Sedang Cari Hewan Kurban? Berikut Ciri-Ciri Ternak Sehat Hewan kurban (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

MerahPutih.Com - Jika anda sedang mencari hewan kurban, kenali dulu ciri-ciri hewan kurban yang sehat. Bagaimana cara membedakan ternak yang sehat dan tidak sehat?

Lazimnya hewan kurban sebaiknya berasal dari ternak yang sehat. Menurut Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Dany Suhadi, ciri-ciri ternak sehat salah satu ciri utamanya dapat dilihat dari fisiknya.

"Ciri-ciri hewan kurban yang sehat seperti sapi dapat dilihat dari fisik sapi yakni tidak cacat, satu gigi telah berganti menandakan umur lebih dari dua tahun, dan tidak memiliki penyakit kulit," terang Dany Suhadi di Kupang, Selasa (29/8).

Sebagai daerah peternakan sapi terbesar di Indonesia, Dany menyatakan bukan hanya fisik semata dalam menentukan sehat tidaknya hewan kurban untuk Idul Adha. Selain itu, katanya ciri hewan yang kurang sehat di antaranya bermata merah, lemah tanpa ada tenaga dan tidak lincah.

"Secara kasat mata kondisi fisik hewan yang sehat di antaranya lincah, bulu tidak kusam, mulut hewan tidak berlendir dan kotoran normal, tidak cacat dan tidak memiliki penyakit kulit," katanya.

Untuk memastikan ciri hewan kurban sehat atau tidak, Dinas telah membentuk tim dan telah menerjunkan ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan intensif.

"Melalui tim pemeriksa maupun panitia Perayaan Hari-hari Besar Agama Islam (PHBI) kita meminta masyarakat untuk mengenali ciri-ciri ternak yang sehat untuk dijadikan kurban, agar hewan yang akan disembelih benar-benar layak dan aman dikonsumsi," katanya.

Ia menyebutkan untuk tindakan pencegahan sejak dua pekan terakhir, telah pemeriksaan oleh panitia, pihaknya juga menurunkan tim untuk memeriksa kesehatan hewan kurban di tempat-tempat penjualan sapi, dan turun langsung ke masjid dan mushala.

"Kami selalu memantau kondisi kesehatan sapi kurban sebelum disembelih untuk memastikan sapi sehat dan tidak terjadi penyebaran penyakit sapi kepada manusia," jelasnya.

Tindakan ini katanya sebagai bentuk kepedulian, di mana maraknya pedagang hewan kurban yang menjualbelikan tanpa memikirkan kesehatan dagangannya. Saat ini katanya Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur mengintensifkan pemeriksaan dan pengawasan hewan kurban yang akan disembelih pada tempat-tempat penjualan dan pemotongan hewan.

"Pemeriksaan secara intensif dilakukan sebelum puncak penyembelihan hewan (atau H-2 pelaksanaan kurban), termasuk setelah H+1 kurban," katanya.(*)

Sumber : https://antaranews.com


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH