Sejumlah WNA di Bali Disanksi karena Nekat Private Party saat Pandemi COVID-19 Ilustrasi - Corona virus (ANTARA/Shutterstock)

MerahPutih.com - Sebanyak empat warga negara asing (WNA) di Bali dikenai wajib lapor karena mengadakan pesta privat atau private party di salah satu vila di Badung, saat pandemi COVID-19.

Mereka juga diminta membuat surat pernyataan tak akan mengulangi perbuatannya. "Barang bukti yang diamankan 4 buah HP," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono kepada wartawan, Selasa (14/4).

Baca Juga:

Kepala Daerah Bandung Raya Sepakat Ajukan PSBB Bersamaan

Argo menuturkan, keempat WNA tersebut masing-masing berinisial JAM, MGM, YS dan EM. Argo menjelaskan saat video pesta privat para WNA viral di media sosial, polisi langsung melakukan penyelidikan serta pengecekan.

"Di media sosial viral adanya 4 orang WNA yang melakukan kegiatan ulang tahun di Bali, di salah satu vila di Bali. Terus kemudian kita melakukan penyelidikan, pengecekan, memang benar bahwa kejadian tersebut ada di Bali, di suatu vila di Badung," jelas Argo.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono. (ANTARA/ HO-Polri)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono. (ANTARA/ HO-Polri)

Di media sosial, ramai video yang menampilkan sekelompok WNA sedang berpesta di sebuah vila di Bali viral.

Dalam potongan video tersebut, puluhan WNA ini berpesta di pinggir kolam renang sambil asyik mendengarkan musik diiringi DJ.

Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengatakan, pesta tersebut merupakan acara ulang tahun yang dilakukan di sebuah vila di Mengwi, Badung, pada Minggu (12/4) pukul 20.00 Wita.

Roby mengatakan, penanggung jawab acara yang berinisial J mengaku acara tersebut digelar secara terbatas. Namun, yang hadir ternyata sebanyak 15 orang.

"Jadi, dihadiri terbatas dan tidak ada jual tiket atau undang-undang," kata Roby kepada wartawan.

Pihaknya hanya meminta keterangan kepada J. Ia tidak diamankan ataupun ditahan. Roby beralasan pihaknya tidak melakukan penahanan karena tak ada landasan hukumnya.

Baca Juga:

Hari Kelima PSBB di Jakarta, Masih Ada Masyarakat Lakukan Pelanggaran Lalin

Roby mengimbau untuk tak melalukan pesta atau kumpul-kumpul dengan melibatkan banyak orang. Jika ditemukan lagi hal serupa, maka akan langsung dibubarkan.

Pemprov Bali memang mengeluarkan Instruksi Gubernur dengan Nomor 8551 Tahun 2020 terkait penguatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Bali.

Dalam poin intruksi itu, pihaknya melakukan pembatasan kegiatan keramaian dan obyek wisata yakni dengan menutup operasional obyek wisata, operasional hiburan malam, meniadakan keramaian dan atau hiburan, termasuk tajen dan meniadakan kegiatan lain yang melibatkan banyak orang. (Knu)

Baca Juga:

Ini Pedoman Pemprov DKI untuk Warga yang Ingin Beribadah


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH