Segera Dibuka, RPTRA Diharap Jadi Tempat Ekspresi Anak-Anak yang Enggak Bisa Masuk Mal Petugas membersihkan Skate Park di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo). Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Merahputih.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat mengisyaratkan kemungkinan membuka taman kota, tempat pemakaman umum (TPU) serta Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) untuk publik dengan kapasitas 50 persen.

"Arahnya ke sana, tetapi dengan ketentuan taman kota yang memiliki jumlah petugas pengamanan memadai," ujar Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pertamanan dan Hutan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Mila Ananda, Kamis (2/9).

Baca Juga

Satu Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sinopharm Bakal Masuk Indonesia

Pembukaan kembali ruang terbuka hijau, seperti taman kota dan RPTRA diperlukan sebagai tempat rekreasi dan ruang ekspresi anak, terutama di bawah 12 tahun karena saat ini pusat perbelanjaan tidak memperbolehkan anak-anak berusia di bawah 12 tahun untuk masuk.

Masyarakat butuh ruang interaksi di ruang terbuka, apalagi di kawasan permukiman padat. Karena, jika ke mal anak-anak di bawah 12 tahun tidak boleh masuk karena belum dapat akses vaksin.

"Jadi, berharap RPTRA bisa jadi tempat ekspresi mereka," kata Mila.

Sejumlah permainan anak disegel akibat penutupan taman dan RPTRA oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait antisipasi penyebaran virus corona (COVID-19) di Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis, (19/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menutup seluruh taman dan RPTRA di Jakarta selama dua pekan dimulai, Sabtu (14/3/2020) hingga 28 Maret 2020. Penutupan tersebut sesuai dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar menghindari kerumunan masyarakat dan menjadi tempat penyebaran virus corona (COVID-19). Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Sejumlah permainan anak disegel akibat penutupan taman dan RPTRA oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait antisipasi penyebaran virus corona (COVID-19) di Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis, (19/3/2020). Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Mila menjelaskan bahwa taman dan hutan kota, TPU serta RTH saat ini masih ditutup, berdasarkan Surat Keterangan (SK) Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta.

Taman kota dan RTH belum dibuka karena pertimbangan sebagai tempat berkumpul segala usia, apalagi jika letaknya berada di jalan protokol sehingga dapat disinggahi oleh masyarakat luas.

Berbeda dengan mal dan restoran yang sudah diperbolehkan untuk umum, taman kota belum dibuka karena kurangnya petugas pengamanan untuk memonitor masuk-keluar pengunjung.

Baca Juga

Pemprov DKI: 4,5 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Telah Disuntikan ke Warga

Mila mengatakan tidak semua taman kota dan RPTRA di Jakarta Pusat memiliki petugas pengamanan untuk mengontrol dan membatasi jumlah pengunjung.

"Kalau mal dan restoran, itu pakai aplikasi Peduli Lindungi, sedangkan taman itu lokasinya terbuka, pintu masuknya dari segala arah, itu jadi pertimbangan bagaimana mengontrol orang yang masuk. Sementara petugas tidak semua ada di taman dan RPTRA," kata Mila. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Politikus PDIP Cuma Aktif Jabat Wali Kota Surabaya 3 Hari
Indonesia
Politikus PDIP Cuma Aktif Jabat Wali Kota Surabaya 3 Hari

Reni berharap saat itu Whisnu diangkat sebagai wali kota definitif segera setelah DPRD mengusulkannya

Korupsi Lahan DKI, KPK Tahan Bekas Bos Sarana Jaya Yoory Pinontoan
Indonesia
Korupsi Lahan DKI, KPK Tahan Bekas Bos Sarana Jaya Yoory Pinontoan

KPK resmi menetapkan bekas Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan sebagai tersangka korupsi.

Kasus COVID-19 Melonjak, Penerbangan dari Indonesia Dilarang ke Hong Kong
Indonesia
Kasus COVID-19 Melonjak, Penerbangan dari Indonesia Dilarang ke Hong Kong

KJRI Hong Kong akan memastikan pemenuhan hak-hak pekerja migran Indonesia

Cerita Keluarga Nakes tentang Monumen Pejuang COVID-19
Indonesia
Cerita Keluarga Nakes tentang Monumen Pejuang COVID-19

Rohaetin terkonfirmasi positif COVID-19 ketika ia mulai melahirkan

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Rangking 11 Terbaik Dunia
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 di Indonesia Rangking 11 Terbaik Dunia

Tercatat sudah ada 24,84 juta dosis vaksin yang telah disuntikkan kepada masyarakat di tanah air.

Yuk Taat Prokes! Pasien Sembuh dari COVID-19 Lebih dari 2,2 Juta Orang
Indonesia
Yuk Taat Prokes! Pasien Sembuh dari COVID-19 Lebih dari 2,2 Juta Orang

Sedangkan pasien meninggal bertambah 1.092 menjadi 72.489

51 Warga Klaster Bukber Sembuh, Kawasan Kediaman Jokowi Berubah Zona Hijau
Indonesia
51 Warga Klaster Bukber Sembuh, Kawasan Kediaman Jokowi Berubah Zona Hijau

Sebanyak 51 dari 52 warga terpapar COVID-19 dari klaster buka bersama (bukber) di Kota Solo akhirnya dinyatakan sembuh.

Jaksa Agung Copot Sekretaris JAM-Datun Kejagung
Indonesia
Jaksa Agung Copot Sekretaris JAM-Datun Kejagung

Jaksa Agung ST Burhanuddin mencopot Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Sesjamdatun) CA.

Ketua MPR Minta Pemerintah Awasi Tarif Tes PCR
Indonesia
Ketua MPR Minta Pemerintah Awasi Tarif Tes PCR

Pemerintah diminta melakukan evaluasi secara berkala terhadap tarif tes swab RT-PCR.

Tak Patuhi Prokes di Kota Ini, Siap-siap Disanksi Bersihkan Makam Selama Tiga Hari
Indonesia
Tak Patuhi Prokes di Kota Ini, Siap-siap Disanksi Bersihkan Makam Selama Tiga Hari

pemberlakuan sanksi kepada warga yang melanggar protokol kesehatan (prokes) itu untuk memberikan efek jera.