Sektor Manufaktur Disebut Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 24 November 2023
Sektor Manufaktur Disebut Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam acara KADIN Leaders Dinners di Jakarta, Rabu (22/11/2023). (ANTARA/HO-Kementerian Keuangan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bank Indonesia melansir pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 masih akan berada dalam kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen. Kondisi ini seiring dengan perekonomian nasional yang diprediksi masih tetap baik pada triwulan terakhir tahun ini.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, proyeksi ekonomi Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di antara negara ASEAN dan G20, di tengah ketidakpastian saat ini.

Baca Juga:

BI Masih Yakin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Capai 5,3 Persen

"Ekonomi Indonesia masih diperkirakan tumbuh 5 persen dan ini termasuk yang tertinggi dibandingkan negara-negara lain di ASEAN maupun G20," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Virtual APBN KITA Edisi November 2023 di Jakarta, Jumat (24/11).

Ia menyebutkan, salah satu indikator yang membuat prospek ekonomi Indonesia masih baik hingga saat ini yaitu masih ekspansifnya aktivitas sektor manufaktur, dengan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur sebesar 51,5 pada Oktober 2023.

Indonesia telah masuk dalam 30,4 persen negara G20 dan ASEAN-6 yang mencatat PMI Manufaktur ekspansif, selain Filipina, Singapura, India, Amerika Serikat (AS), Meksiko, dan Rusia.

Sementara sebesar 69,6 persen negara mencatatkan PMI Manufaktur yang kontraksi, yakni Eropa, Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Vietnam, Kanada, Brasil, Afrika Selatan, Turki, dan Australia.

"Ini artinya sektor riil terutama manufaktur masih mengalami tekanan yang masih berlanjut dari mulai pandemi hingga sekarang," katanya.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dikeluarkan berbagai lembaga internasional pada tahun 2023 sebesar 5 persen menjadikan Indonesia berada di peringkat ketiga dengan prospek pertumbuhan ekonomi terbaik di ASEAN dan G20 setelah India sebesar 6,3 persen dan Filipina sebesar 5,3 persen.

Proyeksi tersebut bahkan jauh di atas perkiraan pertumbuhan ekonomi global yang berada di level 2,1 persen (Bank Dunia) serta 3 persen (Dana Moneter Internasional/IMF).

Sementara, ekonomi Tiongkok diperkirakan tumbuh 5 persen pada tahun ini, Turkiye dan Malaysia 4 persen, Meksiko 3,2 persen, Brasil 3,1 persen, Thailand 2,7 persen, Spanyol 2,5 persen, Rusia 2,2 persen, AS 2,1 persen, Jepang 2 persen, Australia 1,8 persen, serta Korea Selatan 1,4 persen. (*)

Baca Juga:

Dunia Perbankan Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

#Ekonomi Indonesia #Inflasi #Pertumbuhan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
APBN 2027 menganggarkan belanja Rp 4.106,3 triliun dengan defisit Rp 671,2 triliun atau 2,4 persen PDB untuk mendukung target ekonomi 6 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Ungkap Arah APBN 2027, Menkeu Suahasil: Kejar Pertumbuhan 6 Persen Tetap Jaga Disiplin Fiskal
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Sebanyak 292 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH cabai merah pada minggu pertama Oktober. Sementara itu, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan di 259 kabupaten/kota.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Indonesia
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2050. Ia menyoroti inflasi 2,92 persen dan investasi Rp 1.010 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Berita Foto
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Peluncuran Riset: The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 20 Agustus 2026
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Indonesia
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Pemerintah mematok asumsi harga minyak mentah Indonesia USD75 per barel dalam RAPBN 2027. Lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
RAPBN 2027: Pemerintah Patok Harga Minyak USD 75 per Barel, Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari
Bagikan