Sederet Pasal yang Bisa Digunakan Polisi Jerat Anji dan Hadi Pranoto Video Anji (kanan) dan Hadi Pranoto yang sempat viral di You Tube.(Tangkapan layar dari Youtube Anji)

Merahputih.com - Hal itu diungkapkan usai musisi Anji dan Hadi Pranoto resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin (3/8) malam karena diduga menyebarkan informasi keliru soal COVID-19.

Pengamat Hukum dari Universitas Al-Azhar, Suparji Ahmad menilai keduanya berpotensi dijerat UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pasal 45A ayat 1.

"Salah satunya bisa dengan pasal tersebut, bisa juga pasal 14 atau 15 UU Nomor 1 tahun 1946," ungkap Suparji kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/8).

Baca Juga:

Hadi Pranoto Klaim Temukan Obat COVID-19, Kemenkes Minta Saring Sebelum 'Sharing' Informasi

Laporan tersebut perlu ditindaklanjuti oleh Polda Metro Jaya untuk menentukan adanya unsur pidana atau tidak di dalam video tersebut. Selain itu, ia juga menilai penting hal tersebut agar ada kepastian hukum.

"Jika ada (unsur pidana) naik ke penyidikan, jika tidak ya dihentikan. Kalau tidak ditindaklanjuti dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dan polemik," ujarnya.

Sehingga, ia memandang perlu ada tindakan tegas terhadap public figure yang mengomentari COVID-19 agar mereka lebih hati-hati dalam menyampaikan pernyataannya.

"Situasi yang serba sulit seperti sekarang ini hendaknya tidak membuat hal-hal yang berpotensi menimbulkan keonaran," tegas dia.

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid perlihatkan surat laporan polisi terhadap Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dan Hadi Pranoto terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks obat COVID-19 di Mako Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2020). ANTARA-HO-Ist
Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid perlihatkan surat laporan polisi terhadap Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji dan Hadi Pranoto terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks obat COVID-19 di Mako Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2020). ANTARA-HO-Ist

Polda Metro Jaya memulai penyelidikan terhadap laporan dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks mengenai obat COVID-19 oleh musisi Erdian Aji Prihartanto itu.

"Laporan sudah kita terima, nanti akan diteliti dulu karena masih penyelidikan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Penyelidikan yang menyeret nama Anji dan Hadi Pranoto berawal dari adanya laporan ke Polda Metro Jaya, Senin (3/8).

"Kemarin memang sudah dilaporkan oleh seseorang inisialnya MA, melaporkan ada dua orang, Hadi Pranoto dan pemilik akun YouTube Dunia Manji," ujarnya.

Baca Juga:

Dilaporkan Dugaan Hoaks, Musisi Anji dan Hadi Pranoto Bakal Diperiksa

Anji dan Hadi Pranoto diketahui dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Cyber Indonesia terkait dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks obat COVID-19 melalui kanal YouTube dunia Manji. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH