Selama COVID-19, Polisi Hapus Denda Keterlambatan Bayar Pajak Kendaraan Pemilik kendaraan antre membayar pajak saat Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Samsat Corner di Alun-alun Malang, Jawa Timur, Senin (8/10/2018). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/kye/18.

MerahPutih.com - Kakorlantas Polri, Irjen Istiono menyebut pihaknya memberi keringanan pada masyarakat yang akan membayar pajak kendaraan bermotor buntut merebaknya wabah virus corona

"Selama KLB (kejadian luar biasa) COVID-19, yang terlambat bayar pajak sampai tanggal 29 Mei (2020) tidak didenda," ujar dia saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (1/4)

Baca Juga

Jokowi Pilih PSBB, DPR: Pemerintah tidak Punya Uang untuk Terapkan Lockdwon

Dirinya mengatakan, kebijakan pajak kendaraan motor akan ditentukan masing-masing oleh Pemerintah Daerah. Istiono memerintahkan Direktur Lalu Lintas di tiap wilayah untuk berkoordinasi dengan Pemda masing-masing.

STNK
Ilustrasi STNK

"Saya kemarin sudah sampaikan jajaran Dirlantas, agar koordinasi dengan Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah) Provinsi masing-masing," katanya.

Sejumlah pemerintah provinsi telah mengeluarkan kebijakan soal keringanan bagi wajib pajak kendaraan bermotor (PKB) yang telat membayarkan kewajibannya.

Baca Juga

Akui PSBB Paling Rasional, Istana: Pertimbangannya Tak Sederhana

Beberapa wilayah, seperti Riau, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Tengah telah mengeluarkan maklumat pembebasan denda keterlambatan

Pemerintah mengatakan kasus positif virus corona atau covid-19, hingga Selasa, 31 Maret 2020 pukul 12.00 WIB, mengalami penambahan. Ada penambahan 114 kasus baru sehingga total kasus pasien positif corona sebanyak 1.528 orang. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH