Sekolah Harus Kerja Sama dengan Puskesmas Sebelum Belajar Tatap Muka Ilustrasi - Siswa SMP di Kudus ketika masa perkenalan sekolah. (FOTO ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

MerahPutih.com - Sekolah-sekolah yang akan membuka belajar tatap muka mulai Januari 2021 perlu bekerja sama dengan puskesmas. Hal itu untuk menjaga penerapan protokol kesehatan dan penanganan jika terjadi kasus.

"Sekolah berkoordinasi dengan gugus tugas setempat dan penyedia fasilitas kesehatan terutama puskesmas, paling tidak puskesmas dapat memberi pembinaan agar sekolah disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata epidemiolog Universitas Sriwijaya Iche Andriany Liberty di Palembang, Rabu (25/11).

Sekolah dan puskesmas dapat bekerja sama terkait pelaksanaan tes cepat rutin dan pengecekan berkala kepada guru maupun siswa.

Baca Juga:

Ini Jadwal Sekolah Tatap Muka di Papua

Menurut dia, penyebaran COVID-19 di Sumsel belum terkendali dengan meratanya zona oranye, sehingga mobilisasi siswa saat belajar tatap muka dikhawatirkan masih berpotensi meningkatkan kasus.

Terutama jenjang PAUD dan sekolah dasar yang dinilainya belum mampu menerapkan protokol kesehatan dengan baik meski sudah diatur sekolah, apalagi persiapan prokes hanya terpaut satu bulan dari pengumuman yang disampaikan Kemendikbud RI.

"Namun untuk siswa SMA maupun SMK rasanya sudah mengerti prokes, jadi persiapan membuka sekolah satu bulan sudah cukup," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Epidemiolog Universitas Sriwijaya Dr Iche Andriany Liberty (ANTARA/Aziz Munajar/20)
Epidemiolog Universitas Sriwijaya Dr Iche Andriany Liberty (ANTARA/Aziz Munajar/20)

Selain itu, ia mengimbau belajar tatap muka lebih diprioritaskan untuk wilayah yang memang sulit menjangkau akses daring seperti daerah pinggiran dan blank spot internet, sedangkan wilayah kota besar lebih baik tetap bertahan dengan belajar daring.

"Di sekolah mungkin prokesnya bisa dipantau, tetapi setelah siswa keluar sekolah tidak ada yang bisa menjamin, terutama daerah yang mobilitasnya tinggi seperti di kota-kota," kata Iche menambahkan.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Riza Pahlevi mengatakan, sekolah yang akan belajar tatap muka mulai Januari 2021 harus memperoleh persetujuan dari orang tua siswa dan Gugus Tugas COVID-19 setempat.

"Ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi sekolah, terutama protokol kesehatan pencegahan COVID-19," kata Riza.

Baca Juga:

DPR Dukung Pembukaan Sekolah Tatap Muka di 2021

Selain itu disiplin protokol kesehatan tidak dibebankan kepada sekolah sepenuhnya, menurut dia orang tua juga bertanggung jawab dalam memastikan siswa mematuhi protokol kesehatan agar pencegahan COVID-19 lebih maksimal.

Sementara kasus konfirmasi positif COVID-19 di Sumsel per 25 November telah mencapai 9.219 kasus sejak 23 Maret, posisinya berada di peringkat 14 besar nasional dengan tingkat kesembuhan mencapai 82 persen. (*)

Baca Juga:

Satgas Ingatkan Syarat Sekolah Gelar Belajar Tatap Muka

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PT Angkasa Pura II Buka Pelayanan Tes COVID-19 Untuk Masyarakat Umum
Indonesia
PT Angkasa Pura II Buka Pelayanan Tes COVID-19 Untuk Masyarakat Umum

Layanan tes COVID-19 di Airport Health Center Terminal 1 bagi masyarakat umum ini tersedia untuk walk in service (24 jam) dan drive thru service

Masyarakat Adat Bayan Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani
Indonesia
Masyarakat Adat Bayan Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani

Menjaga Gunung Rinjani itu, kata dia, sudah menjadi tradisi turun temurun di masyarakat adat Bayan

Peningkatan Pesat Kasus COVID-19 di Jakarta Jadi Sorotan, Mayoritas Sasar Usia Produktif
Indonesia
Peningkatan Pesat Kasus COVID-19 di Jakarta Jadi Sorotan, Mayoritas Sasar Usia Produktif

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyoroti penyebaran virus corona di DKI Jakarta yang tak ada hentinya.

 Makin Meluas, Dua Warga Papua Positif Corona
Indonesia
Makin Meluas, Dua Warga Papua Positif Corona

Dari informasi yang dihimpun, keduanya adalah pria berusia 46 dan 31 tahun yang mengalami gejala batuk dan demam.

Jiwa Korsa Jadi Alasan Oknum TNI Serang Polsek Ciracas
Indonesia
Jiwa Korsa Jadi Alasan Oknum TNI Serang Polsek Ciracas

Puspom TNI AD mendapati insiden tersebut dilatarbelakangi atas pemahaman jiwa korsa prajurit yang keliru melihat rekannya, Prada MI, diduga dikeroyok.

KRL Jogja-Solo Mulai Uji Coba, 6 Juta Penumpang Bakal Terlayani di 2021
Indonesia
KRL Jogja-Solo Mulai Uji Coba, 6 Juta Penumpang Bakal Terlayani di 2021

KRL Jogja-Solo ini nantinya bakal menggantikan KA Prameks yang selama ini melayani penumpang setiap hari dengan rute Jogja-Solo.

Komisi II Agendakan Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2020 Pekan Depan
Indonesia
Komisi II Agendakan Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2020 Pekan Depan

Selain itu, berbagai persoalan dalam pelaksanaan pilkada akan dibahas

Diduga Hendak Merusuh, Puluhan Remaja Diamankan Dekat Istana Negara
Indonesia
Diduga Hendak Merusuh, Puluhan Remaja Diamankan Dekat Istana Negara

Sebanyak 33 remaja diamankan karena diduga hendak berbuat ricuh saat demo setahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

DPD Minta PHK Kepada Pekerja Terdampak COVID-19 Harus Sesuai UU
Indonesia
DPD Minta PHK Kepada Pekerja Terdampak COVID-19 Harus Sesuai UU

Undang-Undang Ketenagakerjaan juga menetapkan jumlah pesangon

Bagaimana Hak-Hak Pekerja Konstruksi di Tengah Pandemi COVID-19?
Indonesia
Bagaimana Hak-Hak Pekerja Konstruksi di Tengah Pandemi COVID-19?

Perlu ada percepatan penyiapan dan pembangunan infrastruktur