Sederet Larangan Bagi Jemaah Haji, Melanggar Bisa Didenda Sampai Rp 18 Juta Petugas seksi transportasi (rompi hijau) membantu menghentikan kendaraan agar jamaah haji bisa menyeberang menuju halte sektor 1 Mahbas Jin, Mekkah (ANTARA/Desi Purnamawati)

MerahPutih.com - Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia mencatat hingga Sabtu (25/6) malam sebanyak 68.774 jamaah calon haji sudah tiba di Arab Saudi.

Puncak ibadah haji tinggal beberapa hari lagi. Jemaah haji diharapkan untuk patuh terhadap hukum yang berlaku di Arab Saudi agar ibadah berlansung lancar.

Baca Juga:

61 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Namun, masih banyak jemaah haji Indonesia yang lupa bahwa ada kabiasaan dan aturan yang berlaku di tanah suci. Misalnya, yang menimpa jemaah asal Bekasi, Jawa Barat. Ia hampir ditangkap polisi Arab Saudi saat kedapatan merokok di kawasan masjid Nabawi, masjid yang didirikan Nabi Muhamamd SAW.

Untung saja, petugas perlindungan jemaah (Linjam) haji Indonesia sigap membantu. Jemaah tersebut akhirnya lolos dari jeratan hukum yang berlaku di Arab Saudi.

"Pria itu langsung didatangi (apparat keamanan), sampai diminta paspornya. Akhirnya kita janjikan ke mereka bila kesalahan itu tidak akan terulang lagi," kata Kepala Seksi Perlindungan Jemaah Daerah Kerja Madinah, Kolonel Harun Al Rasyid dalam keteranganya yang dikutip, Minggu (26/6).

Jika sampai tertangkap, lanjut Harun, jemaah itu terancam hukuman denda hingga setara Rp 18 juta. Jemaah agar tidak lupa bahwa saat ini sedang berada di Tanah Suci, Arab Saudi, ada sejumlah larangan yang tidak boleh dilanggar.

Berikut sejumlah tindakan yang dilarang di Arab Saudi, Makkah maupun Madinah yang dihimpun pihak Kementerian Agama RI.

1. Membuat video dengan durasi terlalu lama

Pada prinsipnya, pembuatan rekaman video atau audio cukup longgar diberlakukan oleh otoritas Saudi. Ini dibuktikan banyak jemaah yang melakukan perekaman saat kumandang azan, proses tawaf, sai, tahalul, berdoa di Raudlah, dan lain sebagainya.

Bahkan aturan larangan selfie pun juga kadang ketat, kadang lentur. Ini semua tergantung pintar-pintarnya jemaah memanfaatkan situasi dan kelengahan petugas/askar.

Namun, jika pengambilan video dilakukan dalam waktu cukup lama dan statis, biasanya akan menimbulkan kecurigaan. Apalagi jika perekaman itu disertai dengan alat pendukung seperti tripod, lampu, mikropon khusus, kabel audio-video, dan lain sebagainya.

Petugas Saudi banyak melakukan patroli, baik langsung maupun lewat CCTV. Jika melanggar, kamera dan perekam akan ditahan. Bahkan rekaman akan dihapus.

2. Membentangkan Spanduk

Di dalam maupun di luar kompleks masjid, jemaah jangan sekali-sekali membentangkan spanduk, barang, atau bendera yang menunjukkan identitas personal atau kelompok tertentu. Otoritas Saudi melarang keras pengibaran penanda-penanda tersebut. Bahkan, jemaah juga dilarang membentangkan bendera Merah Putih.

Untuk itu, spanduk seperti KBIH, biro travel dan lain sebagainya jangan pernah dibawa masuk ke masjid jika tak mau berurusan panjang dengan otoritas keamanan Saudi.

3. Berkerumun Lebih Lima Orang

Saudi juga menerapkan aturan ketat bagi jamaah yang ketahuan berkerumun lima orang atau lebih dalam jangka waktu lama. Jika menemukan jamaah yang melakukan hal ini, askar masjid pasti akan mengusir seperti meminta jamaah jalan dan sebagainya.

Selain berpotensi menghambat alur pergerakan orang, berkerumunnya jemaah juga bisa menimbulkan kecurigaan tersendiri. Untuk itu, jika harus bertemu dengan sesama jamaah lainnya, lebih baik tidak di kompleks masjid atau dilakukan terbatas dan sambil bergerak.

4. Mengambil Barang Temuan

Aturan lain yang perlu diperhatikan betul oleh jemaah haji Indonesia adalah jangan sekali-kali mengambil barang yang tergeletak di masjid dan sekitarnya. Sebab meski niat jemaah adalah baik untuk mengamankan barang tersebut, namun bisa dimaknai lain, seperti mencuri dan sebagainya. Ratusan CCTV yang berada di dalam dan luar masjid akan bisa menangkap pergerakan jemaah yang dicurigai tersebut.

Untuk itu, jika menemukan barang berharga yang tercecer atau tergeletak, lebih baik segera menghubungi petugas terdekat. Selanjutnya petugas itu yang akan mengamankan sehingga jemaah aman.

5. Merokok

Aturan lain yang kerap dilanggar jamaah adalah merokok di kompleks masjid. Bagi jamaah Indonesia, umumnya aktivitas merokok dilakukan usai salat atau menunggu waktu salat berikutnya.

Namun sebaiknya merokok dilakukan di tempat yang jauh dari kawasan masjid. Sebab jika ketahuan pasti akan diingatkan. Bahkan jika menemukan petugas yang garang, bisa jadi jamaah ditahan untuk diproses hukum.

6. Buang Sampah

Pengelola masjid sangat ketat dalam menjaga kebersihan kawasan. Untuk itu jemaah haji jangan sekali-kali seenaknya membuang sampah seperti plastik bekas sandal, botol minuman, bungkus makanan dan lain sebagainya.

Di banyak sudut, pengelola sudah menyediakan kotak-kotak sampah. Bahkan di dalam masjid, ada petugas khusus yang berkeliling membawa plastik besar sebagai tempat pembuangan sampah jamaah.

Jika memang susah menemukan tempat sampah, lebih baik botol bekas dan sebagainya itu disimpan sesaat di tas atau dibawa dulu.

Sebab jika ketahuan sengaja mengotori masjid dan sekitarnya jamaah akan terekam CCTV. Tak lama kemudian, askar masjid akan menahan untuk dilakukan pemeriksaan dan sebagainya. (Knu)

Baca Juga:

Layanan Makkah Road Permudah Proses Keimigrasian Jemaah Haji

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sekber PKB-Gerindra Segera Diresmikan, Deklarasi Capres-Cawapres Menyusul
Indonesia
Sekber PKB-Gerindra Segera Diresmikan, Deklarasi Capres-Cawapres Menyusul

"Kita akan mulai dengan peresmian Sekber PKB-Gerindra dalam waktu dekat di Menteng, Jakarta Pusat," ujar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar

Survei SMRC Temukan Dua Isu Perlemah Penilaian Publik atas Kinerja Jokowi
Indonesia
Survei SMRC Temukan Dua Isu Perlemah Penilaian Publik atas Kinerja Jokowi

Hasil survei menunjukkan bahwa kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih dinilai positif di mata publik pada umumnya.

Kunci Sukses Indonesia Jaga Stabilitas Ekonomi di Mata IMF
Indonesia
Kunci Sukses Indonesia Jaga Stabilitas Ekonomi di Mata IMF

Hasil asesmen IMF menunjukkan keberhasilan Indonesia menghadapi pandemi didukung dua faktor.

Bupati Bangka Ancam Copot ASN yang Bandel Pakai Mobil Dinas untuk Mudik
Indonesia
Bupati Bangka Ancam Copot ASN yang Bandel Pakai Mobil Dinas untuk Mudik

Bahkan, Mulkan mengancam akan mencopot ASN atau pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten itu yang menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran.

MPR Ingatkan Kemenlu Jangan Ada WNI Tertinggal di Ukraina
Indonesia
MPR Ingatkan Kemenlu Jangan Ada WNI Tertinggal di Ukraina

WNI yang sudah atau sedang dievakuasi ke Indonesia untuk tidak buru-buru kembali ke Ukraina sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan.

3 Minggu Jadi Menteri, Zulhas Klaim Turunkan Harga Beberapa Kebutuhan Pokok
Indonesia
3 Minggu Jadi Menteri, Zulhas Klaim Turunkan Harga Beberapa Kebutuhan Pokok

Harga bahan pokok di Indonesia mengalami penurunan, meski secara rata-rata masih tinggi.

Ferdy Sambo Hanya Diam saat Bertemu Empat Mata dengan Keluarga Yosua
Indonesia
Ferdy Sambo Hanya Diam saat Bertemu Empat Mata dengan Keluarga Yosua

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tidak menyampaikan salam untuk keluarga korban yang kini menjadi saksi di sidangnya, Selasa (1/11).

Polri Siapkan Operasi Mantap Brata Amankan Pemilu 2024
Indonesia
Polri Siapkan Operasi Mantap Brata Amankan Pemilu 2024

Korps Bhayangkara itu menyiapkan Operasi Mantap Brata yang bertujuan untuk mengamankan pesta demokrasi lima tahunan tersebut dari segala ancaman

RAPBD DKI Jakarta 2023 Bengkak Rp 1,2 Triliun dari KUA-PPAS
Indonesia
RAPBD DKI Jakarta 2023 Bengkak Rp 1,2 Triliun dari KUA-PPAS

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI, Michael Rolandi Cesnanta Brata mengatakan, kenaikan tersebut dikarenakan adanya proyeksi peningkatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2022 yang sebelumnya dialokasikan sebesar Rp 6,7 triliun menjadi Rp 7,9 triliun.

50 Persen Tenaga Kerja Indonesia Baru Miliki Keterampilan Digital Tingkat Dasar
Indonesia
50 Persen Tenaga Kerja Indonesia Baru Miliki Keterampilan Digital Tingkat Dasar

"Diproyeksikan pada tahun 2030 akan terjadi kekurangan sebanyak 47 juta talenta digital di kawasan ini. Di level nasional, tercatat setidaknya 50 persen dari tenaga kerja kita baru memiliki keterampilan digital tingkat dasar dan menengah. Sedangkan mereka dengan keterampilan digital tingkat lanjutan merepresentasikan kurang dari 1 persen dari angkatan kerja kita," jelasnya.