Disebut 'Gubernur Rasa Presiden', Makanya Banjir Dimana-mana Salah Anies Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: MP/Asropih)

Merahputih.com - Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi memandang wajar jika Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kerap mendapatkan serangan. Sebab, menurutnya ada penilaian Anies adalah Gubernur rasa Presiden.

"Anies ini selalu dikatakan Gubernur rasa Presiden. Makanya banjir di mana-mana salah Anies," kata Uchok di Jakarta, Rabu (19/2).

Baca Juga

Praktisi Hukum: Gegara Banjir, Anies Bisa Dimakzulkan

Menurut Uchok, Anies seorang pemimpin yang punya sopan santun, namun itu tidak cukup, karenanya dia berharap Anies bisa tegas kepada para bawahannya agar tidak ada yang berani macam-macam.

"Jangan kayak Ahok, asal ngomong, nggak jelas, mulut sambel," ucap dia.

Ucok juga mengkritisi keberadaan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) lantaran tidak mampu mengurai persoalan-persoalan yang ada di sekeliling Anies. Seharusnya, ketika Anies diserang, atau mendapatkan serangan, seperti yang pernah dilakukan PSI soal anggaran lem aibon, tim tersebut bisa segera bertindak untuk memberi klarifikasi.

anies posko banjir
Gubernur Anies Baswedan memantau situasi di posko banjir. (MP/Asropih)

Namun, sikap diam Anies justru mendapat apresiasi Pengamat perkotaan Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah. Karena, untuk menghadapi isu-isu yang miring terhadap Anies, maka tidak perlu dengan menanggapinya. Seperti masalah banjir yang disebutnya meski terjadi di luar Jakarta, yang disalahkan Anies.

"Masalah banjir Anies salah padahal banjir di Surabaya, banjir di Tanggerang, Anies salah. Tapi kalau Anies disebut Gubernur Indonesia tidak terima. Lalu soal Revitalisasi Monas, kita tidak perlu serang balik, itu hanya menutupi kelemahan bos mereka yang tidak mampu selesaikan masalah," ucap Amir.

Baca Juga

Anies Kerjasama dengan 21 Lembaga Atasi Banjir di Jakarta

Suara-suara sumbang terhadap Anies, tidak akan terjadi kalau tidak ada sumbernya dari dalam. Anies dalam membangun Jakarta bukan hanya sekedar fisiknya, tapi juga peradaban. "Rencana Anies bangun Jakarta itu, membangun peradaban, bukan sekedar fisik," tuturnya.

Dalam survei Indo Barometer, Anies berada di bawah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Joko Widodo dalam penanganan banjir dan kemacetan oleh lembaga survei Indo Barometer. Namun, sebagaimana dikutip Antara, Jakarta turun peringkat sebagai salah satu kota termacet menurut TomTom Traffic Index. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH