Selain Purnomo, PKS Lirik Dua Cucu Paku Buwono XII Lawan Gibran

Selain Purnomo, PKS Lirik Dua Cucu Paku Buwono XII Lawan Gibran Putri Woelan Sari Dewi yang merupakan cucu PB XII Keraton Surakarta. (MP/Ismail)

MerahPutih.com - DPD PKS terus berusaha keras membentuk koalisi dan mengusung bakal calon Wali Kota Solo lain untuk melawan pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa. Sejumlah nama calon sudah sudah dikantongi untuk dilakukan penjaringan.

Ketua DPD PKS Solo Abdul Ghofar Ismail mengungkapkan, partai telah melakukan penjaringan nama-nama calon, di antaranya Achmad Purnomo, Putri Woelan Sari Dewi, dan Syailendra.

Baca Juga:

DPD PKS Geram Sekretaris F-PKS DPRD Solo Belot Dukung Gibran

"Sosok Purnomo merupakan mantan rival Gibran. Sedangkan Putri Woelan Sari Dewi, dan Syailendra keduanya adalah cucu dari mendiang Raja Keraton Kasunanan Surakarta Pakubuwono XII," ujar Gofar, Kamis (30/7).

Selain nama ketiga orang tersebut, kata dia, juga ada sosok seorang jenderal purnawirawan dari Jakarta. Namun, Ghofar masih enggan menyebutkan namanya.

"Pokoknya ada satu nama sosok seorang jenderal purnawirawan. Saya optimistis bisa mengusung cawali sendiri untuk melawan Gibran-Teguh," kata dia.

Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail. (MP/Ismail)
Ketua DPD PKS Solo Abdul Ghofar Ismail. (MP/Ismail)

Gofar mengatakan, PKS Solo tidak hanya menjaring nama-nama calon, tetapi juga sedang mengalang koalisi mengingat PKS hanya punya lima kursi dan masih kekurangan empat kursi lagi. Termasuk jika Purnomo tidak bersedia dicalonkan ada calon lain yang mau diusung.

"Kami masih meyakini ada peluang dukung caalon lain di sisa waktu pendaftaran di KPU. Apalagi partai seperti Golkar, PAN, dan Gerindra dengan masing-masing punya tiga kursi belum resmi dukung Gibran-Teguh," pungkasnya.

Baca Juga:

Gibran-Teguh Tebar Pesona, Kenakan Baju Seragam Politik Bergambar Naik Banteng

Di sisi lain, DPD PKS Solo akhirnya menjatuhkan sanksi pada anggota DPRD dari partai itu Didik Hermawan atas tindakannya memakai baju "Indonesia Raya", saat rapat paripurna di DPRD Solo, Rabu (29/7). Selama ini, baju tersebut identik dengan pendukung cawali Gibran Rakabuming Raka.

Sanksi yang dijatuhkan tersebut berupa pencopotan jabatan sebagai sekretaris F-PKS DPRD Solo. Jabatan Didik digantikan oleh anggota DPRD lainnya yakni Muhadi.

"Sanksi pencopotan (Didik) sebagai sekretaris fraksi ini berlaku sampai tahun ke depan. Dia (Didik) juga dilarang memakai baju relawan Gibran dalam forum resmi kedewanan," ketua FPKS Asih Sunjoto Putro pada Merahputih.com, Kamis (30/7).

Sekretaris FPKS DPRD Solo, Didik Hermawan (kanan) memakai baju pendukung Gibran, Rabu (29/7). (MP/Ismail)
Sekretaris FPKS DPRD Solo, Didik Hermawan (kanan) memakai baju pendukung Gibran, Rabu (29/7). (MP/Ismail)

Asih mengungkapkan pemberian sanksi dilakukan setelah DPD PKS dan FPKS melakukan klarifikasi pada Didik di ruangan FPKS di DPRD Solo, Kamis pagi. Didik telah mengakui perbuatannya dan meminta maaf.

"Sanksi yang dijatuhkan tersebut merupakan konsekuensi dari perbuatan yang bersangkutan. Peristiwa ini juga menjadi perhatian kader DPD PKS dan khususnya anggota DPPRD PKS agar tidak sembrono dalam bersikap dan berbuat di forum resmi," papar dia.

Dikonfirnasi, Didik Hermawan mengaku siap menerima saksi yang dijatuhkan DPD PKS atas dirinya. Ia juga meminta maaf kepada umat dan kader, dan simpatisan PKS.

"Saya minta maaf jika diaggap bersalah. Saya siap menerima konsekuensi apapun dari partai," tutup Didik. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Ketum PAN Beberkan Alasan Dukung Gibran dan Bobby di Pilkada 2020

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PPATK Belum Proses Permintaan Periksa Keuangan Asabri
Indonesia
PPATK Belum Proses Permintaan Periksa Keuangan Asabri

"Belum-belum (diawasi dan diperiksa PPATK)," tutup Kiagus.

Virologi UGM Sebut Vaksin Sinovac Bukan Solusi Hentikan Pandemi
Indonesia
Virologi UGM Sebut Vaksin Sinovac Bukan Solusi Hentikan Pandemi

"Vaksin bukan satu-satunya cara menghentikan pandemi COVID-19. Ada cara lain yang lebih efektif yakni disiplin menerapkan sosial distancing, menjaga kebersihan dan kesehatan," ujar Hakim

 Terungkap Fakta, Kaum Pria di Jawa Timur Lebih Rentan Terkena COVID-19
Indonesia
Terungkap Fakta, Kaum Pria di Jawa Timur Lebih Rentan Terkena COVID-19

"Laki-laki mudah kena terserang. Ada 65 persen laki-laki yang terkena, mungkin karena banyak keluyuran. Jadi lebih beresiko," kata dr. Kohar

Media dan Aktivis Diretas, Polisi Harus Usut Tanpa Diskriminasi
Indonesia
Media dan Aktivis Diretas, Polisi Harus Usut Tanpa Diskriminasi

Indonesia memang belum memiliki kebijakan perlindungan data pribadi, dan RUU Perlindungan Data Pribadi masih merupakan PR untuk dibahas di DPR.

IPW Sebut Tidak akan Ada Tersangka Baru Kasus Penyerangan Novel Baswedan
Indonesia
IPW Sebut Tidak akan Ada Tersangka Baru Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Neta mengatakan kasus penyerangan air keras biasanya kasus individual tanpa melibatkan komplotan atau disuruh orang lain.

Firli Bahuri Tidak Mau Berkomentar Sebelum Diperiksa Dewas KPK
Indonesia
Firli Bahuri Tidak Mau Berkomentar Sebelum Diperiksa Dewas KPK

Sidang etik digelar secara tertutup mulai pukul 09.00 WIB

Legislator PDIP Protes Kota Tegal di-Lockdown
Indonesia
Legislator PDIP Protes Kota Tegal di-Lockdown

"Jangan menentang pemerintah pusat. Ada konstitusi yang mengatur semuanya dan percayalah pemerintah pusat akan melakukan yang terbaik untuk seluruh wilayah," ujarnya

Polisi Dianggap 'Thogut'
Indonesia
Polisi Dianggap 'Thogut'

Dugaan kuat ini adalah aksi balasan pasca kematian Baghdadi

Jurnalis Cirebon Peduli Anak Bagikan 1.000 Masker Karakter
Indonesia
Jurnalis Cirebon Peduli Anak Bagikan 1.000 Masker Karakter

Pemakaian masker untuk menghambat penularan COVID-19 sangat penting.

KAI Operasionalkan 10 KA Jarak Jauh Mulai Hari Ini, Cek Jadwalnya
Indonesia
KAI Operasionalkan 10 KA Jarak Jauh Mulai Hari Ini, Cek Jadwalnya

Berikut seluruh jadwal keberangkatan KA Jarak Jauh yang beroperasi di area Daop 1 Jakarta Mulai Jumat (10/7)