Sekjen PA 212 Jadi Tersangka, Pengacara: Justru Dia Selamatkan Ninoy Buzzer Jokowi, Ninoy Karundeng. Foto: Net

MerahPutih.com - Pengacara Sekjen Persaudaraan Alumni 212 Bernad Abdul Jabbar, Aziz Yanuar membantah atas tuduhan polisi yang menyatakan kalau kliennya menganiaya dan menyandera relawan Joko Widodo pada (30/9) kemarin.

Menurut dia, kliennya yang justru menyelamatkan Ninoy dari aksi tindak pidana kekerasan puluhan orang kepada buzzer Istana

Baca Juga

Munarman Diperiksa Polisi Terkait Kasus Penganiayaan Buzzer Jokowi

"Justru dia menyelamatkan Ninoy dari aksi kekerasan massa yang brutal," kata Aziz kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/10).

Azis menambahkan, sejak dua hari lalu dirinya belum bisa menemui kliennya yang ditahan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Padahal status kliennya kini sudah menjadi tersangka dan perlu ada pendampingan hukum darimya.

Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar. Foto: Facebook/@Bernard Abdul Jabbar
Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar. Foto: Facebook/@Bernard Abdul Jabbar

"Sudah 1x24 jam sejak dua hari ditahan," ungkap dia.

Azis menambahkan, ia tidak habis pikir alasan kliennya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya. Sebab penyidik tidak memberikan kesempatan untuk kliennya mengutarakan ke benarannya

"Klien kami tidak diberi kesempatan untuk mengutarakan kebenarannya," tutur dia.

Baca Juga

Sekjen PA 212 Resmi Tersangka Penganiyaaan Buzzer Jokowi

Azis Yanuar mengatakan, dalam kasus penganiayaan dan penyanderaan relawan Joko Widodo, Ninoy Karundaeng di kawasan Pejompongan, Sekretaris Umum FPI Munarman juga tidak tahu menahu.

Sehingga ia pun mempertanyakan kepada polisi siapa yang mengeluarkan statment kalau Munarman terlibat dalam kasus tindak pidana kekerasan tersebut.

"Justru saya bingung itu dari mana pernyataan itu karena pak Munarman sendiri tidak tahu soal kasus tersebut," ucap dia.

Azis menambahkan akan memberikan pendampingan hukum juga kepada Munarman ketika diperiksa oleh polisi pada Kamis (10/10). Sebab, Munarman dituduh oleh aparat kepolisian memerintahkan para penganiaya dan penyandera untuk menghapus semua CCTV.

Baca Juga:

Disebut Polisi Terlibat Dalam Penganiayaan Buzzer Jokowi, Begini Jawaban Munarman

"Jangankan memerintahkan, untuk mengetahui peristiwa itu aja tidak tahu," tandasnya.

Sebelumnya, Ninoy Karundaeng dianiaya oleh puluhan orang di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Barat saat demo Mahasiswa pada Senin (30/9) kemarin. (Knu)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH