Secara Moral, Harusnya Presiden Jokowi Terbitkan Perppu KPK Juru bicara PKS, Ahmad Fathul Bahri (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera ( PKS), Ahmad Fathul Bahri, mengatakan secara moral Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) untuk membatalkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kalau dari sisi moral, kami berharap perppu dikeluarkan. Tetapi sekali lagi ini wewenang Presiden (Jokowi) untuk mengeluarkannya. Yang jelas kalau kami berpandangan memang itu suara publik (yang meminta penerbitan perppu) sebaiknya didengarkan," kata dia kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (2/11).

Baca Juga:

Tarik Ulur Perppu KPK, Jokowi Gamang di Bawah Tekanan Oligarki Parpol?

PKS melihat salah satu alasan Jokowi adalah masih ada proses hukum yang bergulir di MK.

Presiden Jokowi sebaiknya segera terbitkan Perppu KPK
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

"Maka kami hormati beliau dan itu adalah hal wajar dan bisa kita tunggu juga di uji materi akan diterima atau tidak. Sambil kami tetap berharap respons publik itu tetap harus didengarkan," kata Fathul.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memastikan tidak akan menerbitkan Perppu untuk mencabut UU KPK.

Fathul mengaku tidak mengetahui apakah presiden telah mempertimbangkan atau belum suara dan saran publik terkait pentingnya penerbitan Perppu KPK. PKS, menurut dia, tetap melihat suara publik mengenai Perppu KPK.

"Kami tetap berharap respons publik itu tetap harus didengarkan. Tapi hak presiden enggak keluarkan Perppu tetap kita hormati." katanya.

Baca Juga:

Wibawa Jokowi Bakal Meningkat Kalau Berani Terbitkan Perppu KPK

Sebelumnya, Jokowi menyatakan, tidak akan menerbitkan Perppu KPK selama proses uji materi UU tentang KPK di Mahkamah Konstitusi (MK). Sementara sejumlah kalangan terus mendesak Jokowi menerbitkan Perppu KPK karena menilai UU KPK bermasalah.

Beberapa poin yang dinilai bermasalah adalah keberadaan Dewan Pengawas KPK, Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) dan persyaratan umur pimpinan KPK.(Knu)

Baca Juga:

Perlu Tidaknya Perppu KPK, Presiden Jokowi Disarankan Lakukan Jajak Pendapat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tiga Unsur Mulai Divaksin di DKI, Anies Minta Tak Abai Protokol Kesehatan
Indonesia
Tiga Unsur Mulai Divaksin di DKI, Anies Minta Tak Abai Protokol Kesehatan

Ada tiga unsur yang hari ini disuntik vaksin corona ialah dokter dan pakar kesehatan, pejabat publik, serta tokoh masyarakat.

MUI: Warga Butuh Penjelasan Soal Penanganan Jenazah Pasien Corona
Indonesia
MUI: Warga Butuh Penjelasan Soal Penanganan Jenazah Pasien Corona

Kasus penolakan warga memakamkan jenazah pasien COVID-19 muncul akibat ketidaktahuan warga mengenai prosedur yang aman .

Sepekan Kasus COVID-19 Meroket, Dua Tower di RSD Wisma Atlet Disiapkan untuk Isolasi Mandiri Warga
Indonesia
Gerindra Minta Prabowo Subianto Jadi Ketum Lagi
Indonesia
Gerindra Minta Prabowo Subianto Jadi Ketum Lagi

Menteri Pertahanan ini masih dibutuhkan untuk memimpin Partai Gerindra

Enam Jenazah Pengikut Rizieq Shihab Ada di RS Polri
Indonesia
Enam Jenazah Pengikut Rizieq Shihab Ada di RS Polri

Dokter Forensik Arif Wahyono membenarkan enam jenazah pengikut Muhammad Rizieq Shihab (MRS) berada di RS Polri Kramat Jati.

Kata Cacat di UU Cipta Kerja Dinilai Rendahkan Penyandang Disabilitas
Indonesia
Ini Kata DPR Soal Tindak Lanjut Rekomendasi Komnas HAM
Indonesia
Ini Kata DPR Soal Tindak Lanjut Rekomendasi Komnas HAM

DPR yakin pimpinan Polri akan menindaklanjuti hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia terkait kasus kematian laskar Front Pembela Islam.

Cara Anak Buah Ridwan Kamil Perketat Penyebaran COVID-19
Indonesia
Cara Anak Buah Ridwan Kamil Perketat Penyebaran COVID-19

Mobile COVID-19 Test akan dilengkapi dengan 100 alat rapid test

Lebam di Tubuh Yodi Prabowo Bukan Dari Penganiayaan
Indonesia
Lebam di Tubuh Yodi Prabowo Bukan Dari Penganiayaan

Yodi diyakini meregang nyawa karena benda tajam

Cerita Wakapolsek Tanah Abang Sembuh dari COVID-19
Indonesia
Cerita Wakapolsek Tanah Abang Sembuh dari COVID-19

Ia sebelumnya sempat dinyatakan positif COVIf-19 setelah hasil swab test beberapa waktu lalu.