Kasus Korupsi
 Sekjen Akui Diminta Menag Lukman Menangkan Calon yang Tak Lolos Seleksi Sekjen Kemenag Nur Kholis Setiawan di Gedung KPK, Jakarta (ANTARA/Reno Esnir)

MerahPutih.Com - Sekjen Kementerian Agama Mohamad Nur Kholis Setiawan mengakui diminta Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin untuk memenangkan Haris Hasanudin dalam seleksi calon kepala kantor wilayah Kemenag Jawa Timur. Padahal, dari hasil seleksi, Panitia Seleksi menyatakan Haris tidak lolos.

Hal tersebut disampaikan Nur Kholis saat bersaksi dalam sidang perkara suap jual beli jabatan di Kemenag dengan terdakwa Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanudin dan Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muafaq Wirahadi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (12/6).

Nur Kholis menyebut, Lukman yang juga Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta memenangkan Haris dengan alasan telah mengetahui kompetensinya.

"Beliau (Lukman) katakan, dari sekian calon, saya hanya kenal Haris. Saya sudah tahu kompetensinya karena menjabat Plt Kakanwil," kata Nur Kholis.

Menag Lukman Hakim Saifuddin diduga terlibat dalam suap jual beli jabatan Kanwil Kemenag Jawa Timur
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (MP/Fadhli)

Menurut Nur Kholis dirinya sudah melaporkan kepada Lukman nilai hasil seleksi Haris rendah dan berada pada urutan keempat atau tidak termasuk tiga besar yang nantinya diajukan untuk dipilih. Namun, kata Nur Kholis, Lukman tetap memerintahkan agar Haris masuk posisi tiga besar.

"Waktu itu saya bilang nilainya enggak sampai. Kalau ditotal hanya urutan ke 4. Beliau (Lukman) beri masukan untuk jadi 3 besar. Itu sebelum panitia menggelar pleno," ujar dia.

Bahkan, Nur Kholis mengklaim telah melaporkan ke Lukman adanya surat dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang pada intinya meminta panitia seleksi tidak meloloskan peserta seleksi atas nama Haris Hasanudin dan Anshori karena pernah mendapat sanksi disiplin.

Hal ini dinilai KASN melanggar persyaratan seleksi yang menegaskan peserta seleksi tidak boleh dijatuhi sanksi disiplin sedang atau berat selama 5 tahun terakhir. Meski demikian, Lukman mengabaikan rekomendasi KASN dan tetap meminta agar Haris lolos seleksi.

"Saya lapor pada Beliau (Lukman) dan Beliau katakan ingin mendalami. Tapi berikutnya Beliau sudah memiliki kecendrungan untuk memilih Haris sebagai Kakanwil Jatim," kata Nur Kholis.

BACA JUGA: Dibawa ke KPK, Gubernur Maluku: Mudah-mudahan Ini yang Pertama dan Terakhir

Seusai Putusan Sengketa Pilpres, Ketua MK Harap Situasi Indonesia Tetap Aman

Nur Kholis mengaku berkomunikasi dengan Panitia Seleksi lainnya. Namun, dua dari tiga anggota Pansel menolak menuruti perintah tersebut. Untuk itu, Nur Kholis mengakui dirinya sendiri yang mengerek nilai seleksi Haris agar masuk tiga besar.

"Saya berikan nilai makalah lebih tinggi dari panitia lain," imbuhnya.

Atas intervensi Lukman, Haris kemudian lolos seleksi dan dipilih sebagai Kakanwil Kemag Jatim. Lukman sendiri melantik Haris pada 5 Maret 2019. "Iya dilantik pak Menteri," katanya.(Pon)

Penulis : Eddy Flo Eddy Flo
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Agus Rahardjo Pamit dari KPK
Indonesia
Agus Rahardjo Pamit dari KPK

Agus pun meminta maaf jika ada sikap lembaga antirasuah yang dinilai kurang nyaman bagi pejabat negara

Sedang Ikuti Program Beasiswa, Begini Kondisi 21 Mahasiswa Unesa di Wuhan
Indonesia
Sedang Ikuti Program Beasiswa, Begini Kondisi 21 Mahasiswa Unesa di Wuhan

21 mahasiswa asal Unesa yang sedang menempuh pendidikan di Central China Normal University (CCNU) di Kota Wuhan.

Prabowo: Kedaulatan Negara akan Hilang Jika Sistem Pertahanan Buruk
Indonesia
Prabowo: Kedaulatan Negara akan Hilang Jika Sistem Pertahanan Buruk

Ketua Umum Partai Gerindra itu memaparkan gagasannya untuk mengembangkan pertahanan di Indonesia di masa mendatang.

Balai Latihan Kerja Bantu Pembuatan APD Untuk Tenaga Medis Lawan Corona
Foto
Balai Latihan Kerja Bantu Pembuatan APD Untuk Tenaga Medis Lawan Corona

Siswa pelatihan menyelesaikan pembuatan alat perlindungan diri (APD) untuk tenaga medis di Balai Latihan Kerja Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Banten

Aktivis Seperti Sudarto Konsisten Bela Minoritas, Pantas Dibebaskan
Indonesia
Aktivis Seperti Sudarto Konsisten Bela Minoritas, Pantas Dibebaskan

Hikam berharap proses hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya

Demi Akses Internet Cepat, Siswa di Sidoarjo Belajar di Warkop
Indonesia
Demi Akses Internet Cepat, Siswa di Sidoarjo Belajar di Warkop

"Selain itu, kita juga bisa belajar sambil nikmati minuman dingin di sini. Apalagi kalau wifi an di sini juga gratis tanpa biaya tambahan lagi," ucap Ardian

 Mahfud MD Ungkap Natuna dan Papua Masuk Dalam Wilayah Rawan Ancaman Kedaulatan
Indonesia
Mahfud MD Ungkap Natuna dan Papua Masuk Dalam Wilayah Rawan Ancaman Kedaulatan

Menurut Mahfud, ancaman di Papua tidak bisa dihadapi secara militer. Dia menyebut pemerintah harus menjaga HAM di Papua.

ICW: Beberapa Pimpinan KPK Ingin Ciptakan Situasi Buruk
Indonesia
ICW: Beberapa Pimpinan KPK Ingin Ciptakan Situasi Buruk

ICW juga memahami beban moral KPK saat ini semakin berat

 Dipanggil Badan Kehormatan, William PSI Beberkan Kronologi Bongkar Anggaran Janggal
Indonesia
Dipanggil Badan Kehormatan, William PSI Beberkan Kronologi Bongkar Anggaran Janggal

"Suasana tadi berlangsung sejuk ya, maksudnya, dengan sangat baik, mungkin nanti tinggal tunggu saja dari BK. Pada intinya semuanya setuju bahwa ini sikap kritis," ujar Willam

 Pemberitahuan Status Corona di Indonesia Dinilai Tanpa Persiapan yang Matang
Indonesia
Pemberitahuan Status Corona di Indonesia Dinilai Tanpa Persiapan yang Matang

"Berarti masyarakat butuh informasi yang jelas dan meyakinkan tentang bagaimana virus Corona itu bekerja, kesiapan pemerintah dan mekanisme pasti hingga ke hal teknis dari pemerintah," sebut Azas.