Sejumlah Obat dan Terapi Plasma Konvalesen Tak Lagi Dianjurkan untuk Tangani COVID-19 Sejumlah sampel plasma penyintas COVID-19 di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang, Rabu, (14/7/2021). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Angka pasien COVID-19 kini meningkat lagi. Namun, ada pedoman baru soal obat bagi pasien yang tengah menjalani perawatan maupun isolasi mandiri.

Terkini, sejumlah terapi dan obat telah dicabut dari opsi perawatan pasien dalam pedomen medis COVID-19. Pencabutan itu diputuskan lima organisasi profesi medis.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan menjelaskan, terapi dan obat yang dicabut dari pedomen medis mulai dari terapi plasma konvalesen hingga Invermectin.

Baca Juga:

Tambah Lagi, Kasus COVID-19 Melonjak hingga 46.843 Hari Ini

Adapun kelima organisasi profesi medis yang mengeluarkan keputusan tersebut yaitu Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).

Lalu, Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (PERDATIN), dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Kami keluarkan, mudah-mudahan ke depan tidak lagi dipakai oleh teman-teman sejawat," kata Erlina dalam konferensi pers yang diadakan secara daring, Rabu (9/2).

Erlina pun menjelaskan, plasma konvalesen dan Invermenctin sempat masuk dalam buku pedoman medis edisi ketiga.

Namun demikian, keduanya dikeluarkan dari rekomendasi lantaran hasil uji klinik menunjukkan terapi dan obat tersebut terbukti tak bermanfaat bagi pasien COVID-19.

"Invermectin sendiri tidak pernah menjadi obat standar. Pada narasi buku ketiga, Invermectin masih dalam rangka uji klinik, bukan untuk pelayanan biasa ke pasien," jelas Erlina.

Pada buku edisi ketiga, lima organisasi profesi medis juga telah mengeluarkan tiga jenis obat yang sebelumnya direkomendasikan untuk perawatan pasien COVID-19.

Ketiganya yakni Hidrosiklorokuin, Azitromisin, dan Oseltamivir.

"Dengan dikeluarkannya obat-obatan dan terapi dari buku pedoman. Tentunya seluruh tenaga medis dilarang menggunakan terapi maupun obat-obatan antivirus tersebut saat merawat pasien COVID-19," tegasnya.

Baca Juga:

Ruang Isolasi COVID-19 di Jawa Barat Sudah Terisi 44,11 Persen

Diketahui, Buku Pedoman Tata Laksana COVID-19 Edisi 4 disusun oleh 5 organisasi profesi medis yakni Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Perhimpunan Dokter Anestesiologi dan Terapi Indonesia Intensif Indonesia (PERDATIN), Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular (PERKI), serta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Selain memuat pembaruan seputar penggunaan obat-obatan pasien COVID-19, buku pedoman ini juga memaparkan pembaruan terkait panduan lainnya.

Yakni definisi kasus probable Omicron berdasarkan PCR dengan S-Gene Target Failure (SGTF) dan terkonfirmasi varian tersebut berdasarkan Whole Genome Sequencing (WGS).

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, penggunaan kelima obat-obatan dan terapi bagi pasien COVID-19 memiliki efek samping serius.

Menurutnya, Ivermectin tidak disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan regulator obat Uni Eropa.

Bahkan dari sejumlah laporan, ditemukan penanganan serius bagi pasien setelah diberikan obat-obatan tersebut.

Dia menambahkan, penggunaan Oseltamivir untuk Influenza dan justru tidak ada bukti ilmiah untuk mengobati COVID-19.

Dari WHO juga sudah menyatakan obat ini tidak berguna untuk COVID-19.

"Kecuali saat Anda dites terbukti positif Influenza, yang amat jarang ditemukan di Indonesia," lanjutnya.

Saat ini, obat-obatan tersebut juga tidak tertera dalam daftar obat-obatan COVID-19 layanan telemedisin Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bagi pasien isoman. (Knu)

Baca Juga:

Di Tengah Kasus COVID-19 Naik, Gibran Izinkan Acara Festival Jenang Solo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Otoritas Penyeberangan Pelabuhan Diminta Prioritaskan Keselamatan Penumpang
Indonesia
Otoritas Penyeberangan Pelabuhan Diminta Prioritaskan Keselamatan Penumpang

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto mengingatkan otoritas penyeberangan Pelabuhan Merak agar mengutamakan keselamatan penumpang.

Tidak Laik Jalan, Belasan Bus di Terminal Pulo Gebang Dikandangkan
Indonesia
Tidak Laik Jalan, Belasan Bus di Terminal Pulo Gebang Dikandangkan

"Untuk bus yang tidak laik jalan kita larang beroperasi, dan kita minta disediakan bus pengganti. Ramp check setiap hari kita laksanakan," ujar Kepala Terminal Terpadu Pulogebang, Bernad Pasaribu

Berbagai Proyek di Labuan Bajo Rampung Sebelum KTT ASEAN
Indonesia
Berbagai Proyek di Labuan Bajo Rampung Sebelum KTT ASEAN

Selain konektivitas, Kementerian PUPR juga membangun Embung Anak Munting.

Ketum PPP Harap Pemilu 2024 Jadi Proses Demokrasi yang Substansial
Indonesia
Ketum PPP Harap Pemilu 2024 Jadi Proses Demokrasi yang Substansial

Seusai memimpin partainya mendaftar, Suharso Monoarfa mengatakan pihaknya berharap Pemilu 2024 yang akan datang bisa menjadi pemilu yang lebih cerdas.

[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Sudah Tetapkan Ganjar Jadi Bakal Calon Presiden
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Sudah Tetapkan Ganjar Jadi Bakal Calon Presiden

Dalam video berdurasi 8 menit 51 detik tersebut terdiri dari kumpulan video yang digabungkan menjadi satu.

[HOAKS atau FAKTA]: Pasukan Elit TNI Masuki Kiev
Lainnya
[HOAKS atau FAKTA]: Pasukan Elit TNI Masuki Kiev

Tak ada kebijakan pemerintah mengirimkan pasukan ke konflik Ukraina - Rusia karena sikap netra

Bawaslu Didesak Segera Bentuk Tim Seleksi Anggota di 25 Provinsi
Indonesia
Bawaslu Didesak Segera Bentuk Tim Seleksi Anggota di 25 Provinsi

Bawaslu dapat menciptakan meknisme rekrutmen yang lebih berkualitas dan menghasilkan penyelenggara yang lebih baik.

Heru Budi Hartono Terpilih Jadi Pj Gubernur, Fraksi PDIP Sebut Tidak Lagi Jadi Oposisi Pemprov DKI
Indonesia
Heru Budi Hartono Terpilih Jadi Pj Gubernur, Fraksi PDIP Sebut Tidak Lagi Jadi Oposisi Pemprov DKI

Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mengaku tak akan menjadi oposisi Pemerintah DKI Jakarta, menyusul terpilihnya Heru Budi Hartono sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan.

[HOAKS atau FAKTA]: Konvoi Motor Larangan Mendukung Anies Baswedan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Konvoi Motor Larangan Mendukung Anies Baswedan

Akun Twitter pengacara @ruhutsitompul mengunggah foto konvoi motor yang dilakukan dengan memakai baju bertuliskan “HARAM dukung Anies Baswedan”.

Kementan Klaim Stok Daging Sapi Lebihi Kebutuhan
Indonesia
Kementan Klaim Stok Daging Sapi Lebihi Kebutuhan

Ketersediaan daging sapi yang saat ini 234 ribu ton daging sapi lokal, sementara kebutuhan tertinggi daging sapi di masyarakat hanya sampai 202 ribu ton.