Sejarah Singkat Popcorn yang Menjadi Camilan 'Wajib' di Bioskop Yuk kenali sejarah singkat popcorn bisa menjadi camilan 'wajib' di bioskop (foto: pixabay/darkworkx)

SAAT pandemi Virus Corona melanda berbagai belahan dunia, berbagai tempat umum sempat lumpuh total. Dari mulai restoran, mall, tempat-tempat hiburan hingga bioskop.

Khususnya di Indonesia, salah satu tempat yang cukup terdampak dan masih ditutup hingga saat ini yaitu bioskop. Kabar tersebut diumumkan oleh pihak Cinema XXI lewat akun twitter resminya @Cinema21 yang telah terverifikasi.

Baca Juga:

Ini Film yang Paling Mengerikan, Bisa Membunuh Penontonnya

Dalam pengumuman tersebut pihak Cinema XXI menghadirkan sejumlah slide foto yang berisi pengumuman adanya penundaan dibuka kembalinya bioskop.

"Dalam rangka mematuhi arahan Pemerintah serta menyikapi perkembangan terkini pandemi COVID-19 di tanah air, kami memutuskan untuk menunda perjumpaan dengan seluruh pengunjung setia Cinema XXI. Stay safe and stay healthy, God bless Indonesia," tulis @cinema21.

Hal itu sontak membuat para warganet sedih, karena selama pandemi beberapa bulan ini banyak sekali orang-orang yang rindu untuk nonton film di bioskop bersama orang-orang terkasih.

Namun, daripada kamu harus bersedih lantaran bioskop yang tak kunjung dibuka kembali. Ada sebuah hal yang mungkin bisa mengobati kerinduan dan menjadi pengetahuan. Yakni tentang sejarah singkat popcorn menjadi camilan khas di bioskop.

Baca Juga

Ketika Robot Artificial Intelligence Jadi Peran Utama dalam Film

Rasanya seperti ada yang kurang bila menonton film di bioskop tanpa ditemani dengan setumpuk popcorn dan minuman dingin. Namun tahukah kamu bila adanya popcorn sebagai camilan 'wajib' di bioskop ada sejarahnya?

Dilansir dari berbagai sumber, popcorn kerap dijadikan kudapan malam pada akhir 1800-an. Setelah itu, pada tahun 1885 pengusaha asal Chicago, Charles Cretors, membuat mesin popcorn bertenaga uap komersil pertama di dunia.

Kehadiran mesin tersebut justru tak lantas membuat popcorn populer. Terlebih untuk dibawa ke bioskop. Karena pihak bioskop melarang pengunjung untuk membawa makanan dan minuman yang sifatnya berisik saat dimakan. Tujuannya agar tak menggangu konsentrasi penonton lain. Justru popcorn malah laku di pasar malam atau festival.

Popcorn mulai meraih popularitas disaat krisis ekonomi (Foto: pixabay/dbreen)

Tapi, pada tahun 1927, teknologi perfilman kian berkembang, yaitu hadir dengan format audio visual. Bioskop pun memperluas target penontonnya yang tak hanya terbatas di kaum elit saja.

PopCorn mulai diterima oleh pihak bioskop pada masa great depression. Kala itu Amerika Serikat mengalami krisis ekonomi yang berdampak terhadap masyarakat.

Saat masa itu, masyarakat kesulitan mencari hiburan untuk mengalihkan perhatian krisis ekonomi. Sejumlah penjual popcorn pun lantas memanfaatkan kesempatan tersebut dengan berjualan di depan bioskop.

Laris manisnya popcorn membuat pihak bioskop melirik dan berpikir bahwa itu bisa dijadikan win-win solutin bagi kedua belah pihak.

Semenjak itulah popcorn digandeng bioskop untuk dijadikan camilan bagi para penonton bioskop. Masyarakat di sana menganggap bioskop dan popcorn sebagai hiburan yang murah, guna mengalihkan isu yang tengah berlangsung.

Bagi para pemilik bioskop, setiap pembelian tiket dan popcorn merupakan sebuah masukan yang besar dan sangat menguntungkan. Terlebih ketika krisis ekonomi tengah berlangsung. Pada masa itu, popcorn pun turut populer di sejumlah negara, termasuk di Indonesia.

Satu hal yang cukup menarik, popcorn juga populer kala Perang Dunia ke II berlangsung. Saat itu ketika Filipina mulai berhenti sebagai eksportir gula ke Amerika Serikat. Camilan tersebut mampu mengalahkan permen dan soda yang mengandung gula kala itu.

Mereka kewalahan lantaran masyarakat semakin menyukai popcorn. Tapi dalam perjalannnya, popularitas bioskop dan popcorn tak selamanya mulus. Karena di era 1960-an, kehadiran televisi membuat orang semakin jarang untuk pergi ke bioskop. (Ryn)

Baca Juga:

Charlize Theron Punya Kehidupan Abadi di Film Terbarunya

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH