Sejumlah Pentolan KAMI Ditangkap, Kompolnas Siap Dengar Keluhan Masyarakat Salah satu tokoh KAMI, Syahganda Nainggolan. (ANTARA)

Merahputih.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) siap menampung saran dan keluhan dari masyarakat yang menilai ada penyalahgunaan wewenang Polri dalam penangkapan sejumlah pegiat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). "Jika ada pihak memandang ada dugaan penyalahgunaan wewenang di dalam penangkapan tersebut, Kompolnas dapat menerima saran dan keluhan untuk diteruskan kepada pihak Polri," ujar anggota Kompolnas Yusuf Warsyim dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10).

Baca Juga:

Tak Mungkin Ditinggal, Dedengkot KAMI yang Diciduk Polisi Diberi Bantuan Hukum

Kompolnas dapat merekomendasikan agar dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut dapat diperiksa oleh Propam Polri. Yusuf mengaku prihatin atas adanya penangkapan terhadap sejumlah pegiat KAMI terkait dengan unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja. Ia menilai unjuk rasa UU Cipta Kerja yang berujung anarkis beberapa waktu lalu dan berbuntut adanya penangkapan beberapa orang pegiat KAMI merupakan persoalan dan tantangan demokrasi di Indonesia. Menurut dia, masih ada kelompok-kelompok yang mengekspresikan kemerdekaan atau kebebasan berpendapat dengan cara-cara yang tidak sejalan dengan negara hukum. "Konstitusi UUD NRI Tahun 1945 tegas menjamin kemerdekaan menyampaikan pendapat. Tentu, bebas beperndapat tetapi tidak dengan cara-cara jahat. Unjuk rasa menuntut asa tetapi bukan adu paksa," katanya.

Ilustrasi - Polisi mengawal demo menolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (9/10), (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Ilustrasi - Polisi mengawal demo menolak UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (9/10), (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Yusuf pun meyakini bahwa penangkapan sejumlah pegiat KAMI oleh polisi merupakan bagian dari mekanisme penegakan hukum. Ketika polisi melakukan penangkapan terhadap seseorang, kata dia, hal tersebut tentu telah sesuai dengan KUHAP dan ada bukti permulaan yang cukup dugaan tindak pidana. "Penangkapan dilakukan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan," katanya.

Baca Juga:

Diduga Sebar Hoaks dan Menghasut, Sejumlah Petinggi KAMI Dijadikan Tersangka

Sebelumnya, tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Sumatera Utara (Sumut) telah menangkap delapan pegiat KAMI, empat orang ditangkap di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Depok, dan empat lainnya ditangkap di Medan, Sumut. Para pegiat KAMI yang ditangkap tersebut, yakni Juliana, Devi, Wahyu Rasari Putri, Khairi Amri, Kingkin Anida, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mahasiswa UGM Terdampak COVID-19 Dapat Keringanan Biaya Kuliah, Begini Prosedurnya
Indonesia
Mahasiswa UGM Terdampak COVID-19 Dapat Keringanan Biaya Kuliah, Begini Prosedurnya

Cara mudah, mahasiswa tinggal mengajukan permohonan keringanan UKT secara daring melalui Simaster.

  Pemulangan Ratusan Simpatisan ISIS Berbahaya Bagi Keamanan Nasional
Indonesia
Pemulangan Ratusan Simpatisan ISIS Berbahaya Bagi Keamanan Nasional

Hikam berujar, jika menggunakan alasan pemulangan hanya karena alasan kemanusiaan, bisa beresiko melupakan kemampuan para kombatan itu dalam melakukan aksi teror di Indonesia.

Doa Novel Baswedan Buat Jaksa Fedrik
Indonesia
Doa Novel Baswedan Buat Jaksa Fedrik

Kabar meninggalnya Fedrik disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Hari Setiyono.

Rencana Pelibatan TNI dalam Tangani Terorisme Berpotensi Langgar Hak Warga
Indonesia
Rencana Pelibatan TNI dalam Tangani Terorisme Berpotensi Langgar Hak Warga

Pasalnya, pengaturan tersebut tidak diikuti mekanisme akuntabilitas militer yang jelas untuk tunduk pada sistem peradilan umum.

Ketidakpatuhan Protokol Kesehatan Jadi Ancaman Nyawa Tenaga Medis
Indonesia
Ketidakpatuhan Protokol Kesehatan Jadi Ancaman Nyawa Tenaga Medis

Sejumlah tenaga medis kini dalam ancaman pasca-lonjakan penderita COVID-19.

Dokter Spesialis Paru Ungkap Faktor Seseorang Kembali Positif COVID-19
Indonesia
Dokter Spesialis Paru Ungkap Faktor Seseorang Kembali Positif COVID-19

Jumlah virus atau viral load dari bahan yang diperiksa akan mempengaruhi hasilnya

Hari Batik Nasional, Pemkot Solo Keluarkan SE ASN dan Swasta Pakai Baju Batik Selama 5 Hari
Indonesia
Hari Batik Nasional, Pemkot Solo Keluarkan SE ASN dan Swasta Pakai Baju Batik Selama 5 Hari

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 003.1/2157 tentang Peringatan Hari Batik Nasional.

BPIP Sebut Gerakan Intoleran di Indonesia Makin Meningkat
Indonesia
BPIP Sebut Gerakan Intoleran di Indonesia Makin Meningkat

Negara harus hadir dan tidak boleh kompromi terhadap kaum intoleran

Rusuh Amerika dan Jegal Biden Sebelum Dilantik
Dunia
Rusuh Amerika dan Jegal Biden Sebelum Dilantik

Hasil Pilpres Amerika Serikat, menyisakan riak. Ini membuat Gedung Senat AS, yang mengukuhkan Joe Biden diserbu para pendemo

Antrean Penumpang Membeludak, Kebijakan Anies Dikritik Picu Risiko Tertular Corona
Indonesia
Antrean Penumpang Membeludak, Kebijakan Anies Dikritik Picu Risiko Tertular Corona

Sebaiknya Anies membatalkan kebijakan pengurangan layanan transportasi publik MRT, LRT dan Transjakarta