Selama PSBB Jilid II Pemprov DKI Tutup 23 Perusahaan Kepala Dinnakertrans DKI Andri Yansyah. (Foto: MP/Asropih)

Merahputih.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jakarta, Andri Yansyah menyampaikan ada 23 perusahaan yang ditutup sementara selama PSBB jilid II.

Penutupan dilakukan pada periode 14 hingga 17 September 2020. Laporan itu diterima Andri dari Bidang Pengawasan Disnakertrans DKI.

Baca Juga:

Anies Minta Satpol PP DKI Tindak Tegas Pelanggar PSBB Total

"Untuk kegiatan yang non-esensial, itu kan ketentuannya harus 25 persen, apabila di lapangan ketemu ada yang lebih dari itu kita coba tutup seperti itu," ungkap Andri, Jumat (18/9).

14 perusahaan ditutup karena ada sejumlah pegawai terpapar virus corona. Diantaranya 1 perusahaan berada di Jakarta Pusat, 6 perusahaan di Jakarta Barat.

3 perusahaan di Jakarta Utara, 1 perusahaan ada di Jakarta Timur, dan 3 perusahaan berada di Jakarta Selatan.

Sejumlah pekerja beraktivitas di perkantoran kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (11/9/2020). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras)
Sejumlah pekerja beraktivitas di perkantoran kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (11/9/2020). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras)

Selanjutnya, sebanyak 9 perusahaan yang ditutup Pemprov DKI karena tidak menaati protokol kesehatan dengan rincian 4 perusahaan di Jakarta Pusat, 3 perusahaan di Jakarta Barat, 2 perusahaan berada di Jakarta Selatan.

Pemprov DKI sudah menetapkan ketentuan bagi perusahaan di luar 11 sektor yang dikecualikan diizinkan tetap beroperasi dengan kapasitas 25 persen dari kapasitas normal. Sementara untuk perusahaan 11 sektor yang dikecualikan dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Baca Juga:

PSBB Total Hari Pertama, Penumpang KRL Melorot

Ketentuan itu harus dipatuhi seluruh perusahaan di Jakarta selama masa PSBB. Selain aturan tersebut, perusahaan juga harus mematuhi peraturan dan protokol lainnya dalam pencegahan penyebaran corona. (Asp)

Kredit : asropihs

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH