Sehari Positif COVID-19 Tambah Nyaris 1.000, Pengamat Kritik Istana Mulai Bingung Pengamat Poltik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin (Foto: Twitter @UiUkom)

MerahPutih.com - Penambahan kasus positif COVID-19 di tanah air meningkat signifikan pada Kamis, (21/5) kemarin, ahkan mencapai rekor tertinggi hampir 1000 kasus positif. Tepatnya penambahan kasus kemarin sebanyak 973 kasus baru positif Corona yang membuat jumlah total menjadi 20.162 di Indonesia.

Menjadi miris kemudian kenaikan jumlah positif tersebut di tengah dibuka kembalinya bandara hingga sejumlah mall. Belum lagi usulan kelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan berdamai dengan COVID-19.

Pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, peningkatan kasus positif dengan sejumlah kebijakan yang tidak konsisten menandakan pemerintah tidak mempunyai solusi jitu untuk mengatasi penyebaran virus Corona.

Baca Juga:

Update COVID-19 Kamis (21/5): 20.162 Positif, 4.838 Sembuh

"Pemerintah tidak memiliki solusi yang jitu. Akhirnya masyarakat diminta untuk berdamai dengan Corona Melonggarkan PSBB dan membuka tranportasi publik. Ada plus dan minusnya. Plusnya, ekonomi rakyat akan jalan kembali. Minusnya, akan banyak lagi masyarakat yang terinfeksi Corona," kata Ujang kepada wartawan, Jumat (22/5).

Menurut Ujang, pemerintah juga seperti kedodoran dalam menangani wabah Corona. Tidak siap mengantisipasi persoalan yang disebabkan oleh virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut.

"Bisa saja istana sudah kebingungan dan kehilangan akal dalam mengendalikan penyebaran virus Corona. Saat Corona belum hilang. Pemerintah buat kebijakan yang aneh dan tumpang tindih dalam membuat aturan," ujarnya.

Presiden Joko Widodo berbicara dalam rapat membahas Laporan Tim Gugus Tugas COVID-19 melalui telekonferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Senin (30/3/2020). (Biro Pers Istana)

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini juga merespons kritik yang disampaikan oleh eks Wakil Presiden Jusuf Kalla soal penanganan Corona yang dilakukan oleh Pemerintah saat ini.

"JK benar. Kita tak boleh main-main dengan Corona. Kita juga harus hati-hati dengan pelonggaran PSBB. Karena bagaimanapun, soal korban materi atau ekonomi mungkin bisa saja diganti. Kalau korban jiwa? Tak bisa diganti," tegas Ujang.

Ujang memandang, bahwa kritik yang disampaikan oleh JK merupakan hal wajar lantaran ingin bangsa ini dikelola dengan baik. "Termasuk dalam mengelola dan menyelesaikan persoalan Corona," kata Ujang. (Pon)

Baca Juga:

Rapot Merah untuk Pemerintahan Jokowi

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Berkas Perkara Lengkap, Djoko Tjandra Cs Siap Diseret ke Meja Hijau
Indonesia
Berkas Perkara Lengkap, Djoko Tjandra Cs Siap Diseret ke Meja Hijau

Dengan demikian, tersangka kasus surat palsu dan barang bukti dalam kasus ini akan diserahkan kepada kejaksaan hari ini

Alasan MRT Jakarta Pilih Ancol Barat Jadi Depo MRT 2B
Indonesia
Alasan MRT Jakarta Pilih Ancol Barat Jadi Depo MRT 2B

Secara teknis dan kajian dari para ahli, kata William, lokasi Ancol Barat lebih efisien dari sisi pembiayaan maupun dari sisi lingkungan.

Wagub DKI Singgung Rizieq Soal Protokol Kesehatan
Indonesia
Wagub DKI Singgung Rizieq Soal Protokol Kesehatan

Rizieq Shihab harus mengatur jadwal kunjungan tamu-tamunya serta menerapkan 3M.

 Bos Ciputra Mangkir dari Pemeriksaan KPK
Indonesia
Bos Ciputra Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Sutoto sedianya diperiksa sebagai saksi kasus untuk tersangka Bupati nonaktif Sidoarjo, Saiful Ilah dalam kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo.

PSBB Segera Berakhir, Pemprov DKI Godok Peraturan Pembukaan Tempat Hiburan
Indonesia
PSBB Segera Berakhir, Pemprov DKI Godok Peraturan Pembukaan Tempat Hiburan

Ia menjelaskan, penyusunan itu dibahas bersama seluruh pelaku usaha dan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI.

Karyawan Meninggal Terpapar COVID-19, Puskesmas Gajahan Solo Lockdown
Indonesia
Karyawan Meninggal Terpapar COVID-19, Puskesmas Gajahan Solo Lockdown

Penutupan sementara diberlakukan setelah satu pegawai bagian administrasi meninggal terpapar COVID-19, Minggu (27/12).

Purnomo Mundur, Gibran Tetap Konsisten Maju Pilwakot Solo
Indonesia
Purnomo Mundur, Gibran Tetap Konsisten Maju Pilwakot Solo

"Tanya sendiri sama Pak Purnomo soal itu (mundur dari Pilwakot). Nanti saja (bicara politik). Sekarang sedang terjadi musibah. Saya fokus kemanusiaan dulu," ujar Gibran.

KAI Setop 32 Perjalanan Kereta Api Lintas Selatan
Indonesia
KAI Setop 32 Perjalanan Kereta Api Lintas Selatan

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat sesuai dengan arahan pemerintah dalam rangka menekan penyebaran COVID-19

Kemenkes Tegaskan Informasi Puluhan Wartawan Terkapar Usai Divaksin Hoaks
Indonesia
Kemenkes Tegaskan Informasi Puluhan Wartawan Terkapar Usai Divaksin Hoaks

Kemenkes menyampaikan bahwa informasi ada puluhan awak media terkapar hingga pingsan pasca-disuntik vaksin COVID-19 tidak benar.

Bali Segera Buka Pintu Bagi Wisatawan Asing dan Domestik
Indonesia
Bali Segera Buka Pintu Bagi Wisatawan Asing dan Domestik

Pulau dewata ini sangat menggantungkan pada pariwisata. Kontribusi devisa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali mencapai 41 persen atau senilai Rp116 triliun.