Sejumlah Persoalan Bakal Jadi PR Kapolri Baru Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. (ANTARA/ HO-Polri)

MerahPutih.com - Bursa Kapolri makin sengit untuk menggantikan posisi Kapolri Jenderal Idham Azis yang segera pensiun.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memaparkan, sejumlah tantangan besar atau pekerjaan rumah (PR) yang akan dihadapi bagi calon Kapolri di masa mendatang.

Menurutnya, permasalahan itu justru akan datang dari internal Korps Bhayangkara itu sendiri.

Baca Juga:

Kapolri Larang Anak Buahnya Foto Bareng Cakada dan Narsis di Media Sosial

Persoalan berat yang dihadapi Kapolri ke depan justru persoalan di internalnya dan bukan di eksternal.

"Persoalan kelebihan jenderal, kombes dan AKBP di Polri," kata Neta kepada wartawan, Jumat (27/11).

Menurut Neta, hal itu akan menjadi persoalan pelik yang jika tidak ditangani. Pasalnya, berpotensi terjadinya "sikut-sikutan" di dalam internal Polri.

Selain itu, persoalan mentalitas yang berbuntut tidak promoternya anggota Polri dalam penegakan hukum juga masalah berat yang tak mudah diatasi.

Ia menyebut, tidak adanya evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dan sarana prasarana Polri juga membuat kepolisian Indonesia seperti tidak terarah.

"Terutama dalam alutsista, IT, dan teknologi kepolisian," ujar Neta.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (tengah) saat konferensi pers Hari Bhayangkara ke 74 di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/7/2020). (ANTARA/ HO-Polri)
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (tengah) saat konferensi pers Hari Bhayangkara ke 74 di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/7/2020). (ANTARA/ HO-Polri)

Sebab itu, kata Neta, Kapolri pengganti Idham Azis harus berani melakukan perubahan dan dobrakan besar khususnya di dalam tubuh Polri itu sendiri.

Begitu juga tidak adanya evaluasi terhadap grand desain kepolisian membuat motto Polri yang promoter tak hanya menjadi sekedar slogan.

"Ini agar Polri menjadi polisi yang modern," tutur Neta.

Sementara itu, pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menduga, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo adalah kandidat yang cukup kuat.

Mengingat posisinya sebagai Kabareskrim, dekat dengan Presiden Joko Widodo, pernah memimpin polda tipe A dan belum punya rekam jejak buruk selama berkarier sejak lulus AKPOL tahun 1991.

Lalu, hampir mayoritas Kapolri sebelumnya menduduki kursi Kabareskrim.

"Bicara kinerja dan kepangkatan, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo memenuhi semua syarat," jelasnya.

Baca Juga:

Arahan Tegas Kapolri kepada Anak Buahnya, Netral di Pilkada 2020 dan Tegakkan Prokes

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo pernah memiliki pengalaman buruk ketika mempimpin sebagai Kapolda Banten.

"Melihat syarat pencalonan Kapolri, tidak ada syarat agama jadi bukan menjadi halangan untuknya," jelasnya.

Untuk itu, ia harapkan isu identitas tidak ada dalam tubuh Polri dengan adanya bursa Kapolri saat ini.

"Sebaiknya dorong isu profesionalisme, integritas dan kebangsaan serta jangan sampai adanya isu identitas," jelasnya. (Knu)

Baca Juga:

Integritas Calon Kapolri Dianggap Paling Utama Ketimbang Latarbelakang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jeritan Ojol Memohon Masker Gratis di Tengah Wabah Corona
Indonesia
Jeritan Ojol Memohon Masker Gratis di Tengah Wabah Corona

Hakim masih menimbang berhenti ojol karena tuntutan menghidupi keluarga.

PSI Nilai Kekisruhan PPDB karena Ketidaktegasan Anies
Indonesia
PSI Nilai Kekisruhan PPDB karena Ketidaktegasan Anies

Polemik ini seharusnya tidak terjadi apabila Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tegas ambil sikap untuk mengevaluasi petunjuk teknis.

Puskesmas Diminta Aktif Lakukan Deteksi Dini Kasus Suspek COVID-19
Indonesia
Puskesmas Diminta Aktif Lakukan Deteksi Dini Kasus Suspek COVID-19

Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Selayar untuk bisa menyamakan persepsi

Luhut Tawarkan Pulau Sarangan Bali Jadi Pusat Riset ke Jepang
Indonesia
Luhut Tawarkan Pulau Sarangan Bali Jadi Pusat Riset ke Jepang

Indonesia dapat memanfaatkan nilai dan budaya riset Jepang jika nantinya kerja sama dengan Universitas Tokyo resmi disepakati.

 Anak Buah Anies Tunggu Arahan Luhut Terkait Mekanisme Larangan Mudik
Indonesia
Anak Buah Anies Tunggu Arahan Luhut Terkait Mekanisme Larangan Mudik

"Kami juga menunggu arahan lebih lanjut dari Kemenhub seperti apa pola yang akan diterapkan dan dijalankan sehingga larangan mudik ini efektif diberlakukan," ujar Syafrin

Hotman Paris Sebut Kasus Raibnya Uang Atlet eSports Berlangsung Sejak Mei 2020
Indonesia
Hotman Paris Sebut Kasus Raibnya Uang Atlet eSports Berlangsung Sejak Mei 2020

Jadi, dia menjelaskan bahwa kasus raibnya Rp22 miliar uang nasabah bukanlah kasus baru, melainkan sudah bergulir selama 6 bulan.

Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis
Dunia
Protes Indonesia dan Dunia Islam Pada Prancis

Pemerintah Indonesia keberatan terhadap pernyataan Presiden Macron yang mengindikasikan ada kaitan antara agama dan tindakan terorisme

Progres Proyek Sodetan Kali Sunter-Waduk Pondok Rangon Rampung 70 Persen
Indonesia
Progres Proyek Sodetan Kali Sunter-Waduk Pondok Rangon Rampung 70 Persen

pembuatan sodetan yang bergulir sejak Februari 2020 ditargetkan tembus ke area waduk dalam waktu dekat.

Menteri Dapat Bintang Mahaputera, Moeldoko: Posisi di Kabinet Belum Aman
Indonesia
Menteri Dapat Bintang Mahaputera, Moeldoko: Posisi di Kabinet Belum Aman

Menurut Moeldoko, penganugerahan tanda kehormatan tidak menjamin posisi seorang menteri aman.