Sebut Agama Musuh Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Berbahaya Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi Asmin di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Rabu (5/2). (Antara/Desca Lidya Natalia)

Merahputih.com - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengecam pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi soal 'musuh terbesar Pancasila adalah agama'.

Andi menilai, pernyataan Yudian berbahaya dan logika terbalik, sebab Pancasila itu lahir di Indonesia karena sudah ada agama dan kekuatan berbasis agama.

Baca Juga

Kardinal Menyeru kepada Umat Kristen agar Mampu Jadi Sahabat Baik bagi Semua Orang

"Pernyataan kepala BPIP berbahaya karena logika terbalik, Pancasila itu lahir di Indonesia karena sudah ada agama dan kekuatan berbasis agama," tulis Andi dikutip dari laman twitternya @AndiArief__, Rabu (12/2).

"Pancasila memberi ruang kesepakatan yang terbuka, adil dan taat aturan main," sambung dia.

Sebelumnya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi dalam wawancara dengan tim Blak-blakan detik.com, mengatakan ada kelompok yang mereduksi agama sesuai kepentingannya sendiri yang tidak selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga

Misa Malam Natal di Katedral Jakarta Tekankan Pentingnya Keberagaman dan Cinta Kasih

"Si Minoritas ini ingin melawan Pancasila dan mengklaim dirinya sebagai mayoritas. Ini yang berbahaya. Jadi kalau kita jujur, musuh terbesar Pancasila itu ya agama, bukan kesukuan," kata Yudi. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kokain Jerman Masuk Indonesia dengan Modus Paket Mainan Anak
Indonesia
Kokain Jerman Masuk Indonesia dengan Modus Paket Mainan Anak

Paket mainan dikirim dengan menggunakan ekspedisi DHL

Keberadaan Youtuber Pemberi Prank Sembako Sampah ke Waria di Bandung Masih Misterius
Indonesia
Keberadaan Youtuber Pemberi Prank Sembako Sampah ke Waria di Bandung Masih Misterius

"Kami imbau juga para pelaku untuk menyerahkan diri," ujar Galih.

Inovasi Bikin Usaha Bisa Bertahan
Indonesia
Inovasi Bikin Usaha Bisa Bertahan

Kementerian Perindustrian terus mendorong pamor IKM lokal melalui penyelenggaraan Indonesia Good Design Selection (IGDS).

Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Pemerintah Dinilai Cari Untung di Pagebluk Corona
Indonesia
Iuran BPJS Kesehatan Naik Lagi, Pemerintah Dinilai Cari Untung di Pagebluk Corona

Trubus menyebut, kalau dinaikan belum mampu menutupi kekurangan pemerintah.

Update COVID-19 Minggu (6/9) 194.109 Positif, 138.575 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Minggu (6/9) 194.109 Positif, 138.575 Sembuh

Kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah 3.444 kasus baru pada Minggu (6/9).

[HOAKS atau FAKTA]: Nasi Padang Sumber Penularan COVID-19
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Nasi Padang Sumber Penularan COVID-19

Dalam pesan tersebut diklaim bahwa nasi padang adalah sumber penyebaran virus COVID-19.

TVRI Kena Sanksi Tayangkan Adegan Ciuman Bibir di Acara 'Jendela Dunia'
Indonesia
TVRI Kena Sanksi Tayangkan Adegan Ciuman Bibir di Acara 'Jendela Dunia'

TVRI dan lembaga penyiaran lainnya untuk berhati-hati dan teliti setiap akan menyiarkan sebuah program

Survei Pilpres 2024 Dinilai Sengaja Dikeluarkan untuk Ganggu Iklim Politik
Indonesia
Survei Pilpres 2024 Dinilai Sengaja Dikeluarkan untuk Ganggu Iklim Politik

Stanislaus menyebut, lembaga tersebut kemungkinan mempunyai tujuan tertentu selain untuk mengetahui calon potensial pada Pilpres 2024.

Kasus COVID-19 di Jakarta Bertambah 1.009 Orang
Indonesia
Kasus COVID-19 di Jakarta Bertambah 1.009 Orang

Dengan positivity rate 9,8 persen, penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.009 jiwa.

Pemprov DKI Berharap tak Ada Lonjakan Kasus COVID-19 setelah Libur Imlek
Indonesia
Pemprov DKI Berharap tak Ada Lonjakan Kasus COVID-19 setelah Libur Imlek

Pemprov DKI Jakarta berharap tidak ada lonjakan kasus COVID-19 di ibu kota pasca libur panjang perayaan Tahun Imlek pada Jumat (12/2), Sabtu (13/2) dan Minggu (14/2) kemarin.