Sekjen Kominfo Jadi Saksi di Persidangan Kasus Johnny G Plate

Mula AkmalMula Akmal - Selasa, 25 Juli 2023
Sekjen Kominfo Jadi Saksi di Persidangan Kasus Johnny G Plate
Sidang dugaan korupsi pembangunan BTS dan pendukung Kominfo periode 2020-2022 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (27/6/2023). ANTARA/Putu Indah Savitri

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mira Tayyina Msee, bakal dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G tahun 2020-2022, hari ini.

Selain Mira, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung (Kejagung) juga akan menghadirkan empat saksi lainnya. Keempatnya yakni, Auditor Utama pada Irjen Kemenkominfo, Doddy Setiadi; Kepala Biro Perencanaan Kemenkominfo, Arifin Saleh Lubis; Kepala Divisi Lastmile atau Backhaul pada BAKTI, Mufiammad Feriandi Mirza; dan Kasubdit atau Koordinator Monitoring & evaluasi Jaringan Telekomunikasi, Indra Apriadi.


Baca Juga:

Hakim Tolak Eksepsi Johnny G Plate

Kelimanya akan bersaksi untuk terdakwa mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, Direktur Utama Bakti Anang Achmad Latif, dan Tenaga Ahli Human Development (HUDEV) Universitas Indonesia Tahun 2020 Yohan Suryanto.

"Lima saksi diperiksa untuk terdakwa JP (Johnny Plate), AAL (Anang Achmad Latif dan klien saya YS (Yohan Suryanto),” kata Tim Penasihat Humum Yohan, Benny Daga, Selasa, (25/7).

Johnny Plate didakwa oleh JPU merugikan keuangan negara sekitar Rp 8 triliun atas kasus tersebut. Politikus Partai NasDem itu juga didakwa memperkaya diri sebesar Rp17,8 miliar.

Baca Juga:

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Johnny G Plate

Jaksa menyebut korupsi tersebut dilakukan Johnny G Plate bersama-sama dengan Direktur Utama Bakti Anang Achmad Latif; Galubang Menak selaku direktur utama PT Mora Telematika Indonesia; Yohan Suryanto selaku tenaga ahli Human Development Universitas Indonesia tahun 2020.

Kemudian Mukti Ali dari PT Huawei Technology Investment; Irwan Hermawan selaku komisaris PT Solitchmedia Synergy; Windi Purnama; serta Dirut PT Basis Utama Prima, Muhammad Yusrizki.

Proyek BTS disebut dikerjakan tanpa melalui studi kelayakan kebutuhan penyediaan infrastruktur BTS. Selain itu, tak ada kajian dokumen rencana bisnis strategis Kominfo maupun Bakti serta rencana bisnis anggaran. (Pon)

Baca Juga:

Bantah Seret Nama Jokowi, Ini Penjelasan Kuasa Hukum Johnny G Plate

#Johnny G Plate #Kemenkominfo #Persidangan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Bagikan