Selain Kendaraan, Anies Sebut Polusi di Jakarta Disebabkan Hal Ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, polusi udara yang terjadi di ibu bukan hanya berasal dari kendaraan. Melainkan juga disebabkan oleh adanya pembangkit tenaga listrik dengan batu bara di sekitar DKI Jakarta.

"Karena komponen polusi Jakarta bukan hanya kendaraan bermotor. Tapi yang besar adalah pusat listrik tenaga batu bara itu," kata Anies di Jakarta, Kamis (6/6).

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Foto; MP/Asropih

Nantinya orang nomor satu di Jakaera itu bakal mempresentasikan data yang dimilikinya. Anies mengungkapkan pembangkit listrik itu berada di sekitar daerah ibu kota, tapi imbasnya terasa hingga Jakarta.

BACA JUGA: Lalu Lintas Menuju Destinasi Wisata di Jakarta Padat

"Sekitaran Jakarta, tapi efeknya ke kita. Udah ada data nanti abis lebaran minta data," jelas dia.

Untuk mengatasi polusi udara di Jakarta, menurut Anies, dibutuhkan perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha untuk memperbaiki kualitas udara.

"Karena perilaku kitalah yang menyisakan seperti ini dan kerusakan itu dan itu harus diubah dan semua harus mengubah," jelasnya.

Namun kata dia guna mengatasi persoalan udara, masyarakat diharapkan tak hanya mengandalkan pemerintah saja.

Ilustrasi penambang batu bara

BACA JUGA: Buton Rusuh dan Memanas, 87 Rumah Warga Dibakar Massa

Sambung Anies, diperlukan kerjasama pihak lain untuk mendukung perbaikan polusi yang menjadi permasalahan di Jakarta.

"Kalau pemerintah yang mengkoreksi enggak cukup karena komponen pemerintah kecil. Beri contoh kendaraan misalnya, dari 17 juta kendaraan mobil yang terkait pemerintah hanya 141 ribu. Enggak cuma 1 persen karena 1 persennya 170 ribu ini hanya 141 ribu. Jadi kalau pemerintah aja yang koreksi enggak cukup, yang paling besar justru rumah tangga dan swasta," tutup Anies (Asp).

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bertambah 64 Sehari, Jumlah Korban Meninggal akibat Virus Corona Kini 425
Indonesia
Bertambah 64 Sehari, Jumlah Korban Meninggal akibat Virus Corona Kini 425

Korban jiwa akibat wabah virus corona di Tiongkok tercatat 425 orang. Jumlah itu berarti bertambah sebanyak 64 orang dari satu hari sebelumnya

Wagub DKI: 3 Hotel Pasien OTG Belum Bisa Digunakan
Indonesia
Wagub DKI: 3 Hotel Pasien OTG Belum Bisa Digunakan

Untuk saat ini, pasien OTG dan gejala ringan masih dirujuk ke Wisma Mandiri Kemayoran

RSKD Duren Sawit Rawat 82 Pasien Positif Corona
Indonesia
RSKD Duren Sawit Rawat 82 Pasien Positif Corona

"Ada 30 positif dan 30 PDP (pasien dalam pengawasan). Jadi, yang kami rawat sekitar 60 orang," kata Direktur RSKD Duren Sawit Jakarta Timur, Theryoto

Dukung Tapera, KSPI Minta Pemerintah Sediakan Rumah dan Berlaku Khusus WNI
Indonesia
Dukung Tapera, KSPI Minta Pemerintah Sediakan Rumah dan Berlaku Khusus WNI

Jika hanya berbentuk tabungan, lanjut Said Iqbal, maka buruh tetap saja akan kesulitan untuk membeli rumah

Perbaikan Kampung Kumuh PR Anies Setelah Pandemi COVID-19
Indonesia
Perbaikan Kampung Kumuh PR Anies Setelah Pandemi COVID-19

Gubernur Anies memiliki pekerjaan rumah (PR) yang berat karena harus menghadapi virus corona dan perlu mengeluarkan kebijakan penanggulangan.

Pembubaran FPI Dinilai Jadi "Kado Manis" di Penghujung Tahun 2020
Indonesia
Pembubaran FPI Dinilai Jadi "Kado Manis" di Penghujung Tahun 2020

Keputusan pemerintah membubarkan Front Pembela Islam (FPI) menuai apresiasi dari berbagai pihak.

Cerita Cak Imin yang Pidatonya Pernah Diluruskan Gus Dur
Indonesia
Cerita Cak Imin yang Pidatonya Pernah Diluruskan Gus Dur

Membaca sejarah Gus Dur sama dengan membaca sejarah bangsa

Jawa Timur Masih Mendominasi Laju Pertambahan Kasus Corona
Indonesia
Jawa Timur Masih Mendominasi Laju Pertambahan Kasus Corona

Total kasus positif di Jawa Timur kini mencapai 7.421 orang.

John Kei Bikin Video Provokasi Sebelum Serang Nus Kei
Indonesia
John Kei Bikin Video Provokasi Sebelum Serang Nus Kei

Video tersebut, lantas dijadikan barang bukti dalam kasus John Kei melawan Nus Kei ini.

Sehari Positif COVID-19 Tambah Nyaris 1.000, Pengamat Kritik Istana Mulai Bingung
Indonesia
Sehari Positif COVID-19 Tambah Nyaris 1.000, Pengamat Kritik Istana Mulai Bingung

Belum lagi usulan kelonggaran PSBB dan berdamai dengan COVID-19