Sejoli Pelaku Mutilasi Sadis Terhadap Rinaldi Bakal Diperiksa Kejiwaanya Rekontruksi mutilasi Rinaldi Harley Wismanu. Foto: MP/Kanu

Merahputih.com - Penyidik Polda Metro Jaya berencana melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap sepasang kekasih berinisial LAS dan DAF yang melakukan mutilasi jazad Rinaldi Harley Wismanu di Hotel Red Doorz Aparteman Pasar Baru Mansion.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, rencananya pekan depan keduanya menjalani test kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

"Kita rencanakan Minggu depan," ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/9).

Baca Juga

Motif Sejoli Pelaku Mutilasi Rinaldi, Kelaparan hingga Dipecat Akibat COVID-19

Namun demikian, sebelum menjalankan tes kejiwaan terhadap kedua tersangka ini, pihaknya akan melengkapi berkas perkara tersebut.

Sebab, pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis yaitu pasal Pembunuhan berencana yang tertuang di Pasal 340 KUHP. Kemudian, tersangka akan dijerat dengan pasal Pembunuhan yang tertuang dalam 338 KUHP.

Terakhir pasal 365 KUHP yaitu pencurian dengan kekerasa karena tersangka setelah membunuh langsung melakukan pencurian barang berharga milik korban.

"Kita kuatkan di persangkaan pasalnya nanti kita coba periksa kejiwaan DAF ini. Kalau kondisinya normal tapi kita mencari apakah dengan keterangan dia membunuh atau mutilasi ini apakah ada kejiwaan lain harus kita dalami lagi," tegas dia.

Kedua tersangka pembunuhan di Kalibata City. (Foto: MP/Kanugrahan)
Kedua tersangka pembunuhan di Kalibata City. (Foto: MP/Kanugrahan)

Sebelumnya, Rinaldi Harley Wismanu dibunuh oleh LAS dan DAF di Aparteman Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat pada (9/9) kemarin. Ketika itu DAF bersembunyi di dalam kamar mandi apartemen tersebut.

Tak lama kemudian, DAF Keluar dan Rinaldi dipukul oleh DAF menggunakan batu bata ketika tengah asyik melakukan hubungan badan dengan LAS.

Baca Juga

Pelaku Mutilasi Manajer Konstruksi di Kalibata City Ternyata Sepasang Kekasih

Setelah itu, DAF menusuk 7 kali korban hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Kemudian, setelah memastikan korban meninggal, pasangan mesum ini membeli gergaji dan golok.

Tubuh Rinaldi pun dipotong menjadi 11 bagian oleh keduanya dan dimasukan ke dalam katung plastik serta ke dalam dua koper. Pelaku kini mendekam dibalik jeruji besi setelah dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Kembali Periksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Indonesia
KPK Kembali Periksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Hasto mengaku akan memberikan kesaksian sebaik-baiknya

Jasa Marga Siapkan Teknologi 'Tanpa Tapping' di Pintu Tol
Indonesia
Jasa Marga Siapkan Teknologi 'Tanpa Tapping' di Pintu Tol

Baik di Pulau Jawa maupun di Pulau Bali

RS Sanglah Rawat Belasan Pasien 'Dalam Pengawasan', Didominasi WNA
Indonesia
RS Sanglah Rawat Belasan Pasien 'Dalam Pengawasan', Didominasi WNA

Sudah disiapkan 18 kamar untuk pasien dalam pengawasan COVID-19

  Napi Asimilasi Kembali Berulah, Polda Jateng Ancam Tembak di Tempat
Indonesia
Napi Asimilasi Kembali Berulah, Polda Jateng Ancam Tembak di Tempat

Kami tidak akan segan mengambil tindakan dengan menembak napi di tempat jika membahayakan masyarakat. Itu komitmen polisi dalam menjaga keamanan di tengah wabah virus Corona

Tak Ada Keanehan Sebelum Predator Seks Asal Prancis Coba Bunuh Diri
Indonesia
Tak Ada Keanehan Sebelum Predator Seks Asal Prancis Coba Bunuh Diri

FAC juga tidak nampak seperti orang depresi

Khofifah Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan ke OTG COVID-19
Indonesia
Khofifah Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan ke OTG COVID-19

Jatim selama beberapa hari terakhir, angka OTG semakin bertambah

Mengaku Diajukan 30 DPW, Zulkifli Hasan Kembali Maju Jadi Ketua Umum PAN
Indonesia
Mengaku Diajukan 30 DPW, Zulkifli Hasan Kembali Maju Jadi Ketua Umum PAN

Dari 30 DPW PAN yang mendukungnya itu, ada empat DPW yang berpindah dukungan kepada calon lain.

Mutasi Pejabat Eselon I Kejagung Diduga Berkaitan dengan Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Mutasi Pejabat Eselon I Kejagung Diduga Berkaitan dengan Kasus Djoko Tjandra

Diduga rotasi terhadap Jan Maringka berkaitan dengan sengkarut terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra.

Bos Gerindra: Firli Tidak Perlu Mundur dari Kepolisian
Indonesia
Bos Gerindra: Firli Tidak Perlu Mundur dari Kepolisian

Menurutnya justru yang ada kesamaan kepentingan antara institusi Polri dan KPK yaitu sama-sama memberantas korupsi.

Disebut Terima Dana Agar Bungkam Soal Uighur, Muhammadiyah Justru Tuding Tiongkok Langgar HAM
Indonesia
Disebut Terima Dana Agar Bungkam Soal Uighur, Muhammadiyah Justru Tuding Tiongkok Langgar HAM

Menurut Razikin, pemerintah Tiongkok melanggar HAM fundamental dari kelompok Uighur dengan tidak menjalankan perangkat-perangkat hukum yang ada baik di ranah domestik maupun di ranah internasional.