Sekjen PDI Perjuangan Bercerita Kuliner Populer di Irak 'Ikan Soekarno'

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menceritakan soal “Ikan Soekarno” yang menjadi salah satu ikon kuliner populer di Irak dan banyak disantap saat Ramadan.

Kisah soal ikan ini diceritakan Hasto untuk menekankan bahwa potensi alam Indonesia tak bisa disepelekan. Ketika potensi seperti ikan saja bisa dirawat dengan telaten, bisa menjadi alat diplomasi bagi negara yang baik.

Hal itu disampaikan Hasto saat memimpin kegiatan penanaman pohon dan penyebaran benih ikan di Danau Kampung Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/1).

Baca Juga

Penyelenggara Formula E Studi Banding ke Arab Saudi

Hasto bercerita, Bung Karno datang ke Irak pada tahun 1960-an. Irak adalah negara dengan peradaban luar biasa yang berpusat di Sungai Mesopotamia. Pada 1960, Bung Karno datang untuk menebar bibit ikan sejenis ikan emas ke Sungai Tigris. Ikan ini lah yang berkembang dan kemudian menjadi salah satu menu makanan warga di sana.

Biasanya saat Ramadan, salah satu makanan khas Irak adalah masgouf atau sejenis ikan bakar yang memanfaatkan ikan tersebut.

“Di Irak ada ikan mas Soekarno, dimana restoran di Baghdad kalau menampilkan ikan mas disebut ikan Soekarno,” kata Hasto.

Baca Juga

PAN DKI Sayangkan Banyak Pihak Doakan Formula E Gagal

Hasto mengatakan hal itu untuk menunjukkan bagaimana Soekarno memperkenalkan Indonesia ke dunia melalui potensi lokal Indonesia nan sederhana. Ke Mesir, Soekarno membawa mangga yang kemudian dikembangkan di sana. Di Korea, Soekarno membawa anggrek asal Indonesia. Ke Arab Saudi, Bung Karno membawa sejenis pohon mimba demi menghijaukan Padang Arafah.

“Jangan anggap sepele dan remeh dengan apa yang kita punya. Apa yang kita punya itu, kalau kita rawat dengan cinta, kita kelola dengan baik dan penuh dedikasi, pasti akan memberi manfaat,” kata Hasto.

Ia pun mengajak agar semua orang berusaha mengenali lingkungannya dan merawatnya dengan baik sehingga bermanfaat. Hasto lalu mengapresiasi kegiatan penanaman pohon untuk penghijauan yang diorganisasi oleh BMI.

“Kalau menanam pohon, lakukan dengan penuh cinta. Lakukan kalau menanam pohon ini saudara memberikan oksigen bagi alam raya. Apalagi kalau pohonnya memiliki manfaat,” kata Hasto.

Baca Juga

Wagub DKI Yakin Pembangunan Sirkuit Formula E Rampung Tepat Waktu

Pohon yang ditanam di kesempatan itu adalah berbagai pohon buah seperti duku, nangka, sukun, dan lain-lain. Terkait itu, Hasto lalu mengingatkan pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri soal penenaman pohon sebaiknya bukan pohon homogen.

“Ibu Megawati memiliki pemahaman detail mana buah dan bunga yang mendatangkan kupu-kupu. Mana pohon yang menjadi komoditas agar burung hadir. Ini mohon maaf, di sini saja selama ini asal menanam. Pohonnya harus Heterogen. Kalau mau menghadirkan ekosistem di lingkungan ada burung, ada kupu-kupu, ada tanaman khusus. Itu yang diceritakan Bu mega ke saya,” utai Hasto.

Hasto menekankan PDIP mendorong agar pemahaman terhadap ekosistem harus jadi perhatian kader PDIP di seluruh Indonesia. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia
Indonesia
Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif meninggal dunia, Jumat (27/5), sekitar pukul 10.15 WIB.

Jokowi Minta BLT BBM Harus Tersalurkan Sampai Daerah Perbatasan
Indonesia
Jokowi Minta BLT BBM Harus Tersalurkan Sampai Daerah Perbatasan

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM mesti dipercepat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, penyaluran BLT BBM baru mencapai 40 persen dari target penerima manfaat yang telah ditetapkan pemerintah.

DPD RI Jajaki Peluang Lowongan Pekerja Formal di Arab Saudi
Indonesia
DPD RI Jajaki Peluang Lowongan Pekerja Formal di Arab Saudi

Pimpinan DPD RI terbang ke Arab Saudi untuk memastikan informasi bahwa negara tersebut membuka peluang untuk pekerja profesional atau formal asal Indonesia, dengan kuota sebesar 8 juta tenaga kerja

DPR Kritisi Wacana Pengenaan Biaya Pasien COVID-19
Indonesia
DPR Kritisi Wacana Pengenaan Biaya Pasien COVID-19

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati mengkiritisi rencana Pemerintah yang mewacanakan penghentian pembiayaan perawatan pasien COVID-19.

4 Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Ditemukan di Bali
Indonesia
4 Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Ditemukan di Bali

"Ada empat orang yang dikonfirmasi terinfeksi BA.4 dan BA.5," kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Jumat (10/6).

Jakarta Islamic Centre Kebakaran, Polisi Periksa 4 Pekerja Renovasi Kubah Masjid
Indonesia
Jakarta Islamic Centre Kebakaran, Polisi Periksa 4 Pekerja Renovasi Kubah Masjid

Polisi mulai mengusut kasus kebakaran yang terjadi di Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC), Jakarta Utara.

Disanksi Demosi 4 Tahun, AKBP Raindra Ajukan Banding
Indonesia
Disanksi Demosi 4 Tahun, AKBP Raindra Ajukan Banding

AKBP Raindra Ramadhan Syah mengajukan banding atas putusan Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang menjatuhkan sanksi administratif mutasi bersifat demosi selama empat tahun.

Tabrakan Beruntun di Citayam, Satu Orang Tewas
Indonesia
Tabrakan Beruntun di Citayam, Satu Orang Tewas

insiden maut tersebut berlangsung pukul 06.30.

Kapal Berpenumpang 66 Orang Tenggelam di Perairan Halmahera Selatan
Indonesia
Kapal Berpenumpang 66 Orang Tenggelam di Perairan Halmahera Selatan

SAR Pandudewanata melakukan pencarian penumpang di perairan Tokaka karena masih 12 orang yang dinyatakan hilang.

Anggota DPR Minta KPK Usut Dugaan Penyelewangan Bantuan Gempa Cianjur
Indonesia
Anggota DPR Minta KPK Usut Dugaan Penyelewangan Bantuan Gempa Cianjur

Bila ada bukti permulaan yang cukup, lanjut dia, maka bisa ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan.