilih jalan berbeda. Ia membawa Synchronize Festival 2020 ke format acara siaran televisi.

Ucup mengatakan, siaran televisi lebih efektif dan mudah dijangkau publik ketimbang harus mengandalkan kuota internet lewat konser virtual.

“Selalu ada rencana buat Synchronize Fest di masa depan. Rencana tersebut selalu ingin menghadirkan sesuatu yang baru. Namun, sekarang masih belum bisa diumumkan,” jelasnya.

Selain aktif di bisnis industri musik, Ucup juga senang mengajak anak-anak muda yang ingin mendalami profesi program director atau sekadar berbagi tips untuk menjadi manajer band. Ilmunya dibagikan melalui forum diskusi, komunitas, bahkan media sosial.

2. Wendi Putranto – M Bloc Space

Semangat Pantang Mundur dari 4 Survivor ini, Mana Jagoanmu?
Wendi Putranto ditunjuk sebagai Program Director untuk M Bloc Space. (Foto instagram wenzrawk)

Mengambil jurusan jurnalistik di Universitas Prof Dr Moestopo merupakan awal yang mematangkan dirinya untuk hidup di musik. Dimulai dengan apa yang ia suka yaitu menerbitkan majalah indipenden milikinya Brainwashed pada 1996 untuk musik underground. Kemudian menjadi beberapa manager band, mulai dari Step Forward, The Upstairs dan kini Seringai.

Wendi yang jeli melihat peluang, kini membangun sebuah ruang kreatif publik hasil kolaborasi bersama tokoh kreatif lintas bidang yaitu M Bloc Space.

Perjalanan hidup di jalur musik dimulai, ketika kuliah di jurusan jurnalistik dan menerbitkan majalah underground miliknya sendiri dengan metode DIY (Do It Yourself) yang ia beri nama Brainwashed.

Ide berani beda ini muncul dikarenakan pada masa itu masih sedikit, bahkan mungkin tidak ada media atau majalah yang membahas band-band underground seperti Grausig, Step Forward, Rotor, Sucker Head, hingga Trauma. Akhirnya, Wendi berhasil menerbitkan majalah underground Brainwashed hingga sembilan edisi.

Berkat majalah tersebut, Wendi berhasil mendapat tawaran pekerjaan, hal semula yang hanya sebatas hobi seketika berubah menjadi profesi yaitu jurnalis media online rileks.com/bisik.com di awal 2000an.

Tidak jauh berbeda dengan mulainya karir sebagai jurnalis, Wendi juga mencoba tantangan menjadi manajer band bersama sebuah band hardcore bernama Step Forward di awal 1997. Pengalaman tersebut yang kemudian menjadi proses pembelajaran pertamanya sebagai manajer band.

Hingga di awal 2000, setelah berpindah dari satu media ke media lain, Wendi akhirnya bertemu Jimi The Upstairs, dan menawarkannya untuk menjadi manajer di band tersebut pada penghujung tahun 2003.

Proses jatuh bangun serta pengalaman yang dialami Wendi Putranto menjadikan dirinya memiliki mental seorang juara. Salah satunya termasuk jeli dalam melihat peluang.

Hal itu kemudian membuatnya berhasil membangun salah satu venue kreatif di bawah naungan PT Ruang Riang Milenial yang kita kenal dengan M Bloc Space. Ketika pandemi datang, semua bisnis tentu saja terkena dampaknya, tidak terkecuali M Bloc.

Oleh karena itu, M Bloc mengakalinya dengan memindahkan program-program acara ke ranah daring (online), mulai dari talkshow, diskusi, workshop hingga konser virtual.

“Harus berani keluar dari zona nyaman, zona aman dan berpikir visioner ke depan. Banyak berjejaring dengan berbagai orang dari latar belakang bidang kreatif yang berbeda. Hanya menekuni bidang kreatif sesuai passion, jangan membuang-buang waktu untuk menekuni bidang yang tidak kita suka,” kata Wendi.

Baca juga:

Berani, Kiki Aulia Munculkan Format Baru Synchronize Fest kala Pandemi

3. Alamanda Shantika – Founder Binar Academy

Semangat Pantang Mundur dari 4 Survivor ini, Mana Jagoanmu?
Keluar dari Go-Jek untuk membangun Binar Academy. (Foto: Instagram/alamandas)

Kehidupan akademis tentu tak membuat Alamanda Shantika berhenti untuk belajar serta menjadi pemimpin. Sekarang ia dikenal oleh dunia digital startup dalam Binar Academy.

Tentu demi membangun ekosistem dunia startup secara menyeluruh di Indonesia Alamanda ini rela hengkang dari karir tertingginya di Gojek sebagai Vice President Product.

Perjalanannya sebagai seorang pemimpin bukanlah sebuah mukjizat yang jatuh dari langit. Ia mengembangkan kemampuan dalam kepemimpinannya sejak dini, dimulai dari menjadi seorang ketua kelas di sekolah, antre paling depan sebagai pemimpin masa orientasi sekolah saat zaman perkuliahan, hingga menjadi seorang moderator komunitas dalam situs Kaskus.

Jadi dengan pengasahannya sejak dini ia sudah mengerti sense of leading yang membekalinya hingga sekarang. Dalam perjalanan karirnya, langkah demi langkah menjadi sebuah pengalaman terbaik yang telah ia alami. Apalagi karirnya di Go-Jek selama dua tahun yang ia tempuh menjadi sebuah pelajaran berharga.

Jadi tidak heran bila Alamanda ingin mendalami dunia digital startup di Binar Academy. Karena fokusnya yang ingin membuat calon pengusaha membuat startup di tempat-tempat terpencil dan jauh dari ibukota, demi meningkatkan makro ekonomi Indonesia.

4. Nur Yana Yirah – Mother Hope Indonesia

Semangat Pantang Mundur dari 4 Survivor ini, Mana Jagoanmu?
Nur Yana Yirah, CEO Mother Hope Indonesia. (Foto: Facebook_Nur Yanayirah)

CEO dari Mother Hope Indonesia (MHI) ini sempat merasakan bullying saat usianya masih remaja, kehilangan anak pertamanya, tidak mendapatkan dukungan dari orang terdekat, hingga akhirnya mengalami depresi pasca melahirkan secara caesar. Kondisi kesehatan mental tersebut sering disebut sebagai postpatrum depresi.

Saat melahirkan anak keduanya, sosok ibu yang akrab disapa Yana ini justru mengaku lebih sering merasa sedih, cemas dan jauh lebih sensitif dari sebelumnya. Terlebih lagi berbagai macam stigma dan pandangan buruk dari kerabat terdekatnya, membuat Yana menjadi lebih tertekan.

Perasaan cemas, sedih, mudah marah dan takut tidak bisa mengurus anaknya dengan baik terus dirasakan oleh Yana. Sampai akhirnya Yana merasa sangat putus asa dan berpikiran untuk mengakhiri hidupnya bersama anak keduanya tersebut.

Saat mencoba untuk menenggelamkan dirinya bersama sang buah hati ke danau, Yana diselamatkan oleh seseorang yang tidak ia kenal pada saat itu.

Hal ini menjadi salah satu alasan Yana untuk mencoba bangkit dari masa kelamnya dan mendirikan Mother Hope Indonesia untuk membantu ibu-ibu di luar sana yang merasakan depresi pasca melahirkan.

Sebelum mendirikan MHI, Yana melakukan konsuling dengan psikolog, dan melakukan psikoterapi selama kurang lebih dua tahun untuk mengobati postpatrum depresi. Merasa dirinya jauh lebih baik dari sebelumnya, Yana mengaku sejak melakukan konseling dan psikoterapi, jadi bisa menikmati hidupnya kembali serta merawat sang buah hati.

Tak hanya itu, Yana juga mulai aktif di sosial media dan kerap membagikan cerita mengenai postpatrum depresinya di Facebook. Hal tersebut menjadi awal mula berdirinya komunitas Mother Hope Indonesia. (and)

Baca juga:

Berawal dari Penyintas Postpatrum Depresi, Nur Yana Yirah Berhasil Mendirikan Mother Hope Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Channing Tatum Berpetualang Bersama Sandra Bullock di 'Lost City of D'
ShowBiz
Channing Tatum Berpetualang Bersama Sandra Bullock di 'Lost City of D'

Tatum dan Bullock siap memberikan hiburan terbaik untuk penonton.

Pertama, Skotlandia Sediakan Pembalut Gratis
Hiburan & Gaya Hidup
Pertama, Skotlandia Sediakan Pembalut Gratis

Sebagai upaya mengatasi 'period poverty'.

TWICE Memilih Lagu B-Side Kesukaan dan Membicarakan MV Mereka
ShowBiz
TWICE Memilih Lagu B-Side Kesukaan dan Membicarakan MV Mereka

Pertama kali membawakan lagu para member memiliki rasa gugup dan tidak nyaman.

Seth Rogen: Film MCU Mengubah Standar Jenaka pada Film Komedi Layar Lebar
Fun
Seth Rogen: Film MCU Mengubah Standar Jenaka pada Film Komedi Layar Lebar

Membuat film komedi membutuhkan bujet bertriliun rupiah.

‘Be Water’, Film Dokumenter Bruce Lee
ShowBiz
‘Be Water’, Film Dokumenter Bruce Lee

Trailer telah dirilis di Youtube.

Cek lagi, ini Karakter Zodiakmu yang Sering Terabaikan (1)
Fun
Cek lagi, ini Karakter Zodiakmu yang Sering Terabaikan (1)

Ada yang terlihat tangguh, tapi ternyata lembut.

Indonesia Ada Karena Keberagaman, Anak Gus Dur: Kalau Tidak Ada, Tidak Perlu Ada Indonesia
ShowBiz
Kisah Unik di Balik Single 'SIGN' Cantika Abigail
ShowBiz
Kisah Unik di Balik Single 'SIGN' Cantika Abigail

Ada sebuah kisah unik di balik single terbaru dari Cantika Abigail

Penerbangan Internasional Mungkin Tidak akan Normal Hingga Tahun 2023
Fun
Penerbangan Internasional Mungkin Tidak akan Normal Hingga Tahun 2023

Penerbangan jarak jauh yang paling merasakan dampak COVID-19.

CEO Valve Kirim Patung Hiasan Kebun ke Angkasa Luar sebagai Bentuk Filantropi
Fun