Selama Pandemi COVID-19, Bea dan Cukai Surakarta Kehilangan Pemasukan Rp700 Juta Kepala Kantor Bea dan Cukai Surakarta, Jawa Tengah, Budi Santoso. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Kantor Bea dan Cukai Surakarta membebaskan pungutan cukai sebanyak 36.000 liter alkohol selama pandemi COVID-19 sepanjang 2020. Hal tersebut dilakukan Kantor Bea dan Cukai Surakarta untuk membantu meringankan warga dalam menangani COVID-19.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Surakarta, Budi Santoso, mengungkapkan pembebasan itu diberikan untuk produk alkohol yang digunakan dalam upaya penanggulangan wabah COVID-19. Data Bea dan Cukai Surakarta ada sebanyak 36.000 liter alkohol yang dibebaskan dari biaya cukai.

Baca Juga

Selama PSBB Jilid II Pemprov DKI Tutup 23 Perusahaan

"Alkohol yang kami bebaskan dari cukai tersebut diperuntukan untuk memproduksi hand sanitizer yang bersifat nonkomersial," ujar Budi, Jumat (18/9).

Budi menjelaskan pembebasan cukai diberikan melalui mekanisme permohonan oleh institusi yang memproduksi hand sanitizer. Ia mencatat pembebasan cukai tersebut telah dimanfaatkan oleh tiga institusi, yakni institusi pemerintahan, rumah sakit dan institusi pendidikan.

"Ada daerah seperti Pemkot Solo yang juga mengajukan bebas cukai untuk penggunaan alkohol sebagai bahan hand sanitizer untuk dibagikan warga secara gratis," katanya.

Kantor Bea dan Cukai Surakarta, Jawa Tengah. (MP/Ismail)
Kantor Bea dan Cukai Surakarta, Jawa Tengah. (MP/Ismail)

Untuk besaran biaya cukai yang dibebaskan dari 36.000 liter alkohol tersebut, kata dia, senilai Rp700 juta. Ia berharap fasilitas itu bisa dimanfaatkan oleh institusi yang bersangkutan untuk ikut menanggulangi wabah COVID-19.

"Bagi yang ingin mengajukan bebas cukai bisa mengajukan permohonan ke Kantor Bea Cukai di daerah. Setelah ada pengajuan akan diteruskan ke pusat agar mendapatkan persetujuan," katanya.

Meskipun ada pembebasan cukai untuk alkohol nonkomersial, pendapatan dari cukai tetap mengalir. Pada tahun ini pihaknya memperoleh target penerimaan sebesar Rp 1,8 triliun.

"Sampai akhir Agustus 2020, kami telah berhasil mengumpulkan pendapatan hingga Rp 1,1 triliun atau telah tercapai 54,5 persen," tutur dia.

Baca Juga

Pemerintah Siapkan Rp 100 Miliar Tanggung Akomodasi Isolasi OTG di Hotel Berbintang

Ia menambahkan pendapatan terbanyak bersumber dari cukai rokok. Total ada 15 pabrik rokok yang selama ini menopang pendapatan Kantor Bea dan Cukai Surakarta. (Ismail/Jawa Tengah)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH