Seluruh Polisi Terbaik di Indonesia Dikerahkan Buru Penyerang Novel Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal (Foto: Antaranews)

MerahPutih.Com - Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal mengatakan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan membentuk tim teknis sesuai rekomendasi Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Pembentukan tim teknis dilakukan minggu depan dan akan dipimpin langsung Kepala Bareskrim Polri Komjen Idham Aziz.

Baca Juga: Tiga Orang Pelaku Diduga Ingin Menyiksa Novel Masuk Radar Tim Khusus Polri

Iqbal mengatakan, tim teknis tersebut nantinya akan diisi tim terbaik Polri dari seluruh Indonesia, mulai dari tim interogator, tim inafis, bahkan Densus 88 diturunkan.

Tim Teknis pengungkapan kasus Novel Baswedan akan dipimpin Komjen Idham Aziz
TGPF kasus Novel Baswedan menyampaikan keterangan kepada awak media terkait perkembangan kasus tersebut (MP/Kanu)

"Ini artinya kita sangat serius ungkap persitiwa ini," tuturnya kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (17/7).

Tim teknis tersebut akan bekerja selama enam bulan dan bisa diperpanjang. Hal ini dilakukan lantaran TGPF memiliki keterbatasan melakukan hal tersebut.

"Karena TGPF yang dibentuk siapa pun mereka terbatas dengan metodologi terbuka wawancara, analisa persesuaian dan itu cenderung diduga pelaku akan mengendap atau beberapa orang berkepentingan akan defensif tidak bercerita fakta sehingga itu yang di rekom," ujarnya.

Anggota TPF Nur Kholis mengatakan tim pakar merekomendasikan tim teknis itu karena kompetensi yang dimiliki penyidik di Mabes Polri.

Baca Juga: Penggunaan Wewenang Berlebihan Jadi Motif Serangan Teror ke Novel Baswedan

Nantinya, sambung mantan anggota Komnas HAM tersebut, laporan hasil dari timnya akan menjadi pegangan bagi tim teknis yang dipimpin Idham Azis untuk bekerja.

"Apa yang menjadi concern kami, apa yang menjadi temuan tim kami akan bisa diadopsi tim teknis yang dibentuk Mabes Polri," ujar Nur Kholis.

Novel Baswedan secara terpisah mengungkapkan harapannya agar polisi segera dapat mengungkap siapa tersangka teror atas dirinya.

Ia membandingkan penanganan kasusnya dengan pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Kata dia, seharusnya Polri dapat belajar dari langkah kepolisian Turki dalam mengusut kasus pembunuhan Kashoggi.(Knu)

Baca Juga: Serangan Teror ke Novel Baswedan Dipicu Dendam



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH