Seleksi 1 Juta Guru Honor Jadi PPPK Dimulai 2021 Simulasi belajar tatap muka. (Foto: Antara).

MerahPutih.com - Pemerintah segera membuka seleksi bagi guru honorer atau non-PNS untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau kontrak. Jumlah formasi yang dibuka sebanyak satu juta guru.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) membuka jalan untuk mengangkat guru honorer menjadi PPPK. Pengaturan lebih rinci diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

“Tahun 2021 pemerintah merencanakan melakukan seleksi terbuka bagi calon guru PPPK. Diharapkan dengan awal yang baik ini, persoalan status guru honorer secara bertahap dapat terselesaikan,” ujar Wakil Presiden Ma’ruf.

Baca Juga:

Pandemi COVID-19, Jumlah Pengangguran Bertambah 2,67 Juta Orang

Wapres memaparkan, untuk dapat diangkat menjadi guru PPPK, diperlukan persyaratan tertentu. Berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dijelaskan bahwa kompetensi guru merupakan kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

"Kombinasi dari seluruh kompetensi ini mutlak diperlukan jika kita ingin menghasilkan peserta didik yang mandiri, bernalar kritis, dan kreatif,” ujarnya dalam acara Pengumuman Rencana Seleksi Guru PPPK yang berlangsung secara virtual pada Senin (23/11).

Ia menegaskan, pertimbangan kompetensi dalam seleksi guru PPPK itu bukan tanpa alasan. Saat ini pemerintah menempatkan pembangunan SDM unggul sebagai prioritas nasional.

SDM unggul, tegas Wapres, merupakan kunci untuk memenangkan persaingan global, dan guru memiliki peran yang sangat penting untuk menghasilkan SDM unggul.

"Karena itu diperlukan tenaga pendidik dengan kompetensi tinggi yang jumlahnya juga harus sesuai dengan sebaran satuan pendidikan di Tanah Air," ujarnya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Foto: setkab.go.i)

Saat ini, kata Ketua MUI non aktif ini, baru sebagian kecil guru honorer yang memiliki sertifikat guru.

"Seiring berkembangnya zaman, kompetensi guru honorer juga harus ditingkatkan," tegasnya.

Wapres mengatakan, semua biaya ujian seleksi akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Bahkan, setiap pendaftar diberi kesempatan untuk mengikuti ujian hingga tiga kali.

Seleksi guru PPPK ini, ujar ia, bisa menjadi solusi bagi pembenahan tata kelola guru.

“Sehingga ke depan tidak terjadi lagi kekurangan guru yang berkompeten, dan guru dapat berkonsentrasi untuk mengajar penuh,” katanya. (Knu)

Baca Juga:

Belum Capai 1 Juta, Pemda Diminta Segera Ajukan Kebutuhan Guru PPPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pedagang dan Pembeli yang Makan di Warteg Wajib Sudah Divaksin
Indonesia
Pedagang dan Pembeli yang Makan di Warteg Wajib Sudah Divaksin

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memberlakukan kebijakan bagi pedagang dan pembeli yang makan di warung makan harus sudah divaksin COVID-19.

Harta Kekayaan Anies Naik 2 Kali Lipat Setelah Tiga Tahun Jabat Gubernur
Indonesia
Harta Kekayaan Anies Naik 2 Kali Lipat Setelah Tiga Tahun Jabat Gubernur

Harta kekayaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan naik dua kali lipat setelah tiga tahun menjabat sebagai orang nomor satu di ibu kota.

KPK Tahan Penyuap Anggota DPRD Jambi
Indonesia
KPK Tahan Penyuap Anggota DPRD Jambi

KPK menahan pengusaha Paut Syakarin, tersangka kasus dugaan suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017 dan 2018.

Satgas Madago Raya Tembak Mati Pimpinan MIT Ali Kalora
Indonesia
Satgas Madago Raya Tembak Mati Pimpinan MIT Ali Kalora

Satgas Madago Raya menembak mati pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso Ali Kalora dalam baku tembak di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/9).

Pangdam Jaya Sebut RSD Wisma Atlet Siap Tampung Pemudik Positif COVID-19
Indonesia
Pangdam Jaya Sebut RSD Wisma Atlet Siap Tampung Pemudik Positif COVID-19

Pangdam Jaya Mayjen (TNI) Dudung Abdurachman bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meninjau Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Anji Ungkap Perlakuan Polisi Terhadapnya Selama Diperiksa
Indonesia
Anji Ungkap Perlakuan Polisi Terhadapnya Selama Diperiksa

Ronaldo belum bisa mengungkap hasil pemeriksaan kesehatan tersebut

Dituding Punya Bisnis di Papua, Luhut: Biarlah Dibuktikan di Pengadilan
Indonesia
Dituding Punya Bisnis di Papua, Luhut: Biarlah Dibuktikan di Pengadilan

Luhut mengaku tidak pernah melakukan kecurangan, seperti yang diduga oleh terlapor. Karena itu, ia ingin kebenaran perkara ini dapat dibuktikan di pengadilan.

[HOAKS atau FAKTA]: Tol Semarang-Batang Bakal Ditutup Total
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tol Semarang-Batang Bakal Ditutup Total

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kawasan Industri Batang I Nugraha menyatakan pihakya berkoordinasi dengan PT JSB

Kubu Rizieq Klaim Acara di Petamburan Dapat Lampu Hijau Anak Buah Anies
Indonesia
Kubu Rizieq Klaim Acara di Petamburan Dapat Lampu Hijau Anak Buah Anies

Kamil juga mengklaim telah meminta kepada pendukung Rizieq dan FPI untuk tidak datang

Kasus COVID-19 di Kudus Meroket, Kapolri: Kami Prihatin
Indonesia
Kasus COVID-19 di Kudus Meroket, Kapolri: Kami Prihatin

Ketersediaan tempat tidur di tujuh rumah sakit di Kabupaten Kudus juga semakin menipis