Seberapa Pentingkah Sarapan buat Anak? Ini Penjelasan Ahli Gizi Sarapan sangat penting bagi perkembangan belajar anak. (Foto: Pixabay/stokpic)

SARAPAN merupakan asupan yang cukup penting untuk anak. Sarapan menjadi bekal penting untuk tumbuh kembang baik tubuh maupun otaknya. Sebelum berangkat sekolah pastikan buah hati sarapan terlebih dahulu agar memiliki daya tahan tubuh kuat saat belajar.

Para orang tua juga harus memerhatikan menu sarapan untuk anak. Ahli gizi menekankan pentingnya menyediakan menu sarapan dengan kandungan gizi beragam supaya anak punya cukup energi untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah.


1. Sarapan dengan unsur gizi beragam lebih baik

Sarapan anak sebaiknya memenuhi unsur gizi yang beragam. (Foto: Pixabay/Katrina_S)
Sarapan anak sebaiknya memenuhi unsur gizi yang beragam. (Foto: Pixabay/Katrina_S)

Ahli gizi Prof Ali Khomsan mengatakan bahwa masyarakat umumnya tidak menyiapkan sarapan dengan banyak unsur gizi, hanya menyediakan makanan dengan kandungan karbohidrat dan protein seperti nasi goreng dan telur, bubur ayam, atau sereal saja.

"Sarapan yang baik itu keberagaman, unsur karbohidrat, protein, vitamin, mineral," kata Guru Besar Bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor ini kepada Antara.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Dongeng Legendaris di Balik Makanan Khas Nusantara!


2. Sarapan sereal saja tidak cukup

Sarapan sereal perlu usur gizi lain. (Foto: Pixabay/stevepb)
Sarapan sereal perlu usur gizi lain. (Foto: Pixabay/stevepb)

Saat ini sarapan sereal cukup populer terutama di kalangan keluarga perkotaan. Namun, apakah cukup sereal saja untuk sarapan anak?

Menurut Prof Ali, ternyata sarapan sereal saja tidak akan bisa memenuhi kebutuhan kalori untuk mendukung kegiatan belajar anak tanpa penambahan makanan dengan unsur gizi lain seperti susu, kacang-kacangan, potongan buah, atau yogurt.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Anak Takut ke Dokter Gigi? Bunda Tak Usah Bingung Ini Kiat-Kiatnya


3. Sebagian besar anak tidak sarapan sebelum sekolah

Sebagian besar anak Indonesia tak sarapan ketika pergi ke sekolah. (Foto: Pixabay/sasint)
Sebagian besar anak Indonesia tak sarapan ketika pergi ke sekolah. (Foto: Pixabay/sasint)

Kendati penggunaan sereal tidak mencukupi, hal yang paling mengkhawatirkan adalah apabila anak-anak sampai tidak sarapan sama sekali ketika berangkat ke sekolah.

Prof Ali mengemukakan berbagai survei terhadap anak-anak sekolah di Indonesia menunjukkan 40 persen sampai 60 persen anak tidak sarapan sebelum berangkat sekolah.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Hati-hati Dekatkan Gawai dengan Anak, ini Dampak Negatif yang Mesti Diwaspadai


4. Sarapan berpengaruh terhadap prestasi akademik anak di sekolah

Anak yang biasa sarapan punya prestasi akademik lebih baik. (Foto: Pixabay/klimkin)
Anak yang biasa sarapan punya prestasi akademik lebih baik. (Foto: Pixabay/klimkin)

Prof Ali menganjurkan para orangtua memastikan anak-anak sarapan sebelum berangkat ke sekolah sehingga mereka punya bekal energi untuk menyerap pelajaran dan melakukan berbagai kegiatan di sekolah.

"Penelitian-penelitian membuktikan bahwa anak yang selalu sarapan memiliki prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan anak yang kadang-kadang sarapan atau yang tidak sarapan sama sekali," kata dia. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Tak hanya Sehat, Bawa Bekal Juga Beri Banyak Manfaat Lain

Kredit : zulfikar

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH