Selain Rp 180 Juta dan USD 30 Ribu, KPK Temukan Uang Lain di Ruang Kerja Menag Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/3) malam. Foto: MP?Ponco

MerahPutih.com - Tim penyidik Komisi Perberantasan Korupsi (KPK) menemukan uang lain selain Rp180 juta dan USD30 ribu saat menggeledah ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Senin (18/3) lalu.

Penggeledahan terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy.

"Kami sebenarnya juga menemukan uang-uang yang lain di ruang Menteri Agama pada saat itu. Yang dari informasi atau data yang ada di sana, itu merupakan uang honorarium. Uang tersebut tidak dibawa," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/3) malam.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MP/Ponco Sulaksono

Febri menjelaskan uang yang diduga sebagai honor Lukman itu tidak ikut disita penyidik. Menurut Febri, penyidik hanya menyita uang Rp180 juta dan USD30 ribu yang diduga terkait dengan kasus dugaan suap ini.

"Jadi sejak awal tim KPK sudah memisahkan, mana uang dalam amplop, yang mana honor, dan mana yang bukan," ungkap Febri.

Meskipun demikian, Febri memastikan pihaknya tetap akan memproses lebih lanjut kepada Lukman maupun saksi lainnya soal temuan uang dalam amlop tersebut.

Febri juga tidak merinci jumlah uang yang disebut-sebut sebagai honor itu. "Karena itu honor, tentu tidak kami hitung," imbuhnya.

Sebelumnya, tim penyidik telah menggeledah sejumlah lokasi pada Senin (18/3) lalu, yakni Kantor Kemenag, DPP PPP dan rumah Romahurmuziy. Di Kemenag, KPK menyita uang tunai senilai ratusan juta Rupiah dalam bentuk Rupiah dan Dollar Amerika Serikat dari ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Sementara di dua ruangan lainnya yang digeledah, yakni ruang kerja Sekjen Kemaenag Nur Kholis Setiawan dan ruang Kabiro Pegewaian, KPK menyita sejumlah dokumen penting terkait perkara ini.

Di Kantor DPP PPP, KPK menyita sejumlah dokumen terkait kepengurusan dan posisi Romi di DPP PPP. Selain itu, KPK juga menyita barang bukti elektronik, termasuk laptop saat menggeledah rumah Romi.

Sedangkan pada Selasa (19/3) lalu, tim penyidik menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur. Tim penyidik menyita sejumlah dokumen penting terkait perkara jual beli jabatan yang turut menjerat Kakanwil Kemag Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi tersebut.

Teranyar pada Rabu (20/3), tim penyidik menyita sejumlah dokumen terkait kepegawaian dan proses seleksi pengisian jabatan saat menggeledah Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Kabupaten Gresik

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (MP/Fadhli)
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (MP/Fadhli)

KPK menetapkan Romi sebagai tersangka jual beli jabatan di Kemenag. Romi dijerat bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH