Sehari 3 Kali Minum Ramuan Cegah Corona, Jokowi Mengeluh Harga Naik 4-5 Kali Lipat Cegah corona Jokowi makin sering minum jamu (ANTARA/Hanni Sofia)

MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membocorkan rahasianya untuk mencegah terinfeksi virus corona dengan mengaku menambah frekuensi minum jamu menjadi lebih sering dari semula hanya pada pagi hari kini menjadi tiga kali dalam sehari.

“Saya biasanya tiap hari minum itu, temulawak, jahe, sereh, kunyit saya campur, saya minum hanya pagi. Sekarang karena ada corona saya minumnya pagi, siang, malam,” kata Jokowi, saat meresmikan Pembukaan The 2nd Asian Agriculture & Food Forum di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3).

Baca Juga:

Corona Merebak, Jamu Tradisional Kian Jadi Primadona

Presiden Jokowi yang berdarah asli Jawa itu memang selama ini dikenal gemar minum jamu. Secara khusus dikutip Antara, Jokowi membocorkan resep jamu yang biasa diminumnya yakni jahe merah, temulawak, sereh, kunyit, yang semuanya dicampur menjadi satu.

temulawak
Temulawak satu di antara berbagai bahan jamu yang diminum Presiden Jokowi. (Foto: Temulawak.org)

Baca Juga:

Corona Merebak, Jamu Tradisional Kian Jadi Primadona

Bahkan, Presiden sampai mengganti suguhan minuman teh untuk tamu dengan resep jejamuan tersebut. “Sekarang tamu-tamu saya kalau pagi, siang, dan malam saya beri minuman itu, bukan teh, tapi temulawak, jahe, sereh, kunyit, campur jadi satu,” katanya.

Namun, Jokowi mengingatkan saat ini harga rempah-rempah naik berkali lipat hingga 4-5 kali lipat. Bahkan, dia sendiri mengaku kini makin susah mencari rempah di pasaran karena banyak yang mengkonsumsinya.

“Hati-hati sekarang ini harganya naik sampai 4 kali lipat, 5 kali lipat. Jahe merah, temulawak, kunyit. Naik sampai 3, 4, 5 kali lipat. Biasanya kalau mencari mudah,” tutup Kepala Negara. (*)

Baca Juga:

Temulawak dapat Lawan Kanker?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
WP KPK Siap Kawal Sidang Perdana Kasus Teror Novel Baswedan
Indonesia
WP KPK Siap Kawal Sidang Perdana Kasus Teror Novel Baswedan

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) siap mengawal sidang perdana kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan.

Bogor Siapkan Kantor Dinas dan GOR untuk RS Darurat COVID-19
Indonesia
Bogor Siapkan Kantor Dinas dan GOR untuk RS Darurat COVID-19

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat akan menggunakan kantor dinas dan gelanggang olahraga (GOR) untuk rumah sakit darurat penanganan COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA] : Jokowi Sebut Vaksinasi COVID Hanya Buat Peserta BPJS Kesehatan Aktif
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Jokowi Sebut Vaksinasi COVID Hanya Buat Peserta BPJS Kesehatan Aktif

Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 diberikan gratis untuk semua rakyat Indonesia dan tidak ada kaitannya dengan keanggotaan BPJS Kesehatan.

 OTT Wali Kota Cimahi, KPK Sita Dokumen Keuangan Rumah Sakit
Indonesia
OTT Wali Kota Cimahi, KPK Sita Dokumen Keuangan Rumah Sakit

Informasi lebih rinci mengenai OTT ini akan disampaikan dalam konferensi pers pada hari ini, Sabtu (28/11).

DPR Apresiasi Pemerintah Evakuasi WNI dari Tiongkok
Indonesia
DPR Apresiasi Pemerintah Evakuasi WNI dari Tiongkok

"ini menunjukkan bahwa kita tidak akan meninggalkan WNI kita, Negara hadir dan berusaha semaksimal mungkin" kata Kharis

 Sidang Gugatan Warga Terhadap Anies Dalam Kasus Banjir Jakarta Mendadak Ditunda
Indonesia
Sidang Gugatan Warga Terhadap Anies Dalam Kasus Banjir Jakarta Mendadak Ditunda

Namun ternyata setelah menunggu empat jam lebih, hakim tak kunjung datang dan para tergugat maupun penggugat memutuskan untuk menunda sidang.

Pengamat Sosial UI Setuju Usul JHL Group Nakes Dapat Penghargaan Hingga Fasilitas Bekerja
Indonesia
Pengamat Sosial UI Setuju Usul JHL Group Nakes Dapat Penghargaan Hingga Fasilitas Bekerja

Yang tak kalah penting pemerintah wajib menyediakan kendaraan antar jemput

Jika Terbukti Langgar Aturan Hidup Mewah, Firli Diminta Mundur
Indonesia
Jika Terbukti Langgar Aturan Hidup Mewah, Firli Diminta Mundur

Boyamin pun menyerahkan seluruh pertimbangan dan keputusan kepada Dewas KPK

Polemik Memulangkan WNI Eks ISIS, Kang Emil Siap Amankan Kebijakan Jokowi
Indonesia
Polemik Memulangkan WNI Eks ISIS, Kang Emil Siap Amankan Kebijakan Jokowi

Seluruh kebijakan terkait hal tersebut ada di pemerintah pusat

18 Anggota Positif COVID-19, Kasatpol PP DKI: Harusnya Gedung DPR Ditutup
Indonesia
18 Anggota Positif COVID-19, Kasatpol PP DKI: Harusnya Gedung DPR Ditutup

Arifin berpendapat, seharusnya gedung wakil rakyat itu ditutup sementaran jika ada anggota dewan yang terjangkit.