Sekolah Garuda Resmi Diperkenalkan, Murid Berprestasi Yakin Bisa Raih Mimpi Kuliah di Luar Negeri

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 09 Oktober 2025
Sekolah Garuda Resmi Diperkenalkan, Murid Berprestasi Yakin Bisa Raih Mimpi Kuliah di Luar Negeri

Siswi kelas 12 SMAN Unggulan MH Thamrin, Jakarta, Talita Almira Salsabila. Foto: MerahPutih.com/Ponco

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Siswi kelas 12 SMAN Unggulan MH Thamrin, Jakarta, Talita Almira Salsabila, memukau peserta yang hadir dalam acara pengenalan Program Sekolah Garuda Transformasi di sekolah tersebut.

Tampil penuh percaya diri, Talita menyampaikan cita-citanya untuk mengawinkan sains, etika, dan kebijakan publik dalam karier masa depannya.

Tepuk tangan pun bergemuruh ketika Talita mengungkapkan rasa bangganya sebagai salah satu penerima manfaat Program Sekolah Garuda.

"Saya bangga menjadi bagian dari generasi Garuda. Generasi yang tidak hanya bermimpi, tapi juga bertranformasi. Generasi yang tidak hanya berhasil, tapi juga bermakna,” kata Talita di acara pengenalan Program Sekolah Garuda di SMAN Unggulan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (8/10).

Baca juga:

Sekolah Garuda Bisa Diakses Anak Dari Keluarga Miskin, Menengah dan Mampu, Syaratnya Berprestasi

SMAN Unggulan MH Thamrin merupakan satu dari 12 Sekolah Garuda transformasi yang hari ini resmi diperkenalkan.

Sekolah Garuda transformasi lainya adalah SMAN 10 Fajar Harapan, Aceh; SMA Unggul Del, Sumatera Utara; MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Selain di Jakarta, ada SMA Cahaya Rancamaya, di Bogor Jawa Barat; SMA Taruna Nusantara, Magelang Jawa Tengah; SMA Pradita Dirgantara, Boyolali, Jawa Tengah; SMAN 10 Samarinda, Kalimantan Timur; SMAN Banua BBS, Kalimantan Selatan; MAN Insan Cendekia Gorontalo, Gorontalo; SMAN Siwalima Ambon, Maluku; dan SMA Averos Sorong, Papua Barat Daya.

Talita pun berharap, Program Sekolah Garuda yang digagas Presiden Ri, Prabowo Subianto itu, bisa mewujudkan mimpinya dan mimpi teman-temannya di SMAN Unggulan MH Thamrin, serta seluruh anak muda bertalenta di Tanah Air.

Baca juga:

Program Magang Nasional Kemnaker 2025 Sudah Dibuka, Begini Cara Daftarnya

Menurutnya, Sekolah Garuda Transformasi adalah bukti nyata bahwa pendidikan bisa menjadi sayap perubahan.

“Saya punya rasa penasaran yang besar terhadap keterkaitan sains, etika, dan kebijakan publik. Riset saya bervariasi, dari bidang psikologi, artificial intelligence, bio-ethics, hingga particle physics. Saya selalu percaya bahwa sains ethics, dan public policy harus selalu beriringan,” kata Talita.

Ia meyakini Sekolah Garuda akan menjadi sistem yang mendukung mimpi anak bangsa dan melahirkan masa depan yang gemilang.

“Saya yakin dari ruang-ruang kelas Sekolah Garuda akan lahir ilmuwan, peneliti, pemimpin, dan pembangun kebijakan yang membawa Indonesia jauh lebih tinggi. Juga memberi harapan bagi saya dan teman-teman saya,” ujarnya.

Baca juga:

Marak Teror Bom Sekolah Internasional, DPR: Alarm Serius Keamanan Dunia Pendidikan

Talita menambahkan, mimpi akan menjadi nyata jika seseorang tak pernah lelah berjuang untuk menggapainya. Ia lalu bercerita tentang masa kecilnya yang penuh tekad.

“Ada seorang anak kelas 4 SD. Ia punya mimpi sederhana tapi besar. Ingin bersekolah di SMA terbaik di Jakarta, salah satu yang terbaik di Indonesia. Suatu hari ia bertanya pada ayahnya, ‘Bisakah aku kuliah di luar negeri?’ Anak itu berpikir, mungkin mimpinya terlalu tinggi. Karena ibunya sudah berpulang, ayahnya telah pensiun, dan anak itu kini berdiri di depan Bapak-Ibu sekalian,” tutur Talita.

Kini, Talita telah mengukir banyak prestasi di SMAN Unggulan MH Thamrin. Ia pernah meraih juara dua dalam ajang Taiwan International Science Fair 2025 dan akan kembali terbang ke Korea Selatan pada akhir November 2025 untuk mengikuti kompetisi berikutnya.

Selain itu, Talita juga pernah mengikuti program sains dan sekolah musim panas di Jepang.

“Terima kasih kepada bapak presiden. Program ini akan mewujudkan mimpi saya dan teman-teman saya. Terima kasih sudah memberi oportunity dan harapan untuk kami bisa menggapai mimpi,” tutup Talita. (Pon)

#Sekolah Garuda #Pendidikan #Anak Berprestasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemensos Ungkap Alasan di Masih Ada Sekolah yang Tolak Siswa Disabilitas
Kementerian Sosial menginginkan semua anak disasbilitas apa pun jenisnya dari disabilitas yang terlihat dan tidak terlhat dapat menikmati layanan pendidikan dari negara.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Kemensos Ungkap Alasan di Masih Ada Sekolah yang Tolak Siswa Disabilitas
Dunia
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Indonesia
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Pemerintah turut mematangkan afirmasi khusus bagi pemenuhan hak belajar anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Pemerintah Rampungkan Skema Kebijakan Pendidikan Gratis dari SD Sampai Kuliah
Indonesia
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Masih bingung apa itu pendidikan kesetaraan dan Kejar Paket C? Temukan info lengkap soal syarat masuk, metode belajar, hingga cara resmi mendapat ijazah di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
Panduan Lengkap Kesetaraan Paket C yang Wajib Kamu Tahu: Syarat, Kurikulum, dan Cara Lulus Terbaru
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Indonesia
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Rencana kebijakan pendidikan gratis akan melengkapi berbagai program pemerintah di bidang pendidikan yang telah berjalan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Kepala Bakom RI Qodari Sebut Pendidikan Gratis Upaya Pemerintah Hadirkan Inklusivitas
Indonesia
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Pemerintah berencana terlebih dulu menjalankan program percontohan (pilot project) dengan anggaran sekitar Rp 5 triliun
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Banggar DPR Sebut Butuh Anggaran Rp 302 Triliun Buat Pendidikan Gratis
Indonesia
Kuliah Gratis di PTN, Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Turunkan Kualitas Pendidikan
Pengamat sosial menyoroti soal biaya dan kualitas pendidikan. Hal itu terkait rencana kuliah gratis di PTN yang dicanangkan pemerintah.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Kuliah Gratis di PTN, Pengamat Ingatkan Pemerintah Jangan Turunkan Kualitas Pendidikan
Bagikan