SEJARAH HARI INI: Pidato Emosional Jendral AH Nasution Saat Melepas Jenazah Perwira AD Korban G30S Suasana iringan jenazah 7 Pahlawan Revolusi ketika memasuki areal TMP Kalibata. (colourised, Marcel Jack)

SEJARAH hari ini, 52 tahun silam, para perwira Angkatan Darat korban Gerakan 30 September dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, tepat pada hari jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).


Jendral Abdul Haris Nasution, seorang perwira selamat dari penculikan G30S, memberikan pidato sangat emosional ketika melepas jenazah korban G30S.

“Jendral Suprapto, Jendral Haryono, Jendral Parman, Jendral Panjaitan, Jendral Sutoyo, Letnan Tendean... Kamu semua mendahului kami, kami semua yang kamu tinggalkan punya kewajiban meneruskan perjuangan kita, meneruskan tugas angkatan bersenjata kita, meneruskan perjuangan TNI kita, meneruskan tugas yang suci. Kamu semua, tidak ada yang lebih tahu dari pada kami yang di sini, daripada saya sejak 20 tahun kita selalu bersama sama membela negara kita, perjuangan kemerdekaan kita, membela pemimpin besar kita, membela cita-cita rakyat kita,” ujarnya.

Nasution harus kehilangan seorang putrinya, Ade Irma Nasution, pada peristiwa kelam dinihari 1 Oktober 1965.

Upacara pemakaman itu berlangsung tanpa dihadiri Soekarno. Ketidakhadirannya itu menimbulkan beragam penafsiran. “Meskipun mungkin karena pertimbangan keamanan, ketidakhadiran itu tetap dianggap sebagai skandal,” tulis Hermawan Sulistyo dalam Palu Arit di Ladang Tebu, Sejarah Pembantaian yang Terlupakan 1965-1966.

Pada hari itu, panser-panser Saracen dikerahkan guna membawa jenazah-jenazah korban G30S menuju ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.(*) Achmad Sentot



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH