Seluruh Pegawai DKPP Jalani Tes Swab Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar tes SWAB atau tes usap untuk seluruh pegawai dan pimpinan DKPP pada Senin (28/9) (Humas DKPP)

MerahPutih.com - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar tes SWAB atau tes usap untuk seluruh pegawai dan pimpinan DKPP pada Senin (28/9).

Sekretaris DKPP, Bernad Dermawan Sutrisno mengatakan, tes ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 di lingkungan kantor DKPP.

Baca Juga

Pemerintah Dinilai Tanggap Lindungi Rakyat Jika Tunda Pilkada 2020

Sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 di masa pandemi COVID-19, DKPP ingin memastikan pimpinan dan staf DKPP melakukan protokol kesehatan serta pencegahan penularan virus COVID-19.

"Salah satu cara mencegah penularan virus Covid-19 adalah melakukan swab test dan rapid test bagi seuruh pegawai DKPP secara rutin dua minggu sekali," kata Bernad dalam keterangan tertulis, Senin (28/9).

Tes ini dimulai pada 08.00 WIB di Kantor DKPP, Jakarta, dan diikuti oleh seluruh pegawai DKPP serta Ketua dan semua Anggota DKPP.

Caption

Pelaksanaan tes SWAB dilaksanakan berdasar pada Surat Edaran Sekretaris DKPP Nomor 1785/SET.DKPP/IX/2020 yang terbit pada 25 September 2020.

"Hasil tes ini akan diberitahukan ke DKPP selama 1x24 jam ke depan," ungkap Bernad.

Untuk diketahui, sebelumnya DKPP juga telah melakukan tiga kali tes rapid untuk seluruh pegawai DKPP serta Ketua dan Anggota DKPP. Tes rapid ini dilakukan setiap dua minggu sekali, sejak 24 Agustus 2020 dan terakhir dilakukan pada 21 September 2020.

Baca Juga

Aturan Kampanye Calon Kepala Daerah Dinili Bikin Pusing

Ke depan, DKPP juga akan melakukan tes rutin SWAB setiap dua minggu sekali dan tetap melanjutkan tes rutin tes rapid yang sudah dilakukan sebelumnya. Rencananya, tes SWAB akan dilakukan hingga 21 Desember 2020 dan tes rapid akan dilaksanakan sampai 28 Desember 2020. (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[Hoaks atau Fakta]: Jepang Bikin Steik Dari Kotoran Manusia
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Jepang Bikin Steik Dari Kotoran Manusia

Kisah yang telah beredar luas di web dan media arus utama ternyata hanya berdasarkan video berita misterius yang di upload di Youtube.

12 Persen Tenaga Kesehatan DKI Penyitas COVID-19
Indonesia
12 Persen Tenaga Kesehatan DKI Penyitas COVID-19

Sebagian nakes yang telah disuntikan, sudah menerima vaksin dosis kedua. Pasalnya, vaksin Sinovac harus disuntikkan 2 dosis dalam selang waktu 14 hari.

Warga Tolak Vaksinasi COVID-19, Wagub DKI: Didenda dan Tidak Dikasih Bansos
Indonesia
Warga Tolak Vaksinasi COVID-19, Wagub DKI: Didenda dan Tidak Dikasih Bansos

"Jadi, sudah didenda, enggak dikasih bansos," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria

Denda Operasi Yustisi di DKI Jakarta Capai Rp191 Juta
Indonesia
Denda Operasi Yustisi di DKI Jakarta Capai Rp191 Juta

"Selama empat hari itu, total nilai denda administratif dari para pelanggar sudah sebanyak Rp191.233.500," ucapnya.

Tampung Pemimpin Dunia, 3 Hotel Mewah Dibangun di Labuan Bajo
Indonesia
Tampung Pemimpin Dunia, 3 Hotel Mewah Dibangun di Labuan Bajo

Akan ada 10 ribu tamu yang datang dalam perhelatan internasional G20.

Pemerintah Kuasai TMII, Plt Sekjen PSI: Buat Nambah Kas Negara
Indonesia
Pemerintah Kuasai TMII, Plt Sekjen PSI: Buat Nambah Kas Negara

"Tidak elok jika aset milik negara dipakai oleh pihak swasta memperkaya diri, terlebih Indonesia masih berjuang untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi. Upaya Kemensetneg ini, kami yakin bisa mempercepat pemulihan kondisi ekonomi karena negara mendapat pemasukan alternatif," tuturnya.

Pakai Baju Dinas, Anies Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Indonesia
Pakai Baju Dinas, Anies Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya

Anies bakal dimintai keterangannya terkait kerumunan serta pelanggaran protokol kesehatan di pernikahan putri Rizieq Shihab di daerah Petamburan, Jakarta.

Kapolda Metro Jaya Pastikan Perayaan Idul Adha di Jakarta Aman
Indonesia
Kapolda Metro Jaya Pastikan Perayaan Idul Adha di Jakarta Aman

Nana menuturkan, jumlah personel gabungan TNI dan Polri ada 3.327 yang diturunkan memantau pos pengamanan dan pantau.

Pinangki Bantah Pernah Sebut Nama ST Burhanudin dan Hatta Ali
Indonesia
Pinangki Bantah Pernah Sebut Nama ST Burhanudin dan Hatta Ali

Kuasa hukum Pinangki menyebut bahwa terdakwa melihat ada pihak-pihak yang sengaja menggunakan kasus ini untuk kepentingan tertentu