Selain Mengusir Stres, Traveling Juga Cegah Demensia Traveling dapat mencegah demensia. (Foto: Pixabay)

DEMENSIA adalah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak. Gejalanya antara lain berkurangnya daya ingat, kemampuan berpikir dan memahami bahasa.

Sindrom ini biasanya menyerang orang-orang berusia di atas 65 tahun. Meski terdengar menyeramkan, Anda tidak perlu cemas dengan ancaman demensia pada usia lanjut. Ada beberapa cara menghindarinya.

Salah satunya, traveling atau melancong. Dokter Spesialis Saraf Gea Pandhita dari Rumah Sakit Pondok Indah-Bintaro Jaya mengungkapkan proses degeneratif demensia dapat diperlambat dengan melakukan aktivitas sosial dan fisik serta stimulasi otak. Olahraga merupakan bentuk aktivitas fisik yang ia sarankan.

“Olahraga minimal 30 menit,” ujarnya.

Gea menyarankan pula Anda melakukan lima kali dalam seminggu. Traveling juga merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik dan sosial. Selama melancong, Anda tentunya berjalan kaki mengelilingi objek wisata sambil menikmati pemandangan sekitar. Jalan-jalan merupakan bentuk aktivitas fisik yang berguna untuk mencegah demensia.

Wisata bersama keluarga atau teman-teman juga bisa menjadi aktivitas sosial yang, lagi-lagi, dapat mengurangi risiko terkena demensia.

Anda yang gemar traveling pasti senang dengan info ini. Dan jadi makin semangat untuk mengisi libur dengan berwisata kan? Jangan lupa, bulan depan banyak hari libur nasional lo. Jadi siapkan diri Anda untuk traveling. (*)

Buat Anda yang ingin menjadi pengusaha di usia muda, simak tipsnya pada artikel ini.

Kredit : rina

Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH