Sekjen PDIP Sebut Jokowi Miliki Semangat Kemanusiaan Beda dengan Soeharto Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: MP/Fadhli

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Presiden Jokowi memiliki semangat kemanusiaan dengan mau turun langsung ke bawah untuk menyapa masyarakat.

"Pak Jokowi hatinya terbuka terhadap penderitaan rakyat, sehingga mengalirlah kebijakan-kebijakan membebaskan rakyat dari penderitaan dan belenggu 'penjajahan'. Kebijakan tersebut menjadi spirit Presiden Soekarno yang kemudian dijalankan oleh Presiden Megawati," kata Hasto di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, Minggu (21/7)

Baca Juga: Hasto Kristiyanto Sebut Jokowi Antitesis Prabowo

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan sampaikan sambutan pada acara pagelaran wayang "Gebyar Wayang 2019" yang diselenggarakan PDI Perjuangan, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, Sabtu 20/7/2019) malam sampai Minggu dini hari. (Antaranews/Riza Harahap)
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan sampaikan sambutan pada acara pagelaran wayang "Gebyar Wayang 2019" yang diselenggarakan PDI Perjuangan, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta, Sabtu 20/7/2019) malam sampai Minggu dini hari. (Antaranews/Riza Harahap)

Hasto juga mengatakan hal itu menjawab pertanyaan wartawan yang menanyakan postingan Presiden Joko Widodo di akun instagram pribadinya, yang menuliskan kata-kata Lamun siro sekti ojo mateni.

Menurut Hasto, kalimat yang dituliskan Presiden Joko Widodo di akun instagramnya itu mengandung pesan kemanusiaan yang dalam.

"Kata-kata itu bermakna meskipun kuat tapi tidak boleh mematikan. Itu artinya, kekuasaan tidak boleh dimanfaatkan untuk menindas," ujarnya dilansir Antara

Baca Juga: Hasto: Jangan Manfaatkan Kultur Rakyat yang Pemaaf

Hasto menyatakan beruntung memiliki Presiden seperti Joko Widodo yang memiliki semangat kemanusiaan yang tinggi.

"Semangat untuk tidak menindas ini seharusnya dimiliki oleh pemimpin, sehingga menjadi teladan bagi rakyat," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Hasto juga menyentil pemerintahan Presiden Soeharto pada era orde baru selama 32 tahun.

Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato Visi Indonesia
Presiden Jokowi saat menyampaikan pidato Visi Indonesia di SICC, Sentul Bogor, Jawa Barat (Foto: Antaranews)

Baca Juga: Hasto: Hoaks Ancaman Peradaban Bangsa

"Kita belajar dari pemerintahan orde baru, yang memanfaatkan kekuasaan secara otoriter," pungkasnya. (*)



Andika Pratama