Selain Donald Trump, Beberapa Pemimpin Negara Ini Juga Pernah Dimakzulkan Selain AS beberapa negara lain juga pernah memakzulkan presidennya (Foto: unsplash/Jose Moreno)

PRESIDEN AS Donald Trump menjadi presiden keempat dalam sejarah kepresidenan Amerika Serikat yang pernah dimakzulkan oleh DPR AS. Diduga melakukan penyalahgunaan kekuasaan, DPR AS resmi memakzulkan presiden Trump terhitung per 18 Desember 2019.

Namun Trump bukan satu-satunya presiden AS yang pernah dimakzulkan. Ada tiga presiden AS lainnya yang ternyata juga pernah dimakzulkan, di antaranya adalah Andrew Johnson (1868), Richard Nixon (1974), dan Bill Clinton (1998). Namun Johnson dan Clinton masing masing gagal dimakzulkan karena kekurangan dukungan suara pemakzulan di DPR AS, sementara Nixon terlebih dulu memilih mengundurkan diri sebelum DPR mulai memungut suara untuk memakzulkan dirinya.

Baca juga:

Trump Anggap Upaya Pemakzulan Sebagai 'Kudeta Bunuh Diri' Demokrat

Pemakzulan presiden tidak hanya terjadi di AS saja, di beberapa negara lain juga pernah memakzulkan presidennya termasuk Indonesia. Negara mana saja, dan siapa saja presiden yang pernah dimakzulkan? Berikut beberapa di antaranya.

1. Indonesia, Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Selain Donald Trump, Beberapa Pemimpin Negara Ini Juga Pernah Dimakzulkan
Gus Dur pernah dimakzulkan karena dituduh menyalahgunakan dana (foto: gusdur.net)

Presiden keempat Indonesia ini juga pernah dimakzulkan lewat sidang MPR tahun 2001. Gus Dur dituding menyalahgunakan Dana Yanatera Bulog dan bantuan dana dari Sultan Brunei Darussalam.

Saat itu mendiang Gus Dur juga punya banyak lawan politik di dalam negeri yang memang ingin menjatuhkan Gus Dur karena menghapus orang-orang dari rezim lama yang memegang sektor-sektor penting pemerintahan dan lembaga negara.

2. Rusia, Boris Yeltsin

Selain Donald Trump, Beberapa Pemimpin Negara Ini Juga Pernah Dimakzulkan
Boris Yeltsin menjadi presiden pertama Rusia dan presiden pertama yang dimakzulkan negara tersebut (foto: britannica)

Setelah era Uni Soviet, Boris Yeltsin adalah presiden pertama Rusia yang menjabat kala itu. Pertama menjabat pada 1991, kala itu Yeltsin harus menghadapi berbagai tekanan politik dari kaum komunis garis keras.

Akhirnya, pada Maret 1993 Yeltzin dimakzulkan, alasannya karena Yeltsin ingin memperbaiki ekonomi negara yang terguncang dengan mendorong pasar bebas.

Sayangnya keputusan itu ditentang oleh kongres wakil rakyat, membuat Yeltsin ingin membentuk kongres baru. Imbasnya pemerintahan Yeltsin hampir dikudeta, namun digagalkan oleh militer yang setia pada pemerintahan Yeltsin.

Pada September 1993 dan 1999 Yeltsin kembali menghadapi tuntutan pemakzulan, namun keduanya tetap gagal karena tidak mendapat cukup suara.

3. Korea Selatan, Geun-Hye

Selain Donald Trump, Beberapa Pemimpin Negara Ini Juga Pernah Dimakzulkan
Park Geun-Hye adalah presiden wanita pertama Korsel sekaligus presiden pertama yang dimakzulkan di negara tersebut (foto: matamatapolitik)

Park Geun-Hye menjadi presiden kesebelas Korsel sekaligus presiden wanita pertama di negara tersebut. Pilihan Partai Saenuri tersebut berhasil memenangkan pemilu 2012 dengan keunggulan 51,6 persen suara.

Namun Geun-Hye dituduh melakukan korupsi dengan bantuan teman lamanya Choi Soon-sil. Ia menyalahgunakan hubungannya dengan Geun-Hye untuk memaksa konglomerat besar negara itu menyumbangkan jutaan dolar ke yayasan yang didirikan untuk mendukung Geun-Hye.

Geun-Hye menjadi presiden pertama Korsel yang dimakzulkan, beliau pun mengakui perbuatannya dan akhirnya dihukum hingga 24 tahun penjara, namun pada 2018 lalu hukuman untuk Geun-Hye ditambah menjadi 32 tahun penjara. Geun-Hye didakwa menggunakan uang negara sebesar Rp 42 miliar untuk keperluan pribadi dan memenangkan partainya dalam Pemilu 2016 di Korea Selatan. (Drw)

Baca juga:

229 Anggota DPR AS Sepakat Makzulkan Donald Trump



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH