Sejarah Hari Ini, Yogyakarta Menjadi Ibukota Sementara Republik Indonesia (1) Sukarno dan Sultan hamengku Buwana IX di Gedung Agung Yogyakarta. (Getty Images)

KURIR utusan Sultan Yogyakarta tiba di Jakarta, 2 Januari 1946. Surat Sri Sultan Hamengku Buwana IX cepat berpindah tempat di hadapan presiden. Isi surat menyua dukungan penuh Keraton Ngayogyakarta dan Kadipaten Pakualaman terhadap rencana pemindahan ibukota. Sukarno mengangguk sepakat. Persiapan pemberangkatan dikebut.

Baca juga: Tak Bermimpi Jadi Jenderal Besar, Soedirman Hanya Bercita-Cita Jadi Guru (6)

Jakarta sudah tak lagi kondusif. Di satu sisi sisa-sisa tentara Jepang masih menjadi ancaman. Sementara di lain sisi, kedatangan serdadu Nederlandsch Indië Civiele Administratie atau Netherlands-Indies Civiele Administration (NICA) membonceng pasukan Sekutu pada 29 September 1945 merongrong keamanan ibukota. NICA acap melakukan aksi teror terhadap tokoh-tokoh republik.

Sukarno harus bertindak cepat mengatasi situasi keamanan di usia hitungan minggu kemerdekaan Republik Indonesia. Uluran tangan Sultan Hamengku Buwana IX dan Sri Paku Alam VIII cepat disambar pihak Jakarta dengan mengadakan sidang kabinet tertutup diketuai Sutan Sjahrir.

sukarbo
Kereta Api Luar Biasa (KLB). (MP/Noer Ardiansjah)

Dalam kondisi darurat, ucap Bung Karno pada Cindy Adams dalam Bung Karno; Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, ibukota negara musti dipindahkan besok malam dari Jakarta ke Yogyakarta. "Tidak ada seorang pun dari saudara boleh membawa harta benda. Aku juga tidak," kata Sukarno kepada para pejabat tinggi negara. Pemindahan para tokoh sentral disepakatai dilakukan secara cepat dan rahasia menggunakan Kereta Api Luar Biasa (KLB).

Kesibukan tampak di Dipo Manggarai. Empat rangkaian gerbong disusun mengait lokomotif hitam bernomor D52099. Begitu fajar menyingsing, lokomotif ditarik perlahan menuju rel kereta persis di bagian belakang rumah Bung Karno, Pegangsaan Timur.

sukarno
Lokomotif kuno saat tiba di Stasiun Purwosari beberapa tahun lalu. (MP/Raditya)

Tepat pukul 18.00 WIB, para rombongan berangkat dengan pengawalan 15 belas pasukan. Semua penumpang, menurut salah seorang pengawal Bung Karno, Mangil Martowidjojo pada Kesaksian tentang Bung Karno, dagdigdug khawatir tertangkap NICA.

Baca juga: Ketika Sukarno Menggoda Soedirman: Pilih Perempuan Gemuk atau Kurus? (16)

"Waktu itu keadaan di dalam KLB gelap sekali. Lampu-lampu sengaja tidak dinyalakan," ingat Mangil.

Meski diliputi waswas, perjalanan kereta tak menemui aral berarti.

Selama 15 jam perjalanan, lokomotif C28 akhirnya melangsir di stasiun Tugu Yogyakarta, Jumat, 4 Januari 1946.

Sukarno sempat tinggal sementara di kawasan Pura Pakualaman sebelum akhirnya tinggal di istana bekas Gubernur Belanda di selatan Malioboro. Sejak saat itu, Sukarno-Hatta resmi berkantor di Yogyakarta. (*)

Baca juga: Sukarno Memilih Berdiplomasi, Soedirman Memutuskan Gerilya (20)

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Meski Seram, Destinasi ini Amat Diminati
Travel
Meski Seram, Destinasi ini Amat Diminati

Beberapa cukup instagramable dan jadi spot favorit untuk berfoto.

Gunung Kidul Siap Buka Objek Wisata Besar- Besaran
Travel
Gunung Kidul Siap Buka Objek Wisata Besar- Besaran

Objek wisata di wilayah ini siap menyambut wisatawan yang berlibur.

Jajanan Pasar Negeri Aing yang Bikin Semar Mabuk
Kuliner
Jajanan Pasar Negeri Aing yang Bikin Semar Mabuk

Apa hubungannya punakawan dalam pewayangan dengan jajanan pasar khas Solo, semar mendem? Hubungannya amat filosofis ternyata

Cascara Hasil Fermentasi Kopi
Kuliner
Cascara Hasil Fermentasi Kopi

Dari aromanya, persis wine.

Menengok Tarsius dan Yaki di Cagar Alam Tangkoko
Travel
Menengok Tarsius dan Yaki di Cagar Alam Tangkoko

Rumah bagi yaki dan tarsius, dua satwa endemik dari Tanah Minahasa.

Pasar Ikan Balekambang, Surganya Pecinta Ikan Laut di Solo
Travel
Pasar Ikan Balekambang, Surganya Pecinta Ikan Laut di Solo

Ratusan ikan laut yang didatangkan dari wilayah Pantura berserakan di lapak pedagang.

Empat Objek Wisata di Kota Jogja Sudah Beroperasi Kembali, Ini Daftarnya
Travel
Empat Objek Wisata di Kota Jogja Sudah Beroperasi Kembali, Ini Daftarnya

Sejumlah objek wisata yang sudah dibuka untuk umum ialah:

Pedagang Keliling Ungkap Keberadaannya Lewat 'Jingle'
Kuliner
Pedagang Keliling Ungkap Keberadaannya Lewat 'Jingle'

Pedagang keliling memiliki 'jingle' untuk memikat hati pembeli.

Jenderal Soedirman, Pahlawan Indonesia yang Dibuatkan Patung di Negara Penjajah
Indonesiaku
Jenderal Soedirman, Pahlawan Indonesia yang Dibuatkan Patung di Negara Penjajah

Jenderal Sudirman, satu-satunya Pahlawan asing yang patungnya ada di Jepang.

Iklan Jadul Biskuit Selalu Melekat  di Hati Pemirsa
Kuliner
Iklan Jadul Biskuit Selalu Melekat di Hati Pemirsa

Di era 90-an iklan merek biskuit sangat unik dan melekat di hati pemirsa sampai sekarang.