Sejarah Hari Ini, Tetris Lahir Dari Laboratorium Science Uni Soviet Tetris versi dirancang Spectrum Holobyte berisi gambar terkait Rusia (1988). (wikipedia)

ANAK 90-an pasti paham permainan tetris paling berani mencela. "Ah, bego lu!". Mau pemainnya, anak muda, orang tua, guru, pemuka agama, bahkan presiden, bila salah langkah tetap akan terima umpatan tersebut. Kecuali jika dipasang mode tanpa suara.

Baca juga:

Microsoft Flight Simulator makin Seru

Suara tersebut merupakan penambahan aksen pada gim paling fenomenal di tahun 1990-an. Hari ini, 37 tahun silam, tepatnya pada 6 Juni 1984, prototipe tetris berhasil dirampungkan.

Gim teka-teki secara dasar menggunakan Turbo Pascal tersebut dikembangkan Alexey Pajitnov saat bekerja di Laboratorium Uni Soviet Academy of Science.

tetris
Tetris versi IBM PC 1986 yang dikembangkan oleh Dmitry Pavlovsky dan Vadim Gerasimov. (wikipedia)

Pajitnov bertugas mengembangkan kecerdasan buatan sekaligus alat pendeteksi pengenal suara. Di sesela pekerjaan, lelaki kelahiran Moskow, Rusia, 16 Maret 1955 tersebut mengutak-atik komputer Elektronika 60 semata-mata untuk melampiaskan kebosanan dengan bermain teka-teki.

Baca juga:

Sony Sebut 41 Persen Pemilik PlayStation 5 Perempuan

Pajitnov, menurut Dan Ackerman pada The Tetris Effect: The Cold War Battle for the World's Most Addictive Game, lantas menggunak teks untuk membuat Tetramino sebagai dasar permainan lantaran Elektronika 60 tidak bisa menampilkan grafis.

Ia memberi nama permainan teka-teki buatannya Tetris. Sambil meminta teman-temannya bermain sambil menguji-coba kehebatan purwarupa permainan geometris terdiri dari empat kotak terhubung secara ortogonal. Bahkan, teman-temannya jadi ketagihan.

tetris
Tetris di perangkat Chine Brick Game. (wikipedia)

Sejak saat itu Tetris semakin digandrungi tak hanya di kalangan rekan sejawat Pajitnov, namun berkembang seiring kerjasama paltform baru MS-DOS di komputer.

Meski dirancang Pajitnov, Tetris lahir di rahim Uni Soviet Academy of Science sehingga hak kepemilikan berada di bawah Erlog. Tetris berkembang setelah perusahaan gim asal Amerika Serikat, Atari membeli hak cipta komputer dan arkade.

Henk Rogers, seorang publisher gim bekerja untuk Nintendo berhasil meyakinkan Erlog tentang masa depan Tetris. Nintendo akhirnya mendapat harga 500 ribu dolas AS untuk hak cipta Tetris. Sejak sat itu Tetris berkembang dari permainan di komputer, arkade, hingga gameboy. (*)

Baca juga:

Microsoft Hapus Syarat Xbox Live Gold untuk Game Free-to-Play

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Camila Cabello Bakal Rilis Single ‘Don’t Go Yet’
ShowBiz
Camila Cabello Bakal Rilis Single ‘Don’t Go Yet’

Camila Cabello comeback dengan single baru.

Omega Squad hingga PROJECT, Update Maret untuk League of Legends: Wild Rift
Fun
Omega Squad hingga PROJECT, Update Maret untuk League of Legends: Wild Rift

Di Maret ini, Riot Games akan menghadirkan dua tema skin kece.

Mengenal Lebih Dekat Sistem PGM-FI Pada Sepeda Motor
Fun
Mengenal Lebih Dekat Sistem PGM-FI Pada Sepeda Motor

Yuk kenali lebih dekat tentang sistem PGM-FI pada sepeda motor

Fotografer Senior, Timur Angin Adakan Kelas 'Human Interest Photography'
Fun
Fotografer Senior, Timur Angin Adakan Kelas 'Human Interest Photography'

Mayoritas dari masyarakat kini beralih ke kegiatan yang dapat dilakukan secara online.

Studi Menunjukkan, 1 dari 3 Orang Dewasa di Seoul Tidak Bercinta Selama Setahun
Fun
Studi Menunjukkan, 1 dari 3 Orang Dewasa di Seoul Tidak Bercinta Selama Setahun

Apakah kamu aktif bercinta selama setahun belakangan?

Nyaris Meninggal, Salma Hayek Ceritakan Pengalaman Melawan COVID-19
ShowBiz
Baim Wong Bagikan Tips Hilangkan Jenuh Saat Pandemi
Fun
Baim Wong Bagikan Tips Hilangkan Jenuh Saat Pandemi

Baim Wong membagikan tips menghilangkan kejenuhannya ketika berada di rumah saja selama pandemi COVID-19

Iklan Minuman Ringan yang Nostalgik dan Ikonik
Fun
Iklan Minuman Ringan yang Nostalgik dan Ikonik

Iklan yang membangkitkan kenangan lampau.

Teddy Adhitya Kisahkan Pencarian Jati Diri di Lagu 'Semestinya'
ShowBiz
Teddy Adhitya Kisahkan Pencarian Jati Diri di Lagu 'Semestinya'

Teddy berkisah tentang sudut pandangan dalam pencarian kembali jati diri yang sudah terlupakan pada lagu 'Semestinya'

Santri Negeri Aing yang Berbagi Tongkrongan
Fun
Santri Negeri Aing yang Berbagi Tongkrongan

Berbagai hal unik dan memorable tentang Tongkrongan Santri di Negeri Aing