Selama Lebaran Pertama dan Kedua, Yogyakarta Zero Pasien Positif Corona Sekretaris Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Biwara Yuswantana (MP/Teresa Ika

MerahPutih.Com - Selama hari raya Idulfitri tidak ada penambahan kasus positif corona di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan Zero growth pasien corona terjadi dua Hari Berturut-turut pada tanggal 24 dan 25 Mei 2020.

Sekretaris Tim Gugus Tuugas Penanganan COVID-19 DIY, Biwara Yuswantana, menjelaskan selama Idul Fitri berlangsung uji laboratorium sampel pasien corona hanya dilakukan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Dan Pengendalian Penyakit (BBTKLP) Yogyakarta.

Baca Juga:

Jawa Timur Kini Jadi Wilayah Dengan Laju Pertambahan Pasien Corona Terbanyak

"Tanggal 24 Mei sampel yang diuji sebanyak 109 sampel, dengan hasil diumumkan pada tanggal 25 Mei 2020 yaitu 0 kasus positif, 2 kasus sembuh, 1 kasus konfirmasi meninggal negatif, dan 6 orang negatif," jelas Biwara dalam jumpa pers di Yogyakarta, Selasa,(26/5).

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana
Sekretaris Gugus Tugas Convid 19, Biwara Yuswantana. Foto: MP/Teresa Ika

Sedangkan untuk tanggal 25 Mei masuk 83 sampel dengan hasil 0 positif corona, 7 orang sembuh, 2 pasien negatif, 2 kasus pasien PDP.

Walau tak ada penambahan kasus positif corona pria yang menjabat sebagai Kepala BPBD DIY ini tetap mengimbau warga untuk tidak lengah menjaga kebersihan sesuai dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Mohon untuk tetap berada di rumah dan jika terpaksa harus keluar rumah harap jaga jarak aman. Tingkatkan imun tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan berolahraga dengan teratur," tandasnya.

Juru bicara Tim Penanganan Covid -19 DIY Berty Murtiningsih menambahkan uji sampel swab tidak hanya digunakan untuk menguji PDP, namun justru sebagian besar digunakan utk menguji OTG hasil dari tracing reaktif hasil rapid test.

Baca Juga:

Waspada, Orang Tanpa Gejala di Jakarta Capai 14.448

"Uji swab OTG hasil rapid test reaktif dilakukan di Kab. Bantul, Sleman, dan Gunungkidul. Sebagian besar hasilnya uji Swab adalah negatif,"kata Berty.

Tapi bila hasil positif, maka akan masuk sebagai kategori PDP Positif. Kemudian mereka akan dirujuk ke RS Rujukan.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta.

Baca Juga:

Rapid Test Massal di Pasar Tradisional Solo, 2 Pedagang Pasar Burung Reaktif

Kredit : patricia


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH