Sejumlah Pembatasan Aktivitas di Jakarta Setelah Kembali ke Level 2 Warga melintas di dekat papan informasi COVID-19 di Jakarta, Senin (17/1/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

MerahPutih.com - Pemerintah kembali memperketat pembatasan di ruang publik. Salah satu yang terkena pembatasan adalah DKI Jakarta.

Ibu kota kembali berada di zona COVID-19 level 2 setelah lebih dari sepekan keluar daftar wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 Jawa-Bali. Artinya, beberapa sektor tak lagi bisa beroperasi 100 persen.

Selain DKI Jakarta, Bodetabek juga masih berada di level 2, berdasarkan aturan yang berlaku hingga 24 Januari 2022 mendatang.

Baca Juga:

PPKM Luar Jawa-Bali: Level 3 Masih 10 Kabupaten/Kota, Nihil Level 4

Menurut Inmendagri No 03 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyakarat (PPKM) Level 3, Level 2, Level 1, COVID-19 di Jawa Bali, work from office (WF0) kapasitasnya dibatasi menjadi 50 persen.

Begitu juga dengan kapasitas masuk mal yang tak lagi 100 persen di PPKM level 2.

Berikut beberapa aturan saat DKI Jakarta berada di PPKM level 2.

Work from office (WFO)

Pelaksanaan kegiatan pada sektor non-esensial diberlakukan maksimal 50 persen (lima puluh persen) WFO bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja.

Masuk supermarket hingga pasar tradisional

Untuk supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai dengan pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 75 persen (tujuh puluh lima persen).

Untuk supermarket dan hypermarket wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi yang dimulai sejak tanggal 14 September 2021 serta hanya dengan kategori Hijau dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masukkecuali tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan.

Pusat perbelanjaan atau mal

- Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan dibuka dengan kapasitas maksimal 50 persen (lima puluh persen) sampai dengan pukul 21.00 waktu setempat dengan ketentuan sebagai berikut:

1) anak usia di bawah 12 (dua belas) tahun diperbolehkan masuk dengan syarat didampingi orang tua; dan

2) tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan dibuka dengan syarat orang tua harus mencatatkan alamat dan nomor telepon untuk kebutuhan tracing; dan

4) wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi terhadap semua pengunjung dan pegawai serta hanya dengan kategori Hijau dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk kecuali tidak bisa divaksin karena alasankesehatan.

Baca Juga:

Pemprov DKI Siapkan 'Hybrid Learning' Jika Jakarta PPKM Level 3

Masuk bioskop

Bioskop dapat beroperasi dengan ketentuan sebagai berikut:

1) wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai;

2) kapasitas maksimal 70 persen (tujuh puluh persen) dan hanya dengan kategori Hijau dalam PeduliLindungi yang boleh masuk kecuali tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan;

3) anak usia di bawah 12 (dua belas) tahun diizinkan masuk dengan syarat didampingi orang tua;

4) restoran/rumah makan dan kafe di dalam area bioskop diizinkan menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 50 persen (lima puluh persen) dan waktu makan maksimal 60 (enam puluh) menit. (Knu)

Baca Juga:

Luhut Sebut 29 Wilayah di Jawa dan Bali Kembali ke PPKM Level 1 Pekan Depan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mendag Minta Dukungan Selandia Baru untuk Pendirian Sekretariat RCEP di Jakarta
Indonesia
Mendag Minta Dukungan Selandia Baru untuk Pendirian Sekretariat RCEP di Jakarta

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertumbuhan Perdagangan dan Ekspor Selandia Baru Damien O'Connor.

Kasus COVID-19 Harian Bertambah di Atas 1.200
Indonesia
Kasus COVID-19 Harian Bertambah di Atas 1.200

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengumumkan pertambahan kasus positif di Indonesia.

Istana Sebut Pesan Jokowi Terkait Penceramah Radikal Bukan Mengada-ada
Indonesia
Istana Sebut Pesan Jokowi Terkait Penceramah Radikal Bukan Mengada-ada

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penceramah radikal yang disampaikan dalam rapat pimpinan TNI -Polri beberapa pekan lalu memunculkan pro dan kontra.

[HOAKS atau FAKTA]: Tiket Masuk Borobudur Naik Karena Ada Patung Presiden
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Tiket Masuk Borobudur Naik Karena Ada Patung Presiden

Beredar di media sosial Facebook, sebuah unggahan yang memperlihatkan patung candi yang mirip dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ribut Kopassus dan Brimob Karena Rokok di Mimika Berakhir Damai
Indonesia
Ribut Kopassus dan Brimob Karena Rokok di Mimika Berakhir Damai

Kasus tersebut merupakan kesalahpahaman antara personil Satgas Nanggala Kopassus dengan Satgas Amole.

Kasus Omicron Meningkat, Luhut Perkirakan Puncak Gelombang Terjadi Awal Februari
Indonesia
Kasus Omicron Meningkat, Luhut Perkirakan Puncak Gelombang Terjadi Awal Februari

"Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal Februari," ucap Luhut dalam keterangan video yang diterima di Jakarta, Selasa (11/1).

Jokowi Didemo Mahasiswa, Sekjen PDIP Minta Petinggi Parpol Lain Ikut Beri Penjelasan
Indonesia
Jokowi Didemo Mahasiswa, Sekjen PDIP Minta Petinggi Parpol Lain Ikut Beri Penjelasan

Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden telah senapas dengan PDIP.

[HOAKS atau FAKTA]: Bill Gates Tarik Semua Vaksin COVID-19 Dari Peredaran
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Bill Gates Tarik Semua Vaksin COVID-19 Dari Peredaran

Saat mengecek situs Daily Expose, diketahui website tersebut berisikan artikel satire yang kebenarannya isi artikelnya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

DPR Sahkan UU Perlindungan Data Pribadi
Indonesia
DPR Sahkan UU Perlindungan Data Pribadi

Pengesahan UU PDP diambil saat pembicaraan tingkat II di rapat paripurna ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022-2023 di Kompleks Palemen Senayan, Jakarta.

Jokowi dan Presiden Filipina Bahas Isu Bilateral
Indonesia
Jokowi dan Presiden Filipina Bahas Isu Bilateral

Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bersama Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr membicarakan berbagai isu, bersama dengan delegasi dari masing-masing negara.