Sejarah Kelam "Narco-Football" Kolombia, Kisah Mengerikan Kematian Andres Escobar Andres Escobar. (Sumber: thebogotapost.com)

CARLOZ Sanchez tak mengira kartu merah diterimanya di menit awal laga menghadapi Jepang berbuntut panjang. Selain Kolombia haru menelan kekalahan di pertandingan perdana Piala Dunia 2018, Sanchez pun beroleh kecaman bahkan ancaman serius pendukung tim berjuluk Los Cafeteros.

Usai pertandingan, makian untuk Sanchez tertuju pada akun Twitter-nya, @carlossanchez6. Isinya mengerikan. Sanchez menerima makian hingga ancaman pembunuhan. Foto Sanchez bahkan disandangkan dengan foto pemain legendaris Kolombia Andres Escobar, nan mati dibunuh usai melakukan gol bunuh diri ketika melawan Amerika Serikat pada Piala Dunia 1994.

Timnas Kolombia. (Sumber: fifa.com)

Di kolom komentar pun tertulis, "Jika Andres Escobar dibunuh karena mencetak gol bunuh diri, maka Carlos Sanchez harus dibunuh dan mayatnya harus dikencingi," tulis seseorang di kolom komentar, dikutip The Guardian.

Andres Escobar merupakan tragedi besar bagi dunia sepakbola Kolombia. Ia menjadi korban pusaran Narco-Football alias pengaruh kartel narkoba terhadap pesepakbolaan Kolombia.

Kisah pilu Escobar

Pada Piala Dunia 1994, Kolombia melenggang sebagai salah satu tim kuda hitam asal Amerika Selatan. Namun, jauh panggang dari api. Impian tersebut gagal diwujudkan Carlos Valderrama dkk. Mereka justru angkat koper lebih awal, keluar jadi juru kunci Grup A. Kolombia kalah bersaing dengan Rumania, Amerika Serikat, dan Swiss.

Meski tidak termasuk tim besar Amerika Latin, timnas Kolombia sempat menjadi pusat perhatian dunia. Duel dengan Amerika Serikat di Piala Dunia 1994 berubah menjadi tragedi berdarah sepanjang sejarah. Tim berjuluk Los Cafeteros kehilangan bek andalannya, Andres Escobar yang tewas dalam sebuah tragedi penembakan.

Infografi Kematian Andres Escobar. (MP/Bayu Samudro)

Lantaran gol bunuh diri-nya itu, Andres Escobar akhirnya ditemukan tewas dengan kondisi memprihatinkan. Dia ditembak mati algojo kartel narkoba Kolombia 5 hari setelah kepulangan dari Amerika Serikat. Seperti dikutip clas.berkeley.edu, saksi mata di TKP menjelaskan pada Sabtu, 2 Juli 1994, dini hari, seeorang saksi mata melihat Escobar bersama dua orang pria bertengkar.

Dari pertikaian tersebut, terdengar teriakan suara pria menghina permainan Escobar. Ia pun tak terima. Escobar melakukan pembelaan dan sempat berteriak minta tolong. Tak lama berselang, pria di depan Escobar menarik pelatuk senjata api. Escobar ditembak sebanyak 12 kali dengan pistol kaliber 38 mm.

Infograsi Kematian Andres Escobar. (MP/Bayu Samudro)

Tak puas dengan Escobar, penembak itu pun berteriak. Seperti dikutip dari si.com, pembunuh itu berteriak "Thanks for the own-goal, hijueputa! (Terima kasih atas gol bunuh diri-mu, anak pelacur!)." Usai mencaci, pelaku kembali berseru gol-gol-gol, layaknya komentator sepak bola khas Amerika Latin.

Kronologis pembunuhan

Peristiwa pembunuhan Escobar terjadi pada Sabtu, 2 Juli 1994, lima hari setelah Kolombia kalah dari Amerika dengan skor 1-2 dalam babak penyisihan grup Piala Dunia 1994. Aparat kepolisian Kolombia pun tak tinggal diam. Tidak butuh waktu lama, sang pembunuh berhasil dibekuk.

Polisi Kolombia menangkap pria bernama Humberto Castro Munoz malam hari setelah kejadian. Tak disangka, Castro merupakan kaki tangan kartel narkoba. Polisi menduga, pembunuhan Escobar lantaran gol bunuh diri yang dilakukan bek timnas Los Cafeteros. Berdasarkan pengakuan Castro, ia diperintah oleh sang majikan, Santiago Gallon, menghabisi nyawa Escobar akibat kalah taruhan judi.

Humberto Castro Munoz. (Sumber: theculturetrip.com)

Setelah dibawa ke meja hijau, pengadilan menjatuhkan hukuman 43 tahun penjara untuk Castro Munoz. Tak lama kemudian, hukumannya dikurangi menjadi 26 tahun. Namun, pada 2005, pengadilan memutuskan Castro Munoz bebas. Jadi, tak lebih Castro hanya menjalani masa hukuman selama 11 tahun.

Mengetahui hal tersebut, keluarga Escobar menuntut. Mereka merasa pihak pengadilan tak bersikap adil. Pihak pengadilan pun angkat bicara. Menurut mereka, Castro Munoz berkelakuan baik selama menjalani masa hukuman. Setelah kematian Escobar, masyarakat mengenang peristiwa nahas itu, terlebih suporter Atletico Nacional.

Peringatan untuk mendiang Andres Escobar. (Sumber: clas.berkeley.edu)

Setiap tahun di tanggal kematian Escobar, para pendukung bersama fans timnas Kolombia melakukan sebuah konvoi untuk mengenang Escobar. Pada 2002, pemerintah Kota Medellin membangun sebuah patung sang legenda yang mati di tangan mafia narkoba. (*)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH