Sekretariat PII Diduga Dirusak Aparat, Sejumlah Aktivis Ditangkap Polda Metro Konferensi pers Pelajar Islam Indonesia (PII) terkait perusakan sekretariat dan penangkapan sejumlah aktivis oleh polisi. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Kompleks kantor Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Pelajar Islam Indonesia (PII) yang berlokasi di Jalan Menteng Raya diduga menjadi sasaran aparat kepolisian sebagai buntut aksi unjuk rasa menolak UU Omnibus Law - Cipta Kerja, Selasa (13/10) kemarin.

Total ada 10 kader PII yang ditangkap dan telah digelandang ke Polda Metro Jaya. Mereka adalah Anja Hawari Fasya (Ketua Umum PW PII Jakarta) , Moch Syafiq Lamenele (Ketua Umum PD PII Jakut), Miqdadul Haq (Bendum PD PII Jakut), Khaerul Hadad (Kastaff Teritorial Koorwil Brigade PII Jakarta), dan Lulu Bahijah Sungkar (Kastaff Adlog Koorwil Brigade PII Jakarta).

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PII Husin Tasrik Makrup mengatakan, aksi dugaaan perusakan di markasnya terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca Juga:

Kapolda Metro Berikan Rompi Khusus untuk Jurnalis

"Dengan dalih menyisir dan sweeping masa aksi tolak UU Ciptaker yang terlibat kerusuhan," ujar Husin kepada wartawan di kawasan Menteng, Rabu (14/10).

Tak lama berselang, aparat kepolisian menembakan gas air mata ke arah kantor PB PII dan PW PII Jakarta. Sontak, para pengurus yang berada di lokasi langsung mengamankan diri.

Husin mengatakan, aparat kepolisian tiba-tiba mendobrak pintu kantor sekretariat. Lantas, terjadilah aksi pemukulan dan penganiayaan yang dilakukan oleh polisi.

"Tiba-tiba pintu didobrak dan terjadi pemukulan, penganiayaan, dan perusakan sekretariat PII Jakarta," sambungnya.

Konferensi pers Pelajar Islam Indonesia (PII) terkait perusakan sekretaria dan penangkapan sejumlah aktivis oleh polisi. (Foto: MP/Kanugrahan)
Lokasi perusakan sekretariat Pelajar Islam Indonesia (PII) oleh polisi. (Foto: MP/Kanugrahan)

Husin menegaskan, para pengurus PW PII dan PB PII tidak terlinat dalam aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh tersebut. Mereka yang sedang berada di lokasi kejadian tiba-tiba diserang, dipukul, dan diangkut ke Mapolda Metro Jaya.

"Sementara berada di sekretariat, tiba-tiba mendapat serangan, pemukulan, diskriminasi serta diangkut ke Polda Metro Jaya," beber dia.

Kompleks kantor GPII masih tampak berserakan. Barang-barang seperti meja dan bangku berserakan di mana-mana.

Bercak darah juga masih membekas di lantai di salah satu ruangan di kantor GPII. Sebagai informasi, di kompleks kantor GPII, juga terdapat kantor PB Pelajar Islam Indonesia (PII).

Polisi menjelaskan soal tudingan disebut merusak kantor PP Gerakan Pemuda Islam Indonesia yang ada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Semua berawal dari aksi kerusuhan demo tolak Undang-Undang Cipta Kerja Omnibud Law, Selasa 13 Oktober kemarin yang menjalar ke sekitaran kantor GPII.

"Saat massa sudah buar terjadi di daerah Menteng ada pembakaran ban dan penutupan jalan yang dilakukan sekelompok orang," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Baca Juga:

Pelajar Anarko Menyusup dan Bikin Rusuh Demo Hari Ini, Kapolda Metro: Harusnya Tidak Boleh

Polisi sempat mengimbau massa agar membubarkan diri. Tapi, lantaran massa tidak mengindahkannya, lantas polisi memukul mundur massa tersebut.

Dari mereka ada yang lari ke gang hingga bersembunyi di kantor GPII.

"Petugas di lapangan sudah mengimbau segera dimatikan dan buka jalan tersebut. Imbauan enggak diindahkan dan petugas coba mendorong mereka melarikan diri ke gang dan masuk ke GPII itu," katanya.

Polisi lantas mengamankan empat orang yang bersembunyi di kantor GPII. Meski begitu, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah keempat orang yang diamankan itu merupakan anggota GPII atau bukan.

"Memang benar saat massa sudah buar terjadi di daerah Menteng ada pembakaran ban dan penutupan jalan yang dilakukan sekelompok orang. Kita amankan ada empat dan ini masih kita dalami, bagaimana hasilnya kita tunggu saja," katanya. (Knu)

Baca Juga:

PA 212 Cs Demo, Polda Metro Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Istana Negara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
JHL Group Tancap Gas, Beri Bantuan APD ke Sejumlah Puskesmas
Indonesia
JHL Group Tancap Gas, Beri Bantuan APD ke Sejumlah Puskesmas

Bantuan tersebut berupa ratusan APD baju hazmat, masker, hand sanitizer, faceshield

Pelajar Rentan COVID-19, DPR Usul Pemerintah Bentuk 'Sekolah Virtual'
Indonesia
Pelajar Rentan COVID-19, DPR Usul Pemerintah Bentuk 'Sekolah Virtual'

Jadi, anak-anak belajar seperti biasa yang ada jadwal pelajarannya dengan guru bergantian mengajar sesuai mata pelajaran masing-masing

Kapolda Jabar Sesalkan Rizieq Shihab Pulang Diam-diam dari RS UMMI
Indonesia
Kapolda Jabar Sesalkan Rizieq Shihab Pulang Diam-diam dari RS UMMI

"Itu ada konsekuensi hukum yang harus dipertanggungjawabkan," ucap dia.

Warga Solo Deklarasi Tolak Demo Anarkis
Indonesia
Warga Solo Deklarasi Tolak Demo Anarkis

Deklarasi ini ingin menyamakan visi serta persepsi, agar penyampaian pendapat di muka umum dapat dilakukan dengan azas berimbang antara hak dan kewajiban serta bertanggung jawab.

Akibat PSBB, Ketua MPR Prediksi Ekonomi Indonesia Memburuk
Indonesia
Akibat PSBB, Ketua MPR Prediksi Ekonomi Indonesia Memburuk

Perekonomian negara yang terus memburuk akan menyebabkan semakin banyak orang menderita akibat kemiskinan atau masyarakat tidak berpenghasilan lagi akibat PHK.

Ubah Pandemi COVID-19 Jadi The New Normal, Jabar Luncurkan Pasar Digital
Indonesia
Ubah Pandemi COVID-19 Jadi The New Normal, Jabar Luncurkan Pasar Digital

Para pedagang pasar pun diminta untuk menyesuaikan diri dengan sistem perdagangan era 4.0 ini.

Setelah Divaksin Bukan Berarti Bebas Lepas Masker
Indonesia
Setelah Divaksin Bukan Berarti Bebas Lepas Masker

Protokol memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak tetap harus ditingkatkan.

Dua Menteri Jokowi Bertemu di Kertanegara, Pengamat: Rakyat Butuh Kerja Serius
Indonesia
Dua Menteri Jokowi Bertemu di Kertanegara, Pengamat: Rakyat Butuh Kerja Serius

Dalam pertemuan di Kertanegara, Senin (6/7) sore itu, baik Airlangga maupun Prabowo Subianto tak mau bicara banyak

PDIP Anggap KAMI Hanya Tebar Intrik Tendensius
Indonesia
PDIP Anggap KAMI Hanya Tebar Intrik Tendensius

"KAMI diharapkan memberikan masukan argumentatif, solutif, khususnya terkait persoalan pandemi COVID-19. Ternyata tidak demikian" ujar Aria

 Gugatan Warga Terhadap Pemprov DKI Terkait Banjir Masuki Sidang Perdana
Indonesia
Gugatan Warga Terhadap Pemprov DKI Terkait Banjir Masuki Sidang Perdana

"Para penggugat mendapat tekanan berupa pertanyaan dan permintaan agar tidak usah melakukan gugatan terhadap pemprov Jakarta," ujar Azas.