Selisik Tradisi Festival Bunga dan Buah Berastagi 2022 Festival Bunga dan Buah Berastagi 2022 kembali digelar selama 1-3 Juli 2022. (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Indonesia Travel)

FESTIVAL Bunga dan Buah Berastagi 2022 kembali digelar selama 1-3 Juli 2022. Festival tahunan ini sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi. Mengambil tema "We Survived Pandemic", festival ini diharapkan ikut membangkitkan perekonomian di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Demikian rilis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Festival Bunga dan Buah ini disebut kali pertama digelar sejak 1980-an. Tapi tak ada keterangan pasti mengapa dan kapan sebenarnya festival ini digelar. Penelusuran Merahputih.com menemukan festival ini sejatinya telah digelar jauh lebih lama.

"Awalnya perayaan pesta Bunga dan Buah ini dilakukan karena masyarakat Karo mensyukuri karunia Tuhan berupa lahan yang subur dengan hasil pertaniannya yang melimpah," sebut Simon Surana Bramana dalam penelitiannya, Pesta Bunga dan Buah Masyarakat Karo di Berastagi (1988-1998).

Baca juga:

Melihat Keseruan Festival Bunga dan Buah Berastagi 2022

Orang Karo adalah suku pertama yang mendiami Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Sebelum mengenal agama Kristen, mereka memeluk agama Pemena.

"Agama ini merupakan agama yang telah diturunkan oleh nenek moyang suku Karo," catat Septyani Emlita Sitepu dalam "Informasi Budaya Suku Karo Sumatera Utara", termuat di Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 8 No 1, September 2019.

Pemena mengajarkan masyarakat Karo tentang pentingnya penghormatan kepada roh leluhur dan alam semesta. Penghormatan itu terwujud dalam perayaan rasa syukur atas keberlimpahan hasil panen pertanian.

Selain itu, orang Karo juga tinggal di wilayah yang sangat indah. Orang Karo menyebutnya Bumi Turang. "Bumi Karo, bumi berbudaya, bumi yang dihuni masyarakat Karo yang berbudaya penghasil bunga, buah, sayur," tambah Simon.

Alam Sumatera Utara
Berastagi diapit oleh dua gunung berapi : Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. (Unsplash Muhammad Prayogi)

Berastagi diapit oleh dua gunung berapi : Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Letusan kedua gunung pada masa lalu meninggalkan tanah vulkanik yang membuat tanaman tumbuh subur.

Keindahan alam ini hingga sekarang masih bisa dinikmati. Bahkan telah jadi objek wisata yang diperkenalkan dan dipromosikan secara terus-menerus oleh pemerintah setempat.

Sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai karunia itulah, orang Karo lalu membuat ritual besar bunga dan buah selama turun-temurun. Hingga datanglah agama Kristen di Karo pada awal abad ke-19.

Agama ini tak melarang gelaran tersebut, melainkan hanya mengganti kepada siapa rasa syukur itu ditujukan. "Meniadakan bagian acara penyembahan roh-roh leluhur, menggantinya dengan ibadah rasa syukur ditunjukkan pada Tuhannya, sedangkan pentas seni tradisi diperkaya dengan alat musik elektronik (keyboard)," terang Simon.

Baca juga:

Cipera Menu Andalan Masyarakat Karo

Orang Karo kemudian menyebut ritual ini "Pesta Kerja Tahun". Mereka merayakannya dengan sukacita, berhias diri, menyajikan makanan enak, dan menggelar pentas seni tradisi.

Ketika industri wisata Indonesia mulai berkembang, pemerintah setempat menetapkan Festival Kerja Tahun ini sebagai salah satu agenda wisata tahunan sejak 1988. Namanya pun berganti jadi Festival Bunga dan Buah.

"Untuk meningkatkan pendapatan daerah dengan menarik para wisatawan agar datang berkunjung ke daerah ini serta dapat memperkenalkan adat istiadat, budaya, dan lain sebagainya," lanjut Simon.

Setelah 10 tahun penyelenggaraan, festival ini berhenti digelar karena krisis ekonomi 1998. Namun, festival ini kembali dirayakan setelah krisis mereda.

Festival terakhir pada 2019 mendatangkan hampir seratus ribu orang. Pemerintah Karo berharap festival kali ini mendatangkan lebih banyak orang. Lebih banyak orang yang datang berarti menandakan lebih banyak kebahagiaan yang bisa dibagi.

Baca juga:

Cimpa Kue Basah Andalan Masyarakat Karo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Masakan Padang Siapa yang Tidak Suka?
Kuliner
Masakan Padang Siapa yang Tidak Suka?

Rasa-rasanya bukan orang Indonesia jika belum mencicipi masakan Padang.

Apa Saja Perbedaan Gundala Versi Klasik Versus Film Joko Anwar?
Indonesiaku
Sambut Ramadan dengan Menu Khas Muslim Peranakan
Kuliner
Sambut Ramadan dengan Menu Khas Muslim Peranakan

Hotel Episode Gading Serpong tawarkan menu Ramadan khas Chinese food dengan promo menarik.

Kopi Sontoloyo di Batu, Nasi Lodehnya Juara
Kuliner
Kopi Sontoloyo di Batu, Nasi Lodehnya Juara

Kopi Sontoloyo menghadirkan nuansa masa lampau.

Adventure Family Package, Staycation Sambil Bertualang Bersama Keluarga di JHL Solitaire
Travel
Adventure Family Package, Staycation Sambil Bertualang Bersama Keluarga di JHL Solitaire

Menginap di kamar mewah sambil bermain bersama si kecil.

Gawe Wedding Usung Semangat Mencintai Tradisi Saat Mengikat Ikrar Suci
Indonesiaku
Gawe Wedding Usung Semangat Mencintai Tradisi Saat Mengikat Ikrar Suci

Ketaksesuaian terhadap penyelenggaraan pernikahan menggunakan adat Jawa memang acap terjadi

Angelina Ayuni Praise, Pemudi Penari dari Timur Indonesia
Tradisi
Angelina Ayuni Praise, Pemudi Penari dari Timur Indonesia

Pemudi ini mewariskan tari Indonesia.

Hafiz Hafizah Mecca Adventure, Wisata Menarik dengan Teknologi 3D Interaktif
Travel
Hafiz Hafizah Mecca Adventure, Wisata Menarik dengan Teknologi 3D Interaktif

Event eksklusif Hafiz Hafizah Mecca Adventure bisa menjadi salah satu pilihan untuk kamu kunjungi selama masa liburan sekolah dan lebaran.

Berkunjung ke Kampung Adat Ciptagelar Sukabumi
Travel
Berkunjung ke Kampung Adat Ciptagelar Sukabumi

Berbagai kegiatan dilakukan sesuai kebiasaan nenek moyang seperti cara bertani hingga gaya berpakaian.

Menyajikan kembali Cita Rasa Milu Siram Khas Gorontalo
Kuliner